Surplus Perdagangan RI “Lampu Kuning” - Dampak Krisis Dunia Makin Terasa

NERACA

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia Juli 2012 mencapai US$16,15 miliar. Bila dibanding Juli 2011 mengalami penurunan sebesar 7,27%. Sementara nilai impor Indonesia Juli 2012 sebesar US$16,33 miliar. Jika dibanding impor Juli 2011 (US$16,21 miliar) naik 0,75%.

Secara akumulatif, nilai ekspor dari Januari-Juli 2012 sebesar US$ 113,11 miliar atau turun 2,52% pada periode yang sama tahun lalu. Sedangkan total impor Januari-Juli 2012 sebesar US$ 112,78 miliar atau naik 13,02% pada periode sama tahun lalu. Dengan demikian, surplus perdagangan RI secara keseluruhan terus menuju lampung kuning lantaran semakin menipis menjadi US$ 335,5 juta.

Dalam catatan BPS, impor nonmigas pada Juli 2012 sebesar US$13,60 miliar atau naik US$0,23 miliar (1,66%) dibanding Juni 2012 (US$13,37 miliar), sedangkan selama Januari–Juli 2012 mencapai US$88,61 miliar atau naik 15,45% dibanding periode yang sama tahun 2011 (US$76,75 miliar).

Adapun impor migas Juli 2012 sebesar US$2,73 miliar atau turun US$0,62 miliar (18,51%) dibanding Juni 2012 (US$3,35 miliar), sedangkan selama Januari–Juli 2012 mencapai US$24,17 miliar atau naik 4,91% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (US$23,04 miliar).

Sementara nilai impor nonmigas terbesar Juli 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2,72 miliar atau naik 7,37% (US$0,19 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Juni 2012 (US$2,53 miliar). Impor golongan barang tersebut selama Januari–Juli 2012 mencapai US$16,67 miliar atau meningkat 25,55% (US$3,39 miliar) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (US$13,28 miliar).

Untuk negara pemasok, BPS mencatat, barang impor nonmigas terbesar selama Januari-Juli 2012 masih ditempati oleh China dengan nilai US$17,37 miliar dengan pangsa 19,60%, diikuti Jepang US$13,94 miliar (15,73%) dan Thailand US$6,86 miliar (7,75%). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 21,64%, sementara dari Uni Eropa sebesar 8,95%.

Secara total, nilai impor semua golongan penggunaan barang selama Januari–Juli 2012 dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat, yaitu impor barang konsumsi sebesar 5,43%, bahan baku/penolong sebesar 9,28%, dan barang modal sebesar 32,59%.

Ekspor Melempem

Kendati ekspor nonmigas Juli 2012 mencapai US$13,17 miliar atau naik 5,04% dibanding Juni 2012, namun jika dibanding ekspor Juli 2011 turun 3,25%. Sementara volume ekspor migas Juli 2012 terhadap Juni 2012 untuk hasil minyak dan gas masing-masing naik sebesar 12,17% dan 9,04%, sementara minyak mentah turun sebesar 10,65%. Sementara itu, harga minyak mentah Indonesia di pasar dunia naik dari US$99,08 per barel pada Juni 2012 menjadi US$102,88 per barel pada Juli 2012.

Menurut BPS, secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari–Juli 2012 mencapai US$113,11 miliar atau turun 2,52% dibanding periode yang sama tahun 2011, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$89,97 miliar atau turun 2,90%.

Peningkatan ekspor nonmigas terbesar Juli 2012 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$831,7 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$171,8 juta.

Komoditas lainnya yang juga mengalami peningkatan ekspor adalah bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$103,4 juta, berbagai produk kimia sebesar US$92,0 juta, pakaian jadi bukan rajutan sebesar US$10,6 juta, serta bahan kimia organik sebesar US$6,0 juta.

Sedangkan komoditi yang mengalami penurunan selain bahan bakar mineral adalah karet dan barang dari karet sebesar US$161,5 juta, mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$58,5 juta, kendaraan dan bagiannya sebesar US$18,5 juta, serta mesin/peralatan listrik sebesar US$6,1 juta.

Dalam catatan BPS, ekspor nonmigas ke China Juli 2012 mencapai angka terbesar yaitu US$1,57 miliar, disusul Jepang US$1,53 miliar, dan Amerika Serikat US$1,28 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,32%.

Peningkatan ekspor nonmigas Juli 2012 jika dibandingkan dengan Juni 2012 terjadi ke sebagian besar negara tujuan utama, yaitu India sebesar US$231,5 juta, Jepang sebesar US$93,6 juta, Malaysia sebesar US$65,5 juta, Australia sebesar US$64,0 juta, Taiwan sebesar US$45,6 juta, Jerman sebesar US$31,8 juta, Thailand sebesar US$12,1 juta, Perancis sebesar US$9,8 juta, China sebesar US$7,6 juta, dan Inggris sebesar US$3,8 juta.

Sebaliknya, ekspor ke Korea Selatan mengalami penurunan sebesar US$120,5 juta, diikuti Singapura sebesar US$109,7 juta serta Amerika Serikat sebesar US$25,3 juta. Sementara, ekspor ke Uni Eropa (27 negara) pada Juli 2012 mencapai US$1.657,6 juta. Secara keseluruhan, total ekspor ketiga belas negara tujuan utama di atas naik 3,48%.

Adapun menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari–Juli 2012 turun sebesar 3,56% dibanding periode yang sama tahun 2011, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 1,19%, sedangkan ekspor hasil pertanian naik sebesar 1,77%.

Dilihat dari kontribusinya terhadap ekspor keseluruhan Januari–Juli 2012, kontribusi ekspor produk industri adalah sebesar 60,15% sedangkan kontribusi ekspor produk pertanian adalah sebesar 2,72%, dan kontribusi ekspor produk pertambangan dan lainnya adalah sebesar 16,67%, sementara kontribusi ekspor migas adalah sebesar 20,46%.

BERITA TERKAIT

Mengukur Dampak Siklon Cempaka dan Dahlia

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan Siklon Tropis Cempaka dan Dahlia yang melanda sebagian wilayah Jawa belum lama ini merupakan…

Kemenperin Rancang Aturan Terkait Dampak Bahan Kimia Industri

      NERACA   Jakarta - Kementerian Perindustrian sedang merancang sebuah peraturan mengenai penanggulangan keadaan darurat dari bahan kimia…

Peluang Raih WTP Tujuh Kali - APBD 2018 Depok Surplus Ditolong PAD & SiLPA

Peluang Raih WTP Tujuh Kali APBD 2018 Depok Surplus Ditolong PAD & SiLPA NERACA Depok - APBD Kota Depok Tahun…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Indonesia-Tanzania Tingkatkan Relasi Perdagangan

NERACA Jakarta – Dubes RI untuk Tanzania Ratlan Pardede melakukan pertemuan dengan Presiden Zanzibar Ali Mohamed Shein pada Jumat (24/11)…

Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Terus Dijaga

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (Bapok) menghadapi Hari Besar Keagamaam Nasional…

Dunia Usaha - HIMKI Tentang Wacana Dibukanya Kran Ekspor Log dan Bahan Baku Rotan

NERACA Jakarta - Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Soenoto mengatakan sampai saat ini masih ada pihak-pihak yang…