Juli 2012, Ekspor Produk Rotan Tembus US$ 131 Juta

Senin, 03/09/2012

NERACA

Jakarta - Setelah pemerintah menutup kran ekspor bahan baku rotan mentah,saat ini ekspor Indonesia meningkat sangat signifikan. Menurut data Kementerian Perindustrian ekspor rotan dan furniture di Juli 2012 mencapai US$ 131 juta dibandingkan Juli 2011 yang hanya US$ 91 juta. Jika dihitung ekspor rotan Indonesia naik sebesar 40%.

“Ekspor rotan Indonesia Juli 2012 mencapai US$ 131 juta dibandingkan Juli 2011 yang hanya US$ 91 juta,naik sebesar 40 %”ungkap Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan saat menghadiri acara Indonesian Furniture Design Award di Jakarta, akhir pekan lalu.

Lebih jauh lagi Aryan memaparkan,kalau dilihat peningkatan ekspor rotan yang begitu signifikan dalam beberapa bulan ini. Ia sangat optimis ekspor rotan sampai akhir tahun ini mencapai US$ 200 juta.pasalnya permintaan dari luar negeri saat ini meningkat terus.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Benny Wachyudi, setelah dilakukan hilirisasi, ekspor produk rotan pada 3 bulan pertama 2012 memperlihatkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan tahun 2011. Lebih jauh lagi Benny memaparkan, 3 bulan pertama 2011 ekspor produk jadi rotan (furnitur dan kerajinan) mencapai US$ 36,07 juta dan sampai dengan Desember 2011 mencapai US$201,1 juta.

Sementara pada tiga bulan pertama 2012 sudah mencapai US$ 58,2 juta. Bahkan kalau dilihat dari ekspor produk rotan dari' bulan ke bulan menunjukkan tren yang terus meningkat, dan diperkirakan ekspor produk rotan pada tahun 2012 akan mencapai US$ 275 juta atau meningkat sebesar 36,8%.

Bahkan, ujar Benny, sudah ada beberapa kompetitor dari negara lain yang tidak bisa memenuhi permintaan furniture rotan dan meminta produsen dari Indonesia untuk memenuhi pesanannya. Terlebih lagi, kini sudah mulai kembali kontak dagang antara industri furniture rotan dengan pembeii dari luar negeri yang selama ini tidak melakukan pembelian dan mulai ada gairah wirausaha baru di bidang industri hasil rotan, dengan adanya larangan ekspor rotan.

Selain itu sejumlah perusahaan mebel rotan asal Jerman dan Vietnam juga tertarik berinvestasi di Indonesia, yang rencananya juga bertempat di daerah Surabaya dan Cirebon. Dengan jumlah investor di bidang mebel rotan tersebut diharapkan bisa meningkatkan nilai ekspor mebel rotan dan menambah lapangan kerja di dalam negeri.

Sekedar informasi Kementerian Perindustrian melakukan meningkatkan pemanfaatan produk rotan seperti furnitur untuk instansi Pemerintah dengan pengiriman Surat Menteri Perindustrian kepada Kementerian lainnya maupun kepada Gubernur.Selanjutnya surat tersebut sudah ditindaklanjuti dengan surat Menteri Dalam Negeri kepada Gubernur dan Bupati /Walikota.

Memperkenalkan produk furnitur rotan untuk sekolah SD & SMP dengan pengadaan meja dan kursi melalui CSR perusahaan dengan target 30.000 set. Mengembangkan industri pengolahan rotan di daerah sumber bahan baku.Meningkatkan peran resi gudang untuk menampung bahan baku rotan.

Mendorong lembaga pembiayaan untuk pengadaan bahan baku rotan, sebagai contoh beberapa pengusaha di sentra produksi rotan akan niembentuk lembaga pengadaan bahan baku khususnya koperasi dalam rangka mengantisipasi meningkatnya pasokan bahan haku rotan.