Kemenperin Minta Kementan Penuhi Kuota Impor Daging

Cukupi Kebutuhan Industri Pengolahan

Selasa, 04/09/2012

NERACA

Jakarta – Industri pengolahan daging dalam negeri tampaknya sudah tidak perlu risau bakal mengalami kesulitan bahan baku lagi. Pasalnya saat ini usulan Kementerian Perindustrian sudah memberikan usulan kepada Kementerian Pertanian untuk memenuhi kuota impor daging sebesar 8.500 ton hingga akhir tahun.

“Industri pengolahan daging yang tergabung dalam Nampa membutuhkan 7.000 ton daging impor. Sedangkan 750 ton daging impor diperuntukkan bagi anggota Asosiasi Distributor Daging Indonesia dan 750 ton bagi produsen pengolahan sosis dan bakso,” kata Direktur Industri Makanan Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Faiz Ahmad, di Jakarta, Senin (3/9).

Faiz menjelaskan kebutuhan daging beku untuk industri pengolahan pada tahun lalu mencapai 19.520 ton. “Tahun ini, permintaan daging beku naik 5% dibandingkan tahun lalu. Selama ini, kuota daging impor sebagian besar diperuntukkan bagi sektor perhotelan dan restoran, sehingga pasokan bagi industri sangat minim,” paparnya.

Sedangkan Ketua National Meat Processor Association (Nampa), Ishana Mahisa, mengatakan selama Semeter II-2012 industri pengolahan daging membutuhkan bahan baku 11.535 ton. Sementara itu, kuota impor daging sapi pada semetser II tahun ini sekitar 8.300 ton, tetapi yang dialokasikan kepada industri hanya 1.513 ton.

“Total perolehan daging impor oleh industri pada semester kedua sebanyak 8.513. Semestinya kami dapat 4.500 ton dari kuota impor daging sapi semester II-2012 sebesar 8.300 ton, sehingga kami bisa tenang karena jaminan ketersediaan bahan baku,” katanya.

Ishana menambahkan pemerintah memberikan impor daging sapi pada tahun ini 34.000 ton. Realisasi impor daging sapi beku pada semester I-2012 sebanyak 25.700 ton, sedangkan sisa untuk semester II sebanyak 8.300 ton.

“Akibat desakan dari industri, akhirnya pemerintah menambah kuota impor daging sapi beku sebanyak 7.000 ton. Dengan demikian, pasokan daging yang tersedia untuk industri olahan hanya mencapai 8.513 ton, sedangkan kekurangan bahan baku untuk pabrik sosis dan lainnya mencapai 3.022 ton hingga akhir tahun,” tandasnya.

Belum Mencukupi

Sebelumnya Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang memaparkan kalau kuota impor daging sapi yang ditetapkan pemerintah pada 2012 masih belum mencukupi karena kebutuhan yang meningkat. "Kuota daging sapi harus segera disikapi agar jangan sampai terjadi gejolak di kalangan pelaku usaha," kata Sarman.

Dia mengatakan penurunan kuota dari 100 ribu ton pada 2011 menjadi sekitar 34 ribu ton pada 2012 berdampak pada kurang pasokan daging sapi, meskipun asumsi pemerintah mengatakan bahwa saat ini ada 20 ribu ton daging sapi lokal.

Dia mengatakan bahwa daging lokal belum dapat mecukupi kebutuhan dalam negeri, sehingga masih terjadi kenaikan harga dan kelangkaan daging di kalangan pelaku usaha.

Menurut dia, daging lokal masih belum dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga impor masih diperlukan untuk memenuhi kebutuhan daging. Pemerintah, katanya, harus segera menyikapi karena industri pengolahan yang membutuhkan bahan baku daging seperti sosis, bakso, kornet dan sejenisnya. "Selain itu pelaku usaha dibidang hotel, restoran, cafe dan katering yang membutuhkan bahan baku daging dalam menjalankan usaha juga merasakan dampak keterbatasan pasokan daging," kata dia.

Pemerintah akan memberikan tambahan kuota impor daging sapi untuk industri pengolahan daging sebanyak 7.000 ton hingga akhir tahun ini. Kuota impor daging sapi pada tahun ini sekitar 34.000 ton yang dibagi ke semester I sebanyak 20.400 ton dan semester II 13.600 ton. Namun, pemerintah menggeser kuota impor semester II ke semester I sebanyak 5.600 ton sehingga kuota pada semester II hanya tersisa 8.300 ton.