KPEI Bukukan Laba Bersih Turun 35,63% di Semester Pertama

NERACA

Jakarta - PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) mencatatkan laba bersih semester pertama 2012 turun 35,63% menjadi Rp28,36 miliar, ketimbang periode yang sama 2011 sebesar Rp44,06 miliar.

Informasi tersebut disampaikan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (30/8). Perseroan juga mencatatkan pendapatan usaha turun tipis 1,68% menjadi Rp114,75 miliar dibandingkan priode yang sama tahun lalu sebesar Rp116,72 miliar. Beban usaha perseroan naik menjadi Rp75,38 miliar pada semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 sebesar Rp57,03 miliar.

Sementara ekuitas perseroan naik menjadi Rp662,76 miliar pada 30 Juni 2012 dari posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp636,04 miliar. Aset perseroan naik menjadi Rp3,35 triliun pada 30 Juni 2012 dari posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp2,15 triliun. Kas dan setara kas turun menjadi Rp243,21 miliar pada 30 Juni 2012 dari posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp271,55 miliar.

Selain itu, KPEI juga meningkatkan batas agunan berupa Dana Minimum Kas (DMK) atau cash collateral sekuritas anggota kliring (AK) dari Rp100 juta menjadi Rp1 miliar pada 1 September. Direktur Utama KPEI, Hasan Fawzi mengatakan, peningkatan dana yang disebut minimum cash collateral tersebut telah diatur dalam peraturan KPEI Nomor II-12 tentang penempatan agunan. Hal itu diberlakukan pada 1 September 2012, “Karena pada 1 September jatuh pada Minggu maka akan mulai pada 2 September 2012," tuturnya.

Menurutnya, tidak banyak sekuritas anggota kliring (AK) yang akan kesulitan memenuhi peningkatan DMK. Hal itu dikarenakan hanya ada sebagian kecil sekuritas yang perlu meningkatkan nilanya. Hasan mengatakan, hingga kini sudah sebagian besar anggota bursa mencatatkan nilai transaksi saham besar sehingga jaminannya sudah di atas Rp1 miliar."Hampir semua sudah di atas Rp1 miliar tetapi nilainya naik turun sehingga tidak ada yang tetap," katanya.

Adapun peningkatan cash collateral, Hasan menuturkan, hal tersebut agar likuiditas dan nilai transaksi pasar semakin besar karena ada dana yang menganggur. Selain DMK, agunan anggota kliring dapat berupa deposito, kontrak bank garansi, saham, surat utang negara (SUN), dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI). (bani)

BERITA TERKAIT

Bank Ganesha Raih Laba Rp51,1 miliar

    NERACA   Jakarta - PT Bank Ganesha Tbk meraup laba bersih setelah pajak (audited) sebesar Rp51,1 miliar sepanjang…

Multipolar Bukukan Penjualan Rp 12,80 Triliun

PT Multipolar Tbk (MLPL) meraih penjualan sebesar Rp12,80 triliun hingga periode 30 September 2017 turun tipis dibandingkan penjualan Rp12,89 triliun…

Elnusa Bukukan Pendapatan Rp 4,9 Triliun - Percepat Kinerja Operasi

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2017 kemarin, PT Elnusa Tbk (ELSA) berhasil mendongkrak kinerja dengan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp4,9…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

TBIG Berikan Layanan Kesehatan di Jateng

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Tower Bersama InfrastructureTbk (TBIG) memberikan bantuan pangan dan…

BEI Perpanjang Suspensi GREN dan TRUB

Lantaran belum melakukan pembayaran denda, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperpanjang penghentian sementara perdagangan efek PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)…

Bukalapak dan JNE Hadirkan Layanan JTR

Sebagai bentuk komitmen Bukalapak untuk terus berusaha memberikan layanan terbaik dan mengoptimalkan jasa layanan pengiriman barang besar yang dapat mempermudah dan…