Bikin Perusahaan Patungan, Trisula Suntik Modal Awal Rp 15 Miliar

Targetkan Penjualan Rp 200 Miliar

Selasa, 04/09/2012

NERACA

Jakarta – Guna meningkatkan penjualan, PT Trisula International Tbk (TRIS) membentuk perusahaan patungan PT Triduaribu Bersatu dengan menggandeng merek terkenal asal Hong Kong G2000. Dimana kepemilikan Trisula pada PT Triduaribu Bersatu menjadi mayoritas dengan kepemilikan saham sebesar 51%.

Direktur Utama Trisula International Lisa Tjahjadi mengatakan, kerjasama membentuk perusahaan patungan (joint venture) dengan G2000 ini menelan investasi sebesar Rp 15 miliar, “Modal awal perusahaan joint venture ini sebesar Rp.30 miliar. Karena kita mengambil porsi kepemilikan saham sebesar 51% dan sisanya G2000, maka kita menyertakan modal awal sebesar Rp.15 miliar,"katanya di Jakarta, Senin (3/9).

Dia menambahkan, dengan kepemilikan saham mayoritas, Trisula mengisi beberapa pos penting di level manajemen. "Presiden direkturnya nanti diisi oleh Pak Rudolf Simarmata (Direktur Trisula), nanti ada satu direktur dari G2000 dan dari kita," ungkapnya.

Sementara dirinya mengakui akan menjabat sebagai komisaris di perusahan joint venture tersebut. Kendati perusahaan joint venture telah beroperasi sejak 1 September lalu, masih banyak persoalan teknis yang harus diselesaikan.

Kata Lisa, kontribusi penjualan G2000 terhadap pendapatan konsolidasi Trisula masih kecil tahun ini dan diperkirakan di kisaran Rp 6-Rp 7 miliar. Kendatipun sumbangan penjualan G2000 masih minim, tidak serta merta mendorong manajemen Trisula untuk merevisi target penjualan 2012 yang ditargetkan Rp 591,1 miliar, “Saya tidak melakuan revisi. Memang awalnya G2000 kita agendakan tahun depan, tetapi kerjasama yang baik berjalan mulus sehingga kita bisa gelar tahun ini,"ungkapnya.

Saat ini G2000 telah beroperasi di 22 titik penjualan dan berbagai aksi revitalisasi 22 toko G2000 langsung dilakukan sejalan dengan penambahan titik penjualan baru. Pasalnya, akhir tahun 2013 nanti G2000 ditargetkan penjualan mencapai Rp 50 miliar dan dalam kurun waktu lima tahun kedepan diproyeksikan akan meraih penjualan Rp 200 miliar.

Sementara Presiden Direktur PT Triduaribu Bersatu, Rudolf Simarmata mengatakan, alasan kerjasama dengan perusahaan asal Hong Kong tersebut didasarkan karena G2000 memiliki prospek di Tanah Air yang sangat menjanjikan, terlebih mengingat minat konsumen Indonesia terhadap brand internasional masih sangat kuat. "Apalagi design modelnya sangat bagus, cocok untuk pekerja kantoran yang tetap ingin tampil muda," kata Rudolf.

Dia pun mengaku optimis target penjualan G2000 di tahun depan dapat tercapai. Saat ini saja sudah ada dua departemen store yang telah siap menghadirkan gerai G2000 dalam waktu dekat, yakni Metro dan Centro.

Disebutkan dia, pembukaan gerai G2000 di Metro Store antara lain Metro Senayan, Gandaria City, dan Pondok Indah. Sementara untuk Centro rencanaya di wilayah Mal Galaksi Surabaya, Ambarukmo Jogja, Margo City Depok, dan Paragon Solo. "Sebenarnya informasi pendirian toko baru G2000 akan terus bergerak, karena marketing kami selalu mengikuti perkembangan mal yang ada di Tanah Air," kata Rudolf.

PT Trisula International Tbk (TRIS) terus dilakukan, kali ini perseroan menambahkan kepemilikan modalnya ke anak perusahaan barunya PT Triduaribu Bersatu. Perseroan menyertakan 51% kepemilikan saham PT Triduaribu Bersatu atau 153 saham dengan nominal Rp1 juta atau senilai Rp15,3 miliar.

Selain itu, dia juga mengungkapkan penjualan sepanjang lebaran atau di bulan Agustus tercatat sebesar Rp 16 miliar atau tumbuh dibandingkan priode yang sama tahun lalu sebesar Rp 12,3 miliar. Penjualan sepanjang lebaran, merek yang laku terjual JOBB dan omset yang besar JackSpicklaus. (bani)