Akhir Pekan, IHSG Masih Melanjutkan Pelemahan

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis masih rapot merah. Pasalnya, sejak awal perdagangan hingga penutupan pasar masih terkoreksi dan besarnya sentimen negatif bursa regional mempengaruhi kinerja indeks dan hasilnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup anjlok 67,587 poin (1,65%) ke level 4.025,583. Sementara Indeks LQ45 jatuh 13,475 poin (1,92%) ke level 688,749.

Analis Sinarmas Sekuritas, James Wahjudi mengatakan, IHSG kembali melemah menjelang akan disiarkannya kebijakan mengenai moneter AS, “Dirilisnya data-data ekonomi AS yakni data GDP kuartal dua 2012, personal 'jobless claims, personal income dan personal spending' juga masih diperhatikan pasar dengan kecenderungan investor melepas sahamnya," katanya di Jakarta Kamis (30/8).

Selain itu, lanjut dia, antisipasi terhadap data-data ekonomi Jepang yakni tingkat produksi industri dan tingkat inflasi Juli juga memberikan sentimen tambahan. Berikutnya, indeks BEI Jum’at akhir pekan secara teknikal diperkirakan akan masih melanjutkan pelemahan di kisaran 3.965-4.060 poin. Beberapa saham-saham yang dapat diperhatikan diantaranya Kalbe Farma (KLBF), Bank Central Asia (BBCA), HM Sampoerna (HMSP), Nippon indosari (ROTI).

Pada perdagangan kemarin berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 96.256 kali pada volume 3,4 miliar lembar saham senilai Rp 4,2 triliun. Sebanyak 51 saham naik, sisanya 212 saham turun, dan 65 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia masih bergerak memerah sampai penutupan perdagangan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 1.000 ke Rp 709.000, Duta Pertiwi (DUTI) naik Rp 400 ke Rp 3.300, Garda Tujuh Buana (GTBO) naik Rp 200 ke Rp 5.800, dan Multiprima Sejahtera (LPIN) naik Rp 150 ke Rp 6.550.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.050 ke Rp 49.450, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp 850 ke Rp 19.350, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 600 ke Rp 14.000, dan Tower Bersama (TOWR) turun Rp 500 ke Rp 22.000.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI juga ditutup melemah 61,729 poin (1,51%) ke level 4.031,441. Sementara Indeks LQ45 jatuh 11,927 poin (1,70%) ke level 690,297. Seluruh sektor industri di lantai bursa merah 'terbakar'. Aksi jual merambah seluruh lapisan saham, rata-rata koreksi per sektor lebih dari satu persen.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 46.317 kali pada volume 1,661 miliar lembar saham senilai Rp 1,8 triliun. Sebanyak 55 saham naik, sisanya 174 saham turun dan 62 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Waran Solusi Tunas Pratama (SUPR-W) naik Rp 749 ke Rp 750, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 600 ke Rp 52.500, Multi Prima (LPIN) naik Rp 450 ke Rp 6.850, dan Duta Pertiwi (DUTI) naik Rp 400 ke Rp 3.300.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.200 ke Rp 49.300, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 700 ke Rp 13.900, Indocement (INTP) turun Rp 700 ke Rp 19.500, dan Sarana Menara (TOWR) turun Rp 500 ke Rp 22.000.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 28,59 poin atau 0,70% ke posisi 4.064,58. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 7,27 poin (1,04%) ke level 694,95, “Ditengah aksi 'wait and see' terhadap the Fed, Bursa Asia pagi ini dibuka melemah karena data ritel penjualan Jepang di bulan Juli yang lebih buruk dari perkiraan dan pelemahan harga minyak," kata analis Samuel Sekuritas Yualdo Yudoprawiro.

Dia menambahkan, bursa AS kembali bergerak mendatar setelah Bank Sentral AS atau The Fed menyatakan ekonomi tumbuh secara bertahap didorong oleh perbaikan penjualan perumahan dan retail sales, “AS melaporkan ekonomi di kuartal dua 2012 naik 1,7% lebih baik dari periode sebelumnya 1,5%. Volume perdagangan AS masih tetap tipis karena pasar juga masih 'wait and see' terhadap the Fed pada 31 Agustus mendatang," kata dia.

Dari dalam negeri, lanjut Yualdo, nilai tukar rupiah kembali melanjutkan pelemahan seiring dengan sentimen negatif regional, IHSG diperkirakan turut melemah dengan support di 4.035 poin.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 235,13 poin (1,19%) ke level 19.553,38, indeks Nikkei-225 turun 65,24 poin (0,72%) ke level 9.0604,79 dan Straits Times melemah 29,54 poin (0,97%) ke level 3.012,03. (bani)

BERITA TERKAIT

Sky House BSD Grand Launching Akhir Tahun - Menjadi Rumah Pintar Terkemuka

NERACA Jakarta – Menawarkan berbagai keunggulan fasilitas dengan teknologi canggih, proyek properti Sky House BSD+, mendapatkan respon cukup positif dari…

Lagi, IHSG Catatkan Rekor Baru 6.113 Poin

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (14/12), indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali mencatatkan…

Investasi Sulsel Masih Terpusat di Makassar

NERACA Makassar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) mengungkapkan, investasi saham untuk wilayah Sulawesi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…