Industri Kreatif dan Kekuatan Ekonomi Baru

Sabtu, 08/09/2012

NERACA

Meningkatnya kreativitas dan inovasi baru yang dikembangkan masyarakat Indonesia, ternyata mendorong kemunculan industri kreatif di pelbagai penjuru nusantara. Bahkan secara sengaja Pemerintah Indonesia mulai mensosialisasikan ekonomi kreatif guna mengurangi angka pengangguran yang cukup besar di negara kita.

Industri kreatif sendiri adalah sektor industrial yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, ketrampilan, dan bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.

Melalui ekonomi kreatif, diharapkan perkembangan industri di Indonesia yang dulunya didominasi oleh bidang tambang dan migas bisa beralih ke sektor industri alternatif yang berasal dari sumber terbarukan, dan lebih fokus menciptakan daya kreasi masyarakat Indonesia.

Beberapa sektor usaha berbasis kreativitas yang menjadi bagian dari industri kreatif berdasarkan pemetaan Departemen Perdagangan Republik Indonesia, antara lain; Periklanan, Arsitektur, Pasar Barang Seni, Kerajinan, Desain, Fesyen, Video, Film dan Fotografi, Permainan Interaktif, Seni Pertunjukan, Penerbitan dan Percetakan, Layanan Komputer dan Piranti Lunak,

Televisi dan Radio, Riset dan Pengembangan, atau Kuliner, sebagai kegiatan kreatif yang terbilang baru.

Selain membuka peluang usaha, industri kreatif juga berkontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional, yang membuka lapangan kerja baru bagi para pengangguran. Saat ini diperkirakan pertumbuhan industri kreatif sudah mencapai lebih dari empat juta orang pelaku usaha, bila masing-masing mampu menyerap minimal dua orang tenaga kerja. Sebuah kekuatan ekonomi baru pun terbentuk.

Dari 14 subsektor industri kreatif yang berkembang di Indonesia, industri fashion dan kerajinan memberikan kontribusi yang paling besar. Sekarang ini sentra industri kerajinan telah tersebar di pelbagai wilayah, misalnya saja seperti di Daerah Yogyakarta, Jawa Tengah, Bali dan sekitar Jakarta.

Tercatat sejak tahun 2008 yang lalu, industri kerajinan terus mengalami peningkatan dan sekarang ini diperkirakan jumlahnya terus bertambah hingga lebih dari 1,2 juta orang pengrajin yang tersebar di pelbagai penjuru nusantara.

Melihat pertumbuhan tersebut, tidak heran bila sekarang ini Pemerintah mulai melakukan pelbagai macam pendampingan untuk lebih menghidupkan 14 subsektor industri kreatif di Indonesia dan menargetkan bisa menyerap tenaga kerja hingga 10 juta orang pada tahun 2025.