Beban Naik, Perdana Karya Rugi Rp 252,93 Juta

NERACA

Jakarta - Emiten jasa konstruksi dan land clearing pertambangan, PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) mengalami rugi bersih pada semester satu sebesar Rp 252,93 juta atau turun signifikan hingga 146,52% dibandingkan dengan torehan laba bersih di periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 543,73 juta.

Hal tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/8). Disebutkan, anjloknya laba bersih perseroan didorong oleh kenaikan beban pokok pendapatan hingga 21,26%, dari Rp 106,25 miliar menjadi Rp 128,84 miliar.

Kenaikan beban pokok terutama disebabkan oleh kenaikan beban pokok di segmen bisnis konstruksi dan land clearing. Per Juni tahun ini, beban pokok segmen ini mencapai Rp126,09 miliar, naik 43,47% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp87,89 miliar.

Kondisi rugi bersih yang dialami Perdana Karya berbanding terbalik dengan pos penjualan perseroan yang tumbuh di level dua digit. Hingga Juni 2012, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 151,95 miliar, tumbuh 17,81% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 128,98 miliar.

Asal tahu saja, Jasa konstruksi dan land clearing menjadi penopang utama pendapatan dengan kontribusi mencapai Rp149,76 miliar, atau setara dengan 98,56% pendapatan konsolidasi perseroan.

Perdana Karya pada kuartal satu lalu juga membukukan rugi bersih sebesar Rp 338,04 juta atau Rp (0,56) per saham. Rugi bersih kuartal satu 2012 tersebut menunjukan terjadi penurunan kinerja perseroan bila dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal satu tahun 2011 sebesar Rp 1,58 miliar atau Rp 2,63 per saham.

Hal tersebut disebabkan oleh beban Pokok perseroan mengalami kenaikan dari Rp 37,38 miliar menjadi Rp 77,90 miliar pada kuartal satu tahun ini. Pendapatan perseroan mengalami peningkatan dari Rp 46,59 miliar menjadi Rp 86,79 miliar pada kuartal satu tahun ini. (didi)

BERITA TERKAIT

CPRO Incar Penjualan Ekspor US$ 100 Juta

NERACA Jakarta – Sampai dengan akhir tahun 2018, PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) menargetkan penjualan ekspor udang olahan mencapai…

Naik Rp1,25 Triliun, Banggar Tetapkan Anggaran Subsidi Energi Rp157,79 Triliun

      NERACA   Jakarta - Rapat Panitia Kerja Badan Anggaran DPR menyetujui alokasi subsidi energi sebesar Rp157,79 triliun…

Menaker Klaim Fasilitasi Penempatan Kerja 8 Juta Orang

    NERACA   Bekasi - Kementerian Ketenagakerjaan mengklaim telah memfasilitasi penempatan kerja kepada delapan juta lebih angkatan kerja dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…