Melongok Koleksi Museum Perangko

Sabtu, 08/09/2012

NERACA

Kemajuan zaman memang memaksa manusia untuk berpikir lebih cepat, begitu pula dengan zaman surat. Surat kini sudah mulai ditinggalkan, dan perangko yang dulu menjadi primadona tidak lagi segemilau dahulu.

Namun kini kita tetap bisa melihat perangko di museum. Museum Perangkodihiasi sejumlah ukiran dan patung gaya Bali dan Jawa, dikelilingi pagar tembok dengan dua pintu gerbang yang mengambil model dasar candi bentar. Museum ini memamerkan koleksi aneka perangko Indonesia dan luar negeri.

Terletak di salah satu sudut Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Museum Perangko ini menyimpan bermacam-macam perangko surat. Di depan pintu masuk berdiri patung Hanoman, yang dalam pewayangan dikenal sebagai dhuta dharma pembawa berita, misinya sama dengan tugas pos.

Di samping kiri dan kanan pintu masuk ada dua lukisan gaya Bali karya pelukis Wayan Sutha yang merupakan cuplikan cerita pewayangan versi Bali, menggambarkan bahwa pada masa sebelum kertas dikenal seperti sekarang surat-menyurat menggunakan daun ‘ron’ tal.

Di Museum Perangko ini terdapat enam ruangan perangko atau biasa disebut ruang pamer. Ruang pamer pertama menyajikan berbagai koleksi, antara lain foto bahan dan alat yang digunakan untuk menulis surat pada daun tal, miniatur alat angkut surat tahun1602sampai tahun1864, serta foto-foto perangko pertama di dunia yang dikenal dengan The Penny Black, tokoh pencetus perangko Sir Rowland Hill, Kantor Pos pertama di Batavia, perangko pertama Belanda yang terbit tahun1852, dan klise perangko Belanda pertama bergambarRaja Willem IIIyang diterbitkan 1864.

Namun kini perangko sudah tidak segemerlap dulu, orang-orangpun sudah berpindah menggunakan teknologi yang lebih canggih, dan sudah sangat jarang orang yang menggunakan surat untuk berkomunikasi, namun sebagian orang tetap setia pada perangko, bukan untuk digunakan, namun untuk dikoleksi.

Begitu pula dengan Museum Perangko, tidak lagi seramai dulu, masa kini orang-orang lebih memilih pergi ke tempat hiburan atau pusat perbelanjaan dibandingkan dengan pergi ke Museum, padahal di Museum kita bisa mendapatkan informasi banyak dan mengetahui banyak hal yang tentunya sangat bermanfaat.