Garap Ekonomi Kreatif, Pemerintah Gandeng Belanda

Selasa, 04/09/2012

NERACA

Jakarta- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menjajaki kerja sama bilateral dengan Menteri Ekonomi, Pertanian dan Inovasi Belanda, Maxime Verhagen. Dalam lawatan kerja ke Belanda pada 30 Agustus-1 September 2012, Menparekraf Mari Elka Pangestu mengaku siap bekerjasama mengembangkan sektor kreatif melalui kerjasama peningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

"Program pelatihan, kerjasama pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan pembahasan kebijakan pengembangan industri kreatif seperti pemberian insentif dan keringanan pajak menjadi topik pembahasan dengan Maxime Verhagen," jelas Mari E. Pangestu seperti tertuang dalam keterangan pers yang diterima Neraca, Senin.

Lebih lanjut dia menjelaskan, hal tersebut dilakukan seiring dengan kemantapan pemerintah Belanda menjadikan industri kreatif sebagai salah satu sektor unggulan mereka. Dari beberapa kementerian, instansi pemerintah, BUMN seperti Pertamina, asosiasi, dan pihak swasta yang ikut berpartisipasi di Floriade, menurut Mari, telah diselenggarakan berbagai pertemuan bisnis yang menghasilkan berbagai kerjasama maupun potensi bisnis yang akan dikembangkan.

Mari menambahkan, pada kesempatan tersebut, dia juga mengadakan pertemuan dengan beberapa tur operator besar yang memiliki jaringan di pasar Indonesia. Menurutnya, pertemuan ini penting untuk dilakukan karena Indonesia berkepentingan untuk menjaga pasar Belanda agar tetap tumbuh meskipun benua Eropa tengah mengalami kontraksi ekonomi.

"Kita harus menganalisis hal-hal yang menjadi hambatan dan dicarikan solusinya agar wisatawan dari Belanda dan Eropa yang berkunjung ke Indonesia, baik kuantitas maupun kualitas semakin bertambah," tandasnya.

Pertemuan tersebut bertepatan dengan kunjungan kerja dalam rangka menghadiri National Day di World Horticultural Floriade di Venlo. Tahun ini keikutsertaan Indonesia di Floriade adalah untuk ketiga kalinya, dan mendapatkan respon yang sangat positif. Dalam sehari, paviliun Indonesia di Floriade dikunjungi oleh 5 ribu – 8 ribu orang.

Keunikan rumah adat dari berbagai daerah seperti Toraja, Betawi, dan Jawa (Rumah Joglo) dipamerkan paviliun Indonesia. Selain itu, Indonesia juga menampilkan produk seni budaya hasil kreatifitas anak bangsa dan informasi mengenai daya tarik wisata dari berbagai daerah.

"Dari perkiraan dua juta pengunjung Floriade, diperkirakan 40 persennya mengunjungi Paviliun Indonesia. Angka ini tentu sangat menggembirakan mengingat Floriade yang diselenggarakan setiap 10 tahun adalah ajang promosi yang baik untuk hortikultura dan daya tarik pariwisata Indonesia," paparnya.

Strategi Wisata

Sampai dengan Juni 2012, pertumbuhan wisatawan mancanegara (wisman) tercatat mencapai 7,75 persen. Pertumbuhan tersebut mendekati rata-rata pertumbuhan wisman di Asia Pasifik yang tercatat 8 persen. Pertumbuhan wisman pada semester pertama ini masih didominasi pertumbuhan wisman dari lima Negara, yaitu Singapura sebesar 615.390 wisman atau tumbuh 1,1%, Malaysia 557.413 wisman (10,1%), Australia 422.787 wisman (6,1%), RRT 305.303 wisman (33,5%), dan Jepang 200.093 wisman (5%).

Sementara, pertumbuhan wisman dari negara - negara Eropa terutama Inggris (4,5%) dan Jerman (6,7%) masih baik, walaupun dari Belanda menurun (-2,8%) dan pertumbuhan wisman dari AS (9,9%).

Melihat tren sampai dengan Juni, Menparekraf optimis bahwa target 8 juta wisman untuk 2012 dapat tercapai dan bahkan dapat lebih. Oleh karena itu, selain berupaya meningkatkan angka kunjungan wisman dan jumlah perjalanan wisnus, Menparekraf juga berupaya untuk meningkatkan kualitas berwisata yang salah satunya diukur dengan lama tinggal (length of stay) dan besarnya pengeluaran.

"Banyak negara yang kini mulai fokus untuk mengembangkan wisata minat khusus dan tidak hanya terpaku pada peningkatan jumlah wisman semata," ujar Mari beberapa waktu lalu.

Menurut dia, strategi promosi wisata minat khusus perlu semakin ditingkatkan karena potensinya yang besar, di antaranya trekking, snorkeling, diving dan golf. Untuk wisata minat khusus, saat ini Kemenparekraf sudah dan sedang menyusun program aksi untuk 3 tahun mendatang untuk meningkatkan wisata bahari terutama menyelam, wisata rekreasi olah raga antara lain golf, wisata kapal pesiar, dan wisata MICE.