Kurang Kesadaran Untuk Menjaga Kesehatan Gigi

NERACA

Gigi berlubang hingga saat ini masih menjadi salah satu penyakit yang sering dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa. Menurut fakta dari WHO Oral Health Media Center per April 2012, sebanyak 60-90% anak usia sekolah dan hampir semua orang dewasa di seluruh dunia memiliki masalah gigi. Padahal jika terus dibiarkan, penyakit gigi dan mulut dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius yang akhirnya merambah ke organ tubuh lainnya.

Untuk Indonesia sendiri, data-data mengenai penyakit gigi yang dialami anak-anak dan usia dewasa menunjukkan kondisi yang sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Hal ini memperlihatkan masih rendahnya kesadaran akan pentingnya merawat kesehatan gigi dan mulut, yang sebenarnya sangat esensial bagi kesehatan secara umum dan juga kualitas hidup seseorang.

Kesadaran pola hidup sehat masyarakat daerah terpencil rendah, terbukti dengan ditemukannya banyak warga yang belum mengenal pasta dan sikat gigi sehingga kesehatan mulut dan gigi cukup memprihatinkan.

Masih rendahnya pengetahuan terhadap sikat gigi ini karenakan kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat di pedesaan oleh pemerintah daerah. Masih banyaknya masyarakat yang menggunakan batu dan kayu untuk membersihkan gigi.

Membersihkan gigi dengan batu dan kayu kurang optimal dikarenakan kuman yang ada dalam gigi masih belum hilang, ini yang menyebabkan gigi mudah rusak.

Untuk mengatasi hal tersebut dinkes berusaha menyediakan sikat dan pasta gigi di sekolah-sekolah agar para siswa dapat menggosok gigi secara teratur setiap hari di sekolah masing-masing.

Untuk membantu masyarakat di pedesaan kini telah menggalakkan program peningkatan kesehatan berupa sikat gigi dan cuci tangan bersama untuk siswa SD di daerah terpencil agar mereka sadar pentingnya menjaga kesehatan mulut dan gigi.

Dengan program ini diharapkan masyarakat di daerah terpencil semakin sadar dan peduli dengan kesehatan gigi dan mulut karena merupakan organ vital untuk makan sehingga dapat memengaruhi pencernaan dan kondisi kesehatan tubuh.

Untuk dapat memberikan pelayanan penyuluhan dan perawatan kesehatan gigi bagi warga di daerah terpencil, pemerintah daerah harus menyediakan fasilitas yang dikhususkan untuk penanganan masalah gigi.

Pendidikan Rendah

Tak bisa dipungkiri pengetahuan yang rendah terhadap masyarakat pedesaan diikuti dengan masih banyak anak usia dini yang belum mendapatkan pelayanan pendidikan tak dapat dipungkiri, terlebih bagi masyarakat kelas bawah yang merupakan sebagian besar penduduk Indonesia yang berada di pedesaan.

Hal itu disebabkan antara lain kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi masih rendah. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi dan kesehatan untuk peningkatan kualitas anak, nampaknya jauh lebih baik daripada kesadaran akan pentingnya pendidikan.

BERITA TERKAIT

Membangun Bisnis Untuk Pemula

Membuka bisnis sendiri atau berwirausaha kian digandrungi banyak orang. Bagi seseorang yang fleksibel dan tidak suka terikat, berbisnis memang menjadi…

Podjok Halal Disinggung Untuk Go Public

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI),Tito Sulistio mendorong PT Podjok Halal Sejahtera yang baru saja meresmikan gerai kelimanya di…

APBD Lebih Banyak Disedot untuk Gaji PNS

    NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan saat ini sekitar 37 persen dari APBD digunakan untuk…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Seberapa Cepat Dehidrasi Akan Membunuh Seseorang?

Tidak ada prediktor yang dapat memastikan seberapa cepat dehidrasi akan membunuh seseorang. Kesehatan, cuaca dan tingkat aktivitas fisik individu bisa…

Kayu Manis Bantu Pembakaran Kalori

Kayu manis bisa disertakan dalam daftar senjata melawan obesitas menurut hasil studi yang dilakukan para peneliti University of Michigan di…

Mengenal Penyakit Endometriosis dan Fibroid

Zaskia Sungkar baru saja menjalani operasi endometriosis dan fibroid di Kuala Lumpur, Malaysia. Sebenarnya apa itu endometriosis dan fibroid? Endometriosis…