Industri Kreatif dan Kekuatan Ekonomi Baru

NERACA

Meningkatnya kreativitas dan inovasi baru yang dikembangkan masyarakat Indonesia, ternyata mendorong kemunculan industri kreatif di pelbagai penjuru nusantara. Bahkan secara sengaja Pemerintah Indonesia mulai mensosialisasikan ekonomi kreatif guna mengurangi angka pengangguran yang cukup besar di negara kita.

Industri kreatif sendiri adalah sektor industrial yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, ketrampilan, dan bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.

Melalui ekonomi kreatif, diharapkan perkembangan industri di Indonesia yang dulunya didominasi oleh bidang tambang dan migas bisa beralih ke sektor industri alternatif yang berasal dari sumber terbarukan, dan lebih fokus menciptakan daya kreasi masyarakat Indonesia.

Beberapa sektor usaha berbasis kreativitas yang menjadi bagian dari industri kreatif berdasarkan pemetaan Departemen Perdagangan Republik Indonesia, antara lain; Periklanan, Arsitektur, Pasar Barang Seni, Kerajinan, Desain, Fesyen, Video, Film dan Fotografi, Permainan Interaktif, Seni Pertunjukan, Penerbitan dan Percetakan, Layanan Komputer dan Piranti Lunak,

Televisi dan Radio, Riset dan Pengembangan, atau Kuliner, sebagai kegiatan kreatif yang terbilang baru.

Selain membuka peluang usaha, industri kreatif juga berkontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional, yang membuka lapangan kerja baru bagi para pengangguran. Saat ini diperkirakan pertumbuhan industri kreatif sudah mencapai lebih dari empat juta orang pelaku usaha, bila masing-masing mampu menyerap minimal dua orang tenaga kerja. Sebuah kekuatan ekonomi baru pun terbentuk.

Dari 14 subsektor industri kreatif yang berkembang di Indonesia, industri fashion dan kerajinan memberikan kontribusi yang paling besar. Sekarang ini sentra industri kerajinan telah tersebar di pelbagai wilayah, misalnya saja seperti di Daerah Yogyakarta, Jawa Tengah, Bali dan sekitar Jakarta.

Tercatat sejak tahun 2008 yang lalu, industri kerajinan terus mengalami peningkatan dan sekarang ini diperkirakan jumlahnya terus bertambah hingga lebih dari 1,2 juta orang pengrajin yang tersebar di pelbagai penjuru nusantara.

Melihat pertumbuhan tersebut, tidak heran bila sekarang ini Pemerintah mulai melakukan pelbagai macam pendampingan untuk lebih menghidupkan 14 subsektor industri kreatif di Indonesia dan menargetkan bisa menyerap tenaga kerja hingga 10 juta orang pada tahun 2025.

BERITA TERKAIT

Kepercayaan Investor Bawa IHSG Capai Rekor Baru

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan (19/2) kemarin, indeks harga saham gabungan…

Ekonomi Digital Wujudkan Kemandirian Perekonomian Nasional

Oleh: Muhammad Razi Rahman Tahukah Anda istilah "Third Wave Economy" (Ekonomi Gelombang Ketiga)? Menurut futurolog AS, Alvin Toffler, dalam "Third…

CEPA Jangan Batasi Kebijakan Pemerintah Kelola Ekonomi

    NERACA   Jakarta - Perjanjian Kemitraan Komprehensif yang sedang dibahas antara Republik Indonesia dan Uni Eropa, yang kerap…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Cara Mudah Dapat Penghasilan Tambahan - Lewat Medsos

Internet telah berkembang secara pesat. Terbukti dari data Kominfo tentang pengguna internet di Indonesia yang saat ini sudah mencapai 63…

Intip Peluang Usaha Kemitraan Takoyaki

Takoyaki termasuk salah dari sekian banyak kudapan khas negeri Sakura yang populer di dalam negeri. Camilan ini digemari banyak orang…

Sruput Manisnya Usaha Minuman Nuguy Coklat

Ada begitu banyak waralaba minuman coklat yang ditawarkan di pasaran. Mulai dengan yang harganya di atas 10 juta hingga yang…