Membangun Produk Kreatif Menembus Mancanegara

Sabtu, 08/09/2012

Perkembangan industri kreatif di Indonesia terus meningkat, peluang menembus pasar mancanegara pun mulai dirambah. Produk sarat kreatifitas dan inovasi menjadi unggulan anak bangsa .

NERACA

Kreativitas dan inovasi hasil karya anak bangsa nyata tak hanya digemari pasar nasional, namun diakui sejumlah konsumen mancanegara. Beberapa komoditi industri kreatif yang diminati pasar mancanegara antara lain; produk fashion, beraneka ragam produk kerajinan, hasil karya teknologi informatika (TI), industri perfilman Indonesia, dan lain sebagainya.

Keunikan desain produk yang dihasilkan dan terjaminnya kualitas bahan baku yang digunakan para pelaku industri kreatif di Indonesia, menjadikan pasar Asia, Eropa, bahkan Amerika menyukai produk-produk kreatif buatan masyarakat lokal.

Tentu saja ini sebuah peluang besar bagi pelaku seni di Indonesia, sehingga jalur distribusi pasar ekspor mulai terbuka lebar dan keuntungan yang didapatkan para pelaku industri pun semakin hari semakin besar.

Sejak tahun 2007 yang lalu, kegiatan ekspor di 14 sektor industri kreatif selalu menunjukan lonjakan yang cukup hebat. Pada tahun 2010 silam bahkan sektor tersebut bisa memberikan kontribusi sebesar 7,29% terhadap PDB.

Melihat besarnya potensi yang tersimpan pada sektor industri kreatif, tentunya diperlukan dukungan dari pihak terkait untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem industri kreatif. Semisal pembebasan bea pajak bagi bahan baku ataupun peralatan kerja yang dibutuhkan pelaku industri kreatif, yang dapat memberi kemudahan bagi para pengusaha untuk mendapatkan pelbagai macam dokumen pendukung atau surat izin usaha, serta membuka jalan bagi para pengusaha untuk mendapatkan calon investor guna meningkatkan modal usaha.

Berdasarkan hasil studi Kementerian Perdagangan, periode 2002-2010 produk fesyen penyumbang terbesar ekspor industri kreatif. Total kontribusi mencapai 61,13% dari keseluruhan ekspor produk kreatif. Terhadap nilai ekspor nasional 5,96%, dengan rata-rata nilai ekspor sebesar Rp 53,94 triliun.

Pada 2010, produk fesyen diestimasi mencatat nilai ekspor sebesar Rp 72 triliun, meningkat 18,04% dari tahun sebelumnya. Begitu pula bila dilihat dari sisi penyerapan tenaga kerja dan lapangan usaha, dalam periode yang sama (2002-2010) fesyen juga mendominasi sektor industri kreatif.

Bahkan sekarang ini perkembangan industri fashion bisa mencapai kurang lebih sekitar 54,32%, dengan angka penyerapan tenaga kerja sebanyak 4,13 juta orang atau setara dengan 4,22% dari angka penyerapan tenaga kerja tingkat nasional.

Dan pada tahun 2010 lalu, nilai ekspor produk fashion mengalami peningkatan sekitar 18,04% dari tahun sebelumnya dan berhasil menembus angka ekspor hingga mencapai Rp 72 triliun.

Kondisi inilah yang menjadikan produk-produk fashion di negara kita menjadi salah satu penyumbang paling besar dalam kegiatan ekspor, yakni berkisar 61,13% dari total ekspor keseluruhan produk kreatif. Luar biasa.

Lain halnya dengan produk dari hasil kerajinan bantal boneka yang mampu menembus pasar Eropa, Australia, Singapura, Amerika Serikat, hingga pasar Afrika Selatan. Boneka berbahan wol yang lembut mampu dijual seharga sekitar US$ 22 hingga US$ 99 untuk setiap bantal boneka di pasar mancanegara.

Kerajinan tempurung kelapa tak kalah pula menariknya. Dengan kreatifitas dan inovasi siapa duga tempurung kelapa yang tak lagi berguna justru mendatangkan ratusan dollar. Dengan sentuhan seni yang sangat halus, hasil kerajinan batok kelapa tersebut terlihat sangat artistik. Bahkan hasil dari kerajinan tempurung kelapa ini bisa berupa ragam tas dengan pelbagai bentuk dan ukuran, beragam bentuk model rel gorden, cup lampu, peci, manik-manik, dan lain-lain.

Agar terlihat artistik, serat dari tempurung kelapa harus ditonjolkan. Karena diseratlah melekat nilai seni yang kuat daripada usaha ini, selain bentuk-bentuk unik yang dibuat. Kiat sukses para pekerja kreatif dalam memasarkan produknya di negara tetangga, menjadi bukti bila hasil industri kreatif Indonesia dilirik pasar mancanegara.

Kemunculan para pekerja kreatif dan maraknya beragam jenis peluang usaha kreatif di kalangan masyarakat, diyakini bakal menjadi kekuatan ekonomi alternatif bagi negara kita yang ketersediaan sumber daya alamnya saat ini kian menipis. Kedepannya diharapkan pemerintah bisa menjembatani para pelaku industri kreatif, sehingga bisa bergerak lebih bebas dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.