Mitra Investindo Targetkan Produksi Tambang Granit 1,6 Juta Ton - Bidik Penjualan di Pasar Lokal

NERACA

Jakarta – Besarnya pangsa pasar lokal membuat PT Mitra Investindo Tbk (MITI) akan meningkatkan produksi tambang granit 20%-25% pada 2012. Kenaikan itu menjadi sebesar 1,6 juta ton atau meningkat setengah juta ton dibanding tahun lalu.

Direktur Mitra Investindo Diah Pertiwi Gandhi mengatakan, perseroan nantinya akan memasarkan hasil produksi ke wilayah pulau Bintan, Karimun, Tanjung Pinang, dan Batam sekitarnya, “Perluasan granit lebih kepada peningkatan produksi sebesar 20%-25% untuk tahun ini, sedangkan tahun lalu produksi tambang sebesar 1,5 juta ton, jadi ditargetkan tahun ini sekitar 1,6 juta ton,"katanya di Jakrta, Rabu (29/8).

Menurut Diah, pangsa pasar tambang granit masih cukup bagus di Bintan, Tanjung Pinang, dan Batam sekitarnya. Pasar lokal lebih potensial ketimbang ekspor karena pasca krisis global 2008, kemudian Singapura yang menjadi wilayah ekspor menurunkan pembeliannya, “Marketnya masih besar dan belum ada kenaikan harga, averagenya masih USD 15," tuturnya.

Sejalan dengan hal tersebut, perseroan optimis dapat meningkatkan penjualan produksi tambang granit. Perseroan memprediksi penjualan akan meningkat mencapai kisaran 10%-15%. "Proyeksi penjualan tambang granit kami perkirakan naik 10% sampai 15% dari tahun lalu yang hanya sebesar Rp 139 miliar, karena market yang bagus di sektor ini," ujar Diah

Penjualan dan laba bersih, kata Diah akan lebih tinggi bila digenjot dengan produksi yang juga tinggi. Apalagi di Bintan hanya MITI pemain produksi tambang granit selain pemain lokal. "Berbeda dengan di Karimun, kita punya tujuh kompetitor,"ungkapnya

Selain itu, ketersedian tambang granit menurutnya masih akan ada tambahan selama lima tahun tanpa ada perubahan. Ditambah market share granit di dalam negeri mencapai sekitar 30%. Asal tahu saja, hingga Juni 2012, perseroan mencatatkan laba tahun berjalan turun menjadi sebesar Rp 2,45 miliar dari periode sama sebelumnya Rp 3,27 miliar. Penjualan perseroan naik menjadi Rp 38,79 miliar pada semester pertama 2012 dari periode sama sebelumnya Rp 24,35 miliar.

Tingkatkan Aset

Perseroan mengalokasikan kebutuhan dana sekitar Rp 13 mliar-Rp 15 miliar pada 2012 melalui lembaga pembiayaan PT Orix Indonesia Finance untuk peningkatan aset perusahaan. "Kebutuhan dana sudah didapatkan tahun ini melalui Orix Finance dengan kebutuhan mencapai Rp 13 miliar sampai Rp 15 miliar. Rencana strategi pasca kuasi masih sejalan dengan sebelumnya di bidang energi," ujar Diah.

Dana itu, menurut Diah, akan digunakan untuk mencari aset dalam bidang energi terutama perluasan granit yang menjadi tambang utama perseroan hingga kini. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) kali ini pun perusahaan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham karena saldo yang defisit. "Historinya kita kan tidak pernah bagi dividen, maka dengan kuasi ini semoga keuangan sehat jadi bisa bagikan dividen Oktober tahun ini," ungkapnya.

Sementara itu, Rapat Umum Pemegang Saham perseroan, menyetujui dilakukannya kuasi reorganisasi. Hal itu karena pendapatan usaha tidak cukup menutup saldo defisit. "Saldo defisit per 31 maret 2012 sebesar Rp 271,13 miliar, karena perseraoan masih memiliki kelancaran usaha dan prospek yang baik maka perlu dilakukan restrukturisasi aset, liabilitas dan ekuitas melalui kuasi reorganisasi," jelas Diah

Lebih lanjut dia mengatakan, pelaksanaan kuasi reorganisasi diharapkan perseroan dapat membagikan dividen kepada para pemegang saham dan meningkatkan kepercayaan investor serta perbankan. Berdasarkan catatan perusahaan jummlah aset setelah kuasi reorganisasi sebesar Rp 131,7 miliar meningkat dari sebelum kuasi reorganisasi Rp 121,7 miliar per 31 Maret 2012. (didi)

BERITA TERKAIT

BEI Targetkan 2000 Investor di Papua Barat

NERACA Monokwari - Penetrasi pasar modal lebih luas lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan peningkatan 2.000 investor dari Provinsi…

Borneo Sarana Bidik Pendapatan US$ 60 Juta - Genjot Produksi 800 Ribu Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan saham perdananya di pasar modal, PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) langsung menggenjot produksi…

Intiland Targetkan Penjualan Rp 3,3 Triliun - Mengandalkan Proyek Mixed Use

NERACA Jakarta – Geliat bisnis properti di tahun politik diyakini masih berpeluang tumbuh, menjadi sentimen positif bagi PT Intiland Development…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Minat Asuransi Meningkat - Zurich Buka Agen di Yogyakarta dan Jateng

NERACA Yogyakarta -Perluas penetrasi pasar asuransi di dalam negeri, perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia Zurich membuka kantor keagenan keduanya…

Nusantara Infrastructure Bagikan Dividen

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan kinerja keuangan yang positif, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) berencana untuk memberikan deviden kepada para…

Metrodata Tuntaskan Merger Anak Usaha

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) merampung merger dua entitas bisnis anak usahanya yakni PT Logicalis Metrodata Indonesia (LMI) dengan PT…