Bangun Pabrik Baru, Mayora Investasikan Rp450 Miliar - Terus Gelar Ekspansi

NERACA

Tangerang- Perusahaan biskuit nasional, PT Mayora Indah Tbk. mengalokasikan dana sebesar Rp 450 miliar, untuk membangun pabrik baru di Balaraja, Tangerang. "Saat ini pembangunannya sudah separuh jalan, nilai investasi untuk infrastruktur dan mesin sebesar Rp 450 miliar," ujar Hendri P, Finance Accounting Director Mayora, saat jumpa pers di pabrik Mayora, Tangerang, kemarin.

Menurut Hendri, dana tersebut berasal dari dana obligasi sebesar Rp 750 miliar yang cair di bulan Mei 2012. Rencananya, pabrik tersebut akan beroperasi di tahun 2013. Kapasitas untuk pabrik tersebut diperkirakan mampu untuk memproduksi 200.000 ton biskuit, dan akan mempekerjakan sekitar 2.000 karyawan.

Hendri menambahkan, dengan adanya penambahan pabrik baru tersebut diharapkan bisa menambah penjualan sekitar 20-30%. Sementara, pada semester kedua tahun ini, Mayora mengincar penjualan sebesar Rp6 triliun. Target penjualan tersebut, menurut Hendri setara dengan 65% dari total target penjualan yang dipatok perseroan untuk tahun ini yaitu sebesar Rp11,4 triliun.

"Pada semester pertama kemarin realisasi penjualan kami Rp5,4 triliun atau 45% dari target sampai dengan akhir tahun sebesar Rp11,4 triliun," jelasnya.

Menurut dia, realisasi penjualan diperkirakan bisa mencapai 65% dari target karena ada faktor lebaran, natal, dan persiapan tahun baru. "Di semester pertama, siklus penjualan biasanya memang lebih rendah, tapi di semester kedua kemungkinan bisa lebih besar karena ada beberapa even," katanya.

Sampai dengan periode Januari-Juni 2012, perseroan mencatat sebagian besar penjualan dipasarkan ke pasar domestik yaitu mencapai Rp3,68 triliun sedangkan sisanya Rp1,76 triliun di ekspor ke luar negeri. Sepanjang tahun lalu, perusahaan yang masuk ke dalam Grup Inbisco ini membukukan penurunan laba bersih sebesar 2,69% menjadi Rp471,03 miliar dari Rp484,07 miliar pada tahun sebelumnya.

Penurunan laba bersih tersebut disebabkan oleh kenaikan bahan baku seperti gula dan creamer sekitar 19%-25%. Seiring dengan kenaikan bahan baku tersebut, perseroan pada tahun ini berencana menaikkan harga jual produk Mayora sekitar 5%-10% secara bertahap.

Pasar Ekspor

Sampai saat ini, Mayora telah melakukan penjualan ke 85 negara. Kontribusi pendapatan dari pasar ekspor terhadap total pendapatan perseroan terus mengalami peningkatan dari 8% di 2007 menjadi 35% di akhir tahun 2011.

Rencananya, di 2012, Mayora berencana melakukan ekpansi ke negara Timur Tengah dan Afrika. Dengan melakukan ekspansi di dua negara tersebut, Hendri memprediksikan, target ekspornya bisa mencapai US$10 juta.

Untuk menjamin ketersediaan produk-produknya di pasar internasional, saat ini perseroan telah menjalin kerja sama dengan beberapa distributor dan pembeli langsung di luar negeri. Sementara untuk pasar lokal sendiri, perseroan mempercayakan jaringan distribusinya melalui PT Inbisco Niagatama Semesta.

BERITA TERKAIT

Ansaldo Energia Gelar Customer Day - Perkuat Pasar Listrik di Indonesia

NERACA Jakarta - Ansaldo Energia, perusahaan asal Italia di industri pembangkit tenaga listrik terintegrasi, memperkuat pasar Indonesia sejalan dengan program…

Wakil Ketua MPR RI - Bangun Indonesia dari Kampung Halaman

Oesman Sapta Wakil Ketua MPR RI Bangun Indonesia dari Kampung Halaman Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta mengingatkan…

Ketua DPR RI - KPU Terus Bersihkan Data Ganda

Bambang Soesatyo Ketua DPR RI KPU Terus Bersihkan Data Ganda Jakarta - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendorong Komisi Pemilihan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

DHL Express Indonesia Bangun Fasilitas Baru di Pulogadung

NERACA Jakarta – DHL Express, penyedia layanan ekspres internasional terkemuka di dunia, hari ini secara resmi meluncurkan fasilitas baru di…

Revolusi Industri 4.0 Buka Peluang Dongkrak Keterampilan SDM

NERACA Jakarta – Era revolusi industri 4.0 membuka kesempatan bagi sumber daya manusia (SDM) di sektor manufaktur untuk memiliki keahlian…

RI dan Korsel Berkolaborasi Untuk Sukseskan Industri 4.0

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian RI dan Dewan Riset Nasional untuk Ekonomi, Kemanusiaan, dan Ilmu Sosial atau National Research Council…