Pasca Stock Split, Nilai Saham Indosiar Rp 50 Per Saham

NERACA

Jakarta – Rencana PT Indosiar Karya Mandiri Tbk (IDKM) melakukan pemecahan saham (stock split) akan mengurangi nilai saham perseroan. Pasalnya, dari harga sebelumnya Rp 250 per saham akan menjadi Rp50 per saham.

Direktur Utama Indosiar Halim Lie mengatakan, rencana pemecahan saham tersebut (stock split) untuk meningkatkan perdagangan saham perseroan. "Hanya biar likuiditas nambah saja, tidak ada alasan lain,”katanya di Jakarta, Senin (3/9).

Sebelumnya, IDKM berencana melakukan stock split antara Agustus sampai September. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) telah menyetujui rencana stock split sebesar 1:5. Usulan stock split dilakukan agar saham perseroan lebih terjangkau untuk investasi oleh investor ritel sehingga kinerja perseroan dapat dinikmatii oleh lebih banyak pemegang saham dan meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan.

Selain itu, Indosiar juga berencana membeli program acara baru dalam waktu dekat. Dengan program tersebut, maka segmen Indosiar akan sedikit lebih dewasa. "Ada program baru, namun rahasia, pokonya banyak," tutur dia.

Saat ditanya rencana ekspansi, Halim mengatakan, hingga kini belum ada rencana ekspansi. "Kita belum ada rencana saat ini, kita akan memperbaiki dulu program-program yang ada," tikes dia.

Sebagai informasi, dua anak usaha PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), yaitu PT Indosiar Karya Mandiri Tbk (IDKM) dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) berniat melakukan stock split alias pecah saham. Disebutkan, rasio pecah saham yang akan dilakukan keduanya yaitu 1:5. Sehingga harga sahamnya nanti akan jadi lima kali lebih kecil dari harga sekarang.

Presiden Direktur PT Schroder Invesmnet Management Michael Tjoajadi pernah bilang, stock split dinilai lebih banyak manfaat karena bisa meningkatkan likuiditas dan juga keterjangkauan investor ritel terhadap emiten yang harga sahamnya sudah mahal. “Stock split itu bagus karena bisa bikin likuid," ungkapnya.

Selain meningkatkan likuiditas, Michael mengatakan, pengurangan harga saham juga memberi kesempatan kepada investor ritel untuk untuk membeli saham bernilai besar dengan harga terjangkau. Hal ini tentu saja dapat meningkatkan jumlah investor ritel.

Stock split adalah aksi korporasi yang kerap dilakukan emiten di saat harga sahamnya terlalu mahal. Dengan memecah nilai nominal, maka harga saham emiten akan menjadi murah. Dampaknya, bisa terjangkau oleh investor ritel. (bani)

BERITA TERKAIT

BI Nilai Pelonggaran Bunga Masih Bisa Berlanjut

  NERACA Jakarta - Bank Indonesia mengklaim pelonggaran suku bunga kredit perbankan masih dapat berlanjut di 2018, meskipun penurunan suku…

Dirut Jasa Marga Tambah Porsi Saham JSMR

Tingkatkan nilai investasi, Direktur Utama PT Jasa Marga (persero) Tbk (JSMR), Desi Arryani menambah kepemilikan saham di Jasa Marga dengan…

Buyback Saham, NISP Siapkan Rp 800 Juta

NERACA Jakarta – Dalam rangka menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, PT OCBC NISP Tbk (NISP) berniat melakukan pembelian kembali…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Gagas Desa Nabung Saham di Lampung

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung menggagas Desa Nabung Saham untuk mendorong agar masyarakat memiliki penghasilan tambahan.”Sudah ada satu…

BFI Finance Kantungi Izin Usaha Syariah

Perusahaan pembiayaan, PT BFI Finance Indonesia Tbk telah memeroleh persetujuan perizinan pembukaan unit usaha syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).…

Total Emisi Obligasi Capai Rp 2,47 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah membukukan total emisi obligasi dan sukuk sebanyak 1 emisi dari 1 emiten senilai…