Potensi Pasar Produk Fesyen Masih Sangat Besar - Pertumbuhan Capai 17%

NERACA

Jakarta - Potensi pasar bagi produk fesyen di dalam negeri maupun di luar negeri masih sangat besar di tengah krisis yang saat ini terjadi di beberapa negara Eropa, Amerika Serikat, dan negara-negara maju lainnya. Salah satu indikasinya adalah kenaikan secara global dilihat dari pengeluaran ritel untuk produk mewah dari merek-merek terkemuka di Eropa sebesar 17%.

Kementerian Perdagangan terus berupaya mendorong pengembangan fesyen di Indonesia. Direktur Pengembangan Produk Ekspor dan Ekonomi Kreatif, Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan, Dody Edward mengatakan dalam mengembangkan fesyen di Indonesia, diperlukan berbagai upaya strategis dalam pelaksanaannya, pihaknya akan memprioritaskan distribusi produk untuk menguasai pasar lokal, Asia dan dunia internasional.

“Langkah-langkah yang dilakukan antara lain melaksanakan promosi yang efektif baik di dalam negeri maupun di luar negeri serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pasar bagi pelaku fesyen,” ungkapnya di Jakarta, Kamis (30/8).

Kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, merupakan pangsa pasar terbesar produk-produk fesyen tersebut. Pendapatan per kapita Indonesia yang saat ini mencapai US$ 3.500 dengan peningkatan jumlah kelas menengah, ditopang dengan daya beli yang kuat, merupakan faktor-faktor yang dapat mendukung pertumbuhan dunia fesyen di dalam negeri.

Gapai Peluang

Ibu rumah tangga (IRT) kelas menengah sebagai pengontrol keuangan rumah tangga juga ikut memberikan kontribusi terhadap penjualan produk fesyen sebagai bentuk dari aktualisasi diri. Dody menyatakan, harapannya agar para pelaku usaha produk fesyen mampu mempersiapkan kekuatan dalam menggapai peluang-peluang yang ada baik di dalam maupun di luar negeri. “Pengembangan ini dapat dilakukan dengan penerapan manajemen yang efektif, menciptakan tren dan inovasi baru, pengembangan merek sebagai identitas produk serta pemasaran,” imbuhnya.

Karena itu, lanjut Dody, diperlukan melakukan promosi yang efektif baik di dalam maupun luar negeri dengan berbagai cara. Di antaranya, meningkatkan pemahaman pasar bagi pelaku fesyen dan perluasan jalur distribusi melalui pemanfaatan lembaga bisnis (trading house) yang telah ada.

Dody menambahkan, dalam hal pemasaran produk fesyen, perubahan tren merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi permintaan pasar. Hal ini disebabkan oleh perubahan yang sangat dinamis seperti perubahan gaya hidup, ekonomi, sosial, budaya, serta perkembangan teknologi informasi seperti internet dan telepon seluler, yang memudahkan orang memperoleh informasi yang luas dan cepat, termasuk mengenai mode.

Strategi Promosi

Lebih jauh, kata Dody, para desainer fesyen juga harus mampu menentukan strategi promosi yang efektif untuk dapat mengembangkan pasarnya. Mengingat perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat terutama peningkatan jumlah pengguna internet di dunia, para desainer tentunya dapat menjadikan media internet sebagai salah satu alternatif sarana promosi yang lebih luas.

“Kami berharap, para desainer Indonesia akan semakin terbuka wawasannya dan dapat memberikan inspirasi untuk meningkatkan kualitas produk fesyen Indonesia, serta terus memperluas jaringan pemasaran di dalam negeri maupun manca negara,” kata Dody.

Oleh karena itu, Kementerian Perdagangan mendukung sepenuhnya penyelenggaraan Universitas Indonesia (UI) Fashion Week 2012 yang merupakan rangkaian fashion show dan penyelenggaraan yang pertama kali dilakukan oleh gabungan mahasiswa dari setiap fakultas di UI yang memiliki minat di bidang fesyen.

BERITA TERKAIT

Sinarmas MSIG Life Luncurkan 4 Produk Bancassurance - Gandeng Bank BJB

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) dan Bank BJB, berkolaborasi meluncurkan…

JAGADIRI Rilis Produk Asuansi Jaga Motorku - Gandeng Kerjasama Allianz

NERACA Jakarta – Memanfaatkan potensi pasar pengemudi roda dua, PT Central Asia Financial (CAF) atau dikenal dengan brand Asuransi JAGADIRI…

Sari Roti Masuk Pasar Korea Selatan - Gandeng Kerjasama Caffebene

NERACA Jakarta –  Sukses membuka pasar di Filipina dengan membangun pabrik baru, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) sebagai perusahaan…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Perdagangan Internasional - Kinerja Ekspor Non Migas Terkoreksi 6,09 Persen di September

NERACA Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan kinerja ekspor Indonesia pada September 2017 sebesar 4,51 persen dari…

Kemudahan Impor Tujuan Ekspor - Kemenperin Beri Masukan Kebijakan KITE Bagi IKM

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) mengusulkan beberapa langkah strategis untuk mendukung pelaksanaan…

Tingkatkan Daya Saing - Standar Keamanan Produk Perluas Ekspor Mamin

NERACA Jakarta – Pengembangan inovasi dan penerapan standar keamanan produk mampu memacu daya saing industri makanan dan minuman (mamin) nasional…