Red Lights: Sains Vs Supranatural

NERACA

Dr. Margaret Matheson (Sigourney Weaver) dan asistennya yang bernama Tom Buckley (Cillian Murphy) adalah seorang psikolog serta ahli di bidang ilmu metafisika. Selain sibuk mengajar di salah satu universitas terkemuka, Margareth dan Tom juga eksis meneliti kejadian supranatural serta membongkarnya secara ilmiah.

Margareth adalah seorang yang sangat skeptis tentang hal-hal yang berbau magis ataupun supranatural. Sudah cukup banyak kasus supranatural yang berhasil dipecahkannya dan membuktikan kalau hal itu adalah rekayasa semata.

Setiap kasus yang berhasil dipecahkan oleh Margareth, digunakan untuk bahan pembelajaran para mahasiswanya di kampus dan mengarahkan mereka untuk tidak mempercayai hal-hal yang berbau mistis. Margareth menggunakan istilah 'Red Lights' untuk menemukan petunjuk-petunjuk halus yang digunakan sebagai alat tipu daya yang digunakan oleh para cenayang, pemburu hantu, pembaca pikiran, pesulap dan sejenisnya.

Permasalahan mulai muncul ketika salah seorang cenayang terkenal bernama Simon Silver (Robert De Niro) mulai kembali ke dunia pertunjukan setelah 30 tahun vakum. Margareth yang pernah punya permasalahan pribadi dengan Simon, enggan untuk meneliti dia. Berbeda dengan Tom yang merasa semangat untuk membongkar kebohongan Simon setelah rekannya dipermalukan oleh asisten Simon di acara talkshowtelevisi.

Film yang termasuk genre Drama, Horor danThrillerini memang mengisahkan cerita yang unik di mana seseorang harus selalu berpikiran logis terhadap kejadian-kejadian aneh yang dialaminya. Meskipun filmRed Lightsmengisahkan seseorang yang skeptis dari sosok Margareth, namun bukan berarti layar lebar ini mengarahkan penonton untuk bersikap serupa. Di sinilah fungsi karakter Tom yang seakan memberikan penyeimbang dan tidak menjadikan ceritanya berat sebelah.

Red Lightsadalah film yang menampilkan banyak tanda tanya, oleh sebab itu akan lebih baik jika penonton tidak telat menyaksikan layar lebar ini dari awal. Karena cukup panjangnya misteri yang harus dipecahkan oleh Margareth dan Tom, membuat film ini baru akan terasa semakin jelas menjelang bagian akhir.

BERITA TERKAIT

Supaya Pelajaran Sains Menyenangkan

    Puluhan anak SD itu duduk mengelilingi meja. Satu persatu mereka dengan antusias mencoba mencelupkan pH Paper ke dalam…

Bank Danamon Luncurkan Program Red Match

    NERACA Jakarta - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) berkerja sama dengan klub sepak bola asal Ingris, Manchester…

Red Planet Masih Bukukan Raport Merah - Pendapatan Terkoreksi

NERACA Jakarta – Performance kinerja keuangan emiten properti dan perhotelan, PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) belum memuaskan bagi investor.…

BERITA LAINNYA DI RESENSI FILM

Love The Coopers: Kejutan untuk Klan Cooper

Film komedi barat berjudul “Love The Coopers” ini merupakan film yang berceritakan mengenai empat generasi dari klan Cooper yang datang…

Wujudkan Impian dengan Zikir 99 Asmaul Husna

Menurut etimologi,  Asmaul Husna berasal dari kata Al Asma dan Al Husna, yang artinya nama-nama yang indah. Secara istilah Asmaul…

Pride and Prejudice and Zombies

Pride and Prejudice and Zombies adalah salah satu film horor arahan arahan sutradara Burr Steers yang rilis di awal tahun…