Awal Pekan, IHSG Masih Pertahankan Penguatan

Senin, 03/09/2012

NERACA

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Jum’at (31/8) akhir pekan kemarin berhasil ditutup menguat ditengah tekanan yang cukup besar. Indeks mampu menguat 34 poin setelah investor mengakumulasi saham yang sudah murah akibat koreksi diawal perdagangan. Alhasil, indeks masih bisa positif meski asing melakukan jual bersih Rp 895 miliar.

Kemudian indeks BEI pada pekan di perkirakan analis akan mampu mempertahankan penguatannya, dimana kebijakan Bank Indonesia soal inflasi Agustus diperkirakan masih dibatas wajar dan pertumbuhan ekonomi yang dinilai masih positif.

Menurut pengamat pasar modal John Veter, pergerakan indeks awal pekan bergerak relatif menguat setelah pidato Gubernur The Fed, Ben Bernanke tentang kesiapan bertindak cepat menggairahkan ekonomi AS. Oleh karenanya sentimen global dinilai tidak terlalu hambatan bagi pergerakan IHSG, “Indeks pekan depan akan menguat hingga level support 4.020 dan level resistence 4.150. Selain itu sentimen pekan depan atau di bulan September juga akan dipengaruhi sentimen domestic,”katanya di Jakarta kemarin.

Dia menambahkan, sektor saham yang layak dikoleksi para investor masih dari sektor perbankan seperti Mandiri dan BRI. Selain itu saham sektor manufaktur juga dinilai bakal menguat seperti semen gresik (SMGR) bisa dijadikan incaran bagi investor.

Sebagai informasi, indeks Jum’at akhir pekan ditutup menguat 34,748 poin (0,86%) ke level 4.060,331. Sementara Indeks LQ45 menguat 6,783 poin (0,98%) ke level 695,532. Indeks berfluktuasi dalam rentang yang lebar, pembukaan pagi sempat jatuh sangat dalam kini menanjak cukup tinggi. Aksi beli baru terjadi sore hari ketika saham-saham sudah murah akibat koreksi pagi hari.

Meski menguat, investor asing melarikan dananya dari pasar modal cukup banyak. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 895,152 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 126.055 kali pada volume 3,703 miliar lembar saham senilai Rp 5,059 triliun. Sebanyak 162 saham naik, sisanya 66 saham turun, dan 95 saham stagnan. Bursa-bursa di regional rata-rata masih terjebak di zona merah akibat kekhawatiran melambatnya ekonomi global. Bursa Singapura berhasil keluar dari jeratan jaring negatif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 3.000 ke Rp 243.000, Indocement (INTP) naik Rp 900 ke Rp 20.250, Astra Agro (AALI) naik Rp 800 ke Rp 22.300, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 750 ke Rp 38.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 1.100 ke Rp 20.050, Mandom (TCID) turun Rp 200 ke Rp 8.300, Nipress (NIPS) turun Rp 200 ke Rp 3.700, dan London Sumatera (LSIP) turun Rp 175 ke Rp 2.400.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup turun 20,057 poin (0,50%) ke level 4.005,526. Sementara Indeks LQ45 melemah 4,084 poin (0,59%) ke level 684,665. Saham-saham tambang jadi penopang jatuhnya bursa, dipimpin oleh saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang akhirnya bisa naik setelah turun terus-terusan akibat rumor kebangkrutan beberapa hari lalu.

Sedangkan saham-saham di sektor lainnya masih terkena tekanan jual. Aksi jual paling marak melanda saham-saham berbasis perdagangan dan aneka industri. Sementara penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) Inti Bangun Sejahtera (IBST) tidak mampu menahan koreksi indeks. Padahal saham IBST sudah naik cukup tinggi.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 54.637 kali pada volume 1,528 miliar lembar saham senilai Rp 2,03 triliun. Sebanyak 78 saham naik, sisanya 114 saham turun, dan 90 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Prima (LPIN) naik Rp 500 ke Rp 7.050, Inti Bangun (IBST) naik Rp 500 ke Rp 1.500, Indocement (INTP) naik Rp 400 ke Rp 19.750, dan Garda Tujuh Buana (GBTO) naik Rp 200 ke Rp 6.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.300 ke Rp 48.150, United Tractor (UNTR) turun Rp 1.000 ke Rp 20.150, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 400 ke Rp 13.600, dan Unilever (UNVR) turun Rp 300 ke Rp 26.550.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka dibuka melemah 39,74 poin (0,99%) ke level 3.985,848 dan indeks LQ45 turun 8,85 poin (1,29%) ke level 679,89. Koreksi bursa didukung aksi jual asing, yang mencatatkan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp40 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp93 miliar and transaksi beli mencapai Rp52 miliar. (bani)