IPO Semen Baturaja Kembali Molor Dari Target - Polemik Pengangkatan Direksi

NERACA

Jakarta – Bila rencana IPO Pegadaian banyak dinanti para investor, namun sebaliknya berbeda dengan rencana pelaksanaan IPO PT Semen Baturaja lantaran beberapa kali melesat dari target. Bahkan tahun ini, penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) Semen Baturaja diperkirakan kembali mundur dari rencana kuartal III tahun ini menjadi kuartal IV.

Sekretaris perusahaan Semen Baturaja Zulkifri Subli mengatakan, rencana perusahaan untuk bisa menjadi perusahaan publik hingga saat ini belum mendapat restu dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), “Sebelumnya kita targetkan kuartal III tahun ini, tapi belum ada persetujuan DPR. Kami perkirakan IPO kalau tidak akhir tahun ini atau kuartal pertama tahun depan," katanya di Jakarta, Senin (3/9).

Lebih lanjut Zulkifri menjelaskan, laporan keuangan yang akan digunakan perseroan untuk melancarkan rencana tersebut akan diganti dengan laporan keuangan akhir semester I-2012. Perseroan menargetkan bisa melepas sekira 30% saham ke publik dengan target dana segar mencapai Rp1 triliun.

Dana hasil IPO, sebagian akan digunakan untuk pembangunan pabrik baru. Adapun kebutuhan dana perseroan tahun ini untuk pembangunan pabrik sekira Rp2,5 triliun. Dana tersebut bersumber dari kas internal, pinjaman perbankan lokal dan dana hasil IPO.

Pabrik semen yang berlokasi di Sumatera ini memiliki kapasitas 1,5 juta ton. Pembangunan pabrik tersebut akan dimulai awal tahun depan dan ditargetkan rampung pada 2016. Dengan rampungnya pabrik ini, maka kapasitas produksi semen perseroan menjadi 3,5 juta ton.

Terhambat Di DPR

Sebagai informasi, sebelumnya anggota DPR Komisi VI DPR mengancam pelaksanaan IPO Semen Baturaja terancam molor karena terhambat soal pengangkatan direksi perseroan yang dinilai melanggar aturan UU No.19 Tahun 2003 tentang BUMN.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Erik Satya Wardhana pernah bilang, rencana IPO Semen Baturaja terancam molor, “Potensi mundurnya jadwal IPO Semen Baturaja karena persoalan pengangkatan persero bertentangan dengan UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN,”ungkapnya.

Namun penjelasan tersebut sudah disampaikan Menteri BUMN Dahlan Iskan yang menegaskan, pelaksanaan RUPS sudah sesuai aturan dan tidak melanggar aturan yang ada. Akibatnya, kondisi inilah yang diakui Dahlan, tidak mudah memang melakukan penawaran saham perdana untuk BUMN karena banyak sekali hambatannya, “Banyak sekali hambatan BUMN dan semuanya terkait dengan perizinan, khususnya dari DPR,”tegasnya.

Meski sulit untuk mendapatkan perizinan, namun Dahlan tetap optimis dapat memperbanyak perusahaan BUMN untuk melakukan IPO di BEI. Saat ini, pihaknya masih memiliki rencana memperbanyak IPO di kalangan BUMN. Selain memudahkan untuk mendapatkan sumber pendanaan yang lebih murah, juga menghindari intervensi dari pihak luar dan mengembangkan pasar modal Indonesia."Tidak ada alasan bagi kami untuk tidak turun ke pasar modal. Khusus untuk Semen Baturaja dizinkan atau tidak, terserah saja," tukas Dahlan. (bani)

BERITA TERKAIT

Sejarah Perdamaian Dunia Dimulai dari Singapura

Oleh: Yunianti Jannatun Naim Konflik antara Amerika Serikat dengan Korea Utara yang terus memanas dalam sebulan terakhir akhirnya mereda setelah…

Wisata Jalur Vulkanik Jadi Berkah dari Gunung Merapi

Pekan kemarin Gunung Merapi kembali menunjukkan statusnya sebagai gunung api teraktif di Indonesia. Gunung yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa…

PTPP Ikut Tunda Rencana IPO PP Energi - Kondisi Pasar Belum Kondusif

NERACA Jakarta – Menyusul beberapa perusahaan yang menunda untuk listing di pasar modal atau mencatatkan saham perdananya di pasar modal,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Profil Keuangan Dinilai Stabil - Moody’s Naikkan Peringkat XL Axiata

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal pertama 2018 tidak terlalu positif dengan laba bersih terkoreksi 63% dari…

Laba Bersih BULL Melesat Tajam 109,72%

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2018, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 109,72% menjadi…

Indo Straits Incar Pendapatan US$ 20,91 Juta

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Indo Straits Tbk (PTIS) menargetkan total pendapatan sebesar US$ 20,91 juta. Operations Director PT…