Terbebani Bunga Utang, Kinerja Borneo Lumbung Tertekan - Penjualan dan Laba Turun 58,70%

NERACA

Jakarta - PT Borneo Lumbung Energi Tbk (BORN) membukukan penurunan kinerja yang cukup signifikan di semester pertama 2012 ini. Tercatat, laba bersih dan penjualan bersih perseroan mengalami penurunan.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (29/8). Disebutkan penurunan laba bersih periode berjalan sebesar 58,70% menjadi US$39,03 juta pada semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 sebesar US$94,52 juta.

Direktur BORN Eva Tarigan pernah bilang, kinerja perseroan tertekan akibat pembayaran bunga utang ke Standard Chartered Bank. Dimana perseroan memiliki utang sebesar US$1 miliar dari Standard Chartered Bank yang digunakan untuk mengakuisisi saham Bumi Plc. “Nett income sebesar US$12 juta pada kuartal I-2012 tertekan untuk membayar beban bunga dari Standard Chartered Bank,”katanya.

Penjualan bersih emiten pertambangan ini juga turun sebesar 5,98% menjadi US$320,77 juta pada semester pertama 2012 dari periode sama sebelumnya US$341,18 juta. Sementara itu, beban pokok penjualan perseroan naik menjadi US$192,59 juta pada semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 sebesar US$151,46 juta.

Laba kotor perseroan turun menjadi US$128,17 juta pada semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 sebesar US$189,72 juta. Laba operasi perseroan turun menjadi US$97,30 juta pada semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 sebesar US$139,19 juta. Perseroan memperoleh keuntungan selisih kurs menjadi US$324,09 ribu dari rugi US$6,14 juta pada semester pertama 2011.

Liabilitas perseroan naik menjadi US$1,70 miliar pada 30 Juni 2012 dari posisi 31 Desember 2011 sebesar US$759,79 juta. Ekuitas perseroan sebesar US$965,15 juta pada 30 Juni 2012 dari posisi 31 Desember 2011 sebesar US$925,68 juta. Kas dan setara kas perseroan turun menjadi US$386,17 juta pada 30 Juni 2012 dari posisi 31 Desember 2011 sebesar US$510,26 juta.

Kinerja Redup

Sebagai perbandingan, berdasarkan data Neraca, pada kuartal satu lalu perseroan juga mencatatkan penurunan kineja. Perseroan pada kuartal satu 2012 mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 273,89% menjadi Rp 113,91 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 425,90 miliar.

Sementara untuk pendapatan, perseroan membukukan sekitar US$121 juta atau Rp 1,15 triliun dari penjualan 640.000 ton batu bara dengan harga rata-rata US$190 per ton. Asal tahu saja, tahun lalu perseroan membeli saham Bumi Plc dengan utang dari Standard Chartered.

Kini PT Bakrie & Brothers Tbk dan Long Haul Ltd beserta Tp Borneo memiliki 47,6% saham Bumi Plc, perusahaan yang terdaftar di bursa efek di London. Sementara itu, Direktur Pemasaran Borneo Lumbung Energi, Ken Allan mengatakan, tahun ini perseroan akan menggenjot volume produksi batu bara menjadi 4,5 juta ton untuk meningkatkan produksi sekitar 36% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu yang sebanyak 3,3 juta ton.

Dia mengatakan, tahun ini harga rata-rata batu bara kokas atau coking coal juga tengah berada dalam tren menurun. “Tahun lalu, harga rata-rata perseroan adalah US$230 per ton, dimana kami perkirakan tahun ini turun menjadi US$210-US$220 per ton. Tapi penurunan itu tidak akan berpengaruh banyak,” jelasnya.

BORN akan mengurangi ekspor ke China untuk memperluas base investor dan diversifikasi penjualan sehingga mengurangi risiko. “Kami ingin diversifikasi pasar. Tahun lalu penjualan ke Cina mencapai 56% dan tahun 2012 akan kurang dari 56% jadi volume penjualan akan meningkat tetapi proporsi ke Cina akan lebih kecil,” ujar Kenneth Allan.

Maka alasan itulah, perseroan ingin memperluas base investor dan melakukan diversifikasi penjualan ke Jepang, Korea Selatan dan Turki. (didi)

BERITA TERKAIT

Laba Bersih BULL Melesat Tajam 109,72%

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2018, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 109,72% menjadi…

Pasca Libur Panjang, 92% Lebih PNS Kemenkop dan UKM Masuk Kerja

Pasca Libur Panjang, 92% Lebih PNS Kemenkop dan UKM Masuk Kerja NERACA Jakarta - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi…

BEI Suspensi Saham INDR dan BNBR

Lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham PT Indorama…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Profil Keuangan Dinilai Stabil - Moody’s Naikkan Peringkat XL Axiata

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal pertama 2018 tidak terlalu positif dengan laba bersih terkoreksi 63% dari…

Laba Bersih BULL Melesat Tajam 109,72%

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2018, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 109,72% menjadi…

Indo Straits Incar Pendapatan US$ 20,91 Juta

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Indo Straits Tbk (PTIS) menargetkan total pendapatan sebesar US$ 20,91 juta. Operations Director PT…