Perkuat Pasar Lokal, Garuda Investasikan Rp 37,5 Triliun - Rencanakan Terbitkan Obligasi

NERACA

Jakarta – Besarnya potensi pasar bisnis penerbangan dalam negeri, memicu PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) untuk memperkuat jariangan penerbangan domestik. Maka untuk itu, perusahaan penerbangan plat merah ini menganggarkan investasi sebesar Rp 37,5 triliun dari tahun 2012 hingga 2015.

Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan, investasi tersebut tidak termasuk recana penambahan perbaikan fasilitas di luar Jakarta, “Untuk aksi korporasi ini, sumber pendaan berasa dari penerbitan obligasi maupun penerbitan saham baru atau rights issue,”katanya di Jakarta, Rabu (29/8).

Dia menjelaskan, untuk perbitan obligasi tersebut berupa berdominasi dolar ataupun rupiah. Sementara untuk rencana tersebut, lanjutnya, perseroan sudah menunjuk Standar Chartered Securities Indonesia sebagai penasihat keuangan dalam pendaan investasi tersebut.

Kata Emir, perolehan dana salah satunya untuk membuka lima hub penghubung yang berfungsi sebagai 'homebase' Garuda, yang direncanakan berada di Jakarta, Medan, Makasar, Balikpapan, dan Denpasar. Hub Jakarta (Cengkareng) akan menjadi hub utama yang menghubungkan koridor 1 hingga 6. "Dengan adanya enam hub ini, maka kami dapat melayani frekuensi penerbangan sekitar 1.000 per hari. Sekarang kita mendekati 390 penerbangan per hari," ujarnya.

Sementara Hub Medan, menurut Emir, akan dibuka tahun depan. Hub ini menghubungkan hub 1 dan 2. Pesawat yang akan digunakan adalah pesawat Boeing 737-800 dan juga lima pesawat jenis CRJ. Kemudian hub Kalimantan dan Balikpapan akan menghubungkan koridor 1-4. Sementara itu, hub Denpasar akan ditingkatkan untuk melayani rute penerbangan internasional, selain Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Hub Denpasar akan melayani koridor 2, 3, 4, dan 5.

Sedangkan, hub Makassar direncanakan akan ditambah sebanyak 60 rute, di mana Bandara Ujung Pandang akan terhubung dengan koridor yang lainnya. "Kami berharap koneksi ini dapat meningkatkan perekonomian yang terjadi di koridor 1-6. Kami melihat ada pertumbuhan di penerbangan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia," imbuhnya.

Tidak mau kalah dengan pesaingnya, AirAsia Bhd dikabarkan juga bakal membeli 100 unit pesawat Airbus baru guna memperkuat armadanya. Rencananya, penandatangan kesepakatan itu akan dilakukan pada acara airshow di Berlin Jerman.

Seperti dilansir The Star Rabu, (29/8), CEO baru AirAsia Aireen Omar tengah bernegosiasi dengan perusahan penerbangan Eropa itu. Sebelumnya, AirAsia telah memesan 272 pesawat jensis A320 itu bahkan belum semuanya diterima.

Utang US$200 Juta

Sebagai informasi, demi terus meningkatkan kinerja dan pelayanan pada konsumen, Garuda telah mengambil utang sekitar US$75 juta pada tahap awal dari pinjaman sebesar US$200 juta, “Pinjaman tersebut diharapkan keluar pada Agustus ini untuk tahap awal sekitar US$75 juta dan kami akan mencairkan pinjaman sebesar US$125 juta pada Oktober 2012,”kata Direktur Keuangan Garuda Handrito Hardjono beberapa waktu lalu.

Dia menuturkan, pinjaman tersebut berasal sindikasi 5-6 bank asing yang dipimpin oleh Citibank. Jangka pinjaman tersebut antara 5-6 tahun. Saat ini pinjaman perseroan mencapai sekitar US$422 juta. Pinjaman tersebut didominasi oleh pinjaman jangka panjang. Pihaknya telah membayar pinjaman sekitar US$35 juta pada semester pertama 2012. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk modal kerja pada 2012.

Selain itu, perseroan akan mendatangkan 20 pesawat pada 2012 dan hingga kini perseroan telah mendatangkan 10 pesawat. Nantinya hingga tahun 2012, perseroan akan memiliki total 105 pesawat. Perseroan juga telah merealisasikan belanja modal hingga semester pertama 2012 sebesar US$241 juta. Sebagian besar belanja modal tersebut telah digunakan untuk pengadaan pesawat. (didi)

BERITA TERKAIT

HM Sampoerna Perkuat Jaringan Kemitraan - Tingkatkan Daya Saing Agro Industri

NERACA Jakarta - Dalam rangka meningkatkan daya saing sektor agro industri nasional, PT HM Sampoerna Tbk sebagai produsen rokok terus…

BEI Gelar Roadshow Pasar Modal Ke Tiongkok - Bidik Lebih Banyak Investor Asing

NERACA Jakarta  - Meskipun penetrasi pasar modal di dalam negeri masih rendah, hal tersebut tidak membuat PT Bursa Efek Indonesia…

Minat Investasi di Pasar Modal Meningkat - Investor di Kalsel Tumbuh

NERACA Banjarmasin – Besarnya tekad PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk terus mengkampanyekan Yuk Nabung Saham dengan menggandeng beberapa perusahaan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…