Pengembangan Energi Alternatif Mulai Bergairah

NERACA

Jakarta - Pemerintah telah meningkatkan harga jual listrik yang dihasilkan dari pembangkit tenaga panas bumi dari sebelumnya ditetapkan maksimal US$9,7 sen per kilowatt hours (kwh) menjadi bervariasi US$10 sen hingga US$18 sen per kwh. Sebagai negara yang memiliki kaya akan sumber energi, diharapkan dapat meningkatkan gairah pengembangan energi alternatif, selain energi fosil yang cadangannya hampir habis.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengatakan hal ini dilakukan untuk mendorong pembangunan energi panas bumi, harga tersebut menyesuaikan masing-masing daerah. Kepastian harga jual listrik yang dihasilkan tenaga panas bumi segera mendapatkan titik terang.

Aturan mengenai harga itu akan ditandatangani pekan ini. "Dalam surat keputusan nanti sudah dipastikan pemberian harga yang cukup baik untuk geothermal. Saat ini, SK itu masih di Kementerian Hukum dan HAM. Minggu ini akan keluar," ujar Wacik di Jakarta, Rabu (29/8).

Dia menjelaskan, harga listrik panas bumi yang ditetapkan di wilayah Sumatera sebesar US$10 sen per kWh. Sementara itu, untuk Jawa dan Bali sebesar US$11 sen per kWh, Sulawesi (Tengah, Tenggara, Selatan) US$12 sen per kWh, Sulawesi Utara dan Gorontalo US$13 sen kWh. Selanjutnya, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar US$14 sen per kWh dan Papua US$18 sen per kWh.

Potensi Panas Bumi

Indonesia setidaknya memiliki 40% potensi sumber energi panas bumi dunia, namun saat ini hanya baru 5-6% yang dimanfaatkan. Menurut Wacik, dengan kenaikan harga yang sebelumnya ditetapkan maksimal US$9,7 sen per kWh, dapat merangsang sektor industri untuk lebih mengembangkan energi ini. "Semua industri geothermal seakan senang, bersorak, bergairah mendengar kabar itu," tambahnya.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kardaya Warnika juga mengatakan dengan kenaikan harga tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan energi panas bumi. "Pemerintah menargetkan tambahan listrik dari panas bumi mencapai 4.000-5.000 MW pada tahun 2014-2015," ujarnya.

Kardaya menambahkan, harga baru panas bumi tersebut tidak berlaku pada kontrak lama, tapi baru dan perpanjangan. "Namun, pada kontrak lama dimungkinkan adanya revisi dengan kesepakatan B to B," tegasnya.

Energi Mikrohidro

Selain panas bumi, menurut dia, pemerintah juga menerbitkan Permen ESDM tentang kenaikan harga jual listrik dari pembangkit listrik tenaga mini atau mikrohidro. "Serta, dalam waktu dekat akan keluar permen tentang kenaikan harga jual listrik dari sampah kota," katanya.

Harga listrik tenaga mini dan mikro hidro ditetapkan naik menjadi antara Rp1.000-Rp1.200 per kWh, sampah kota jenis landfill Rp1.250 per kWh, dan sampah kota jenis zero waste Rp1.400 per kWh. Untuk energi surya dan angin, menurut dia, belum ditetapkan harga patokannya. "Sekarang ini, harganya belum ditetapkan. Tapi, kalau ada investor yang mau Rp1.200 per kWh, bisa dipertimbangkan," ujarnya.

BERITA TERKAIT

Mencari Alternatif Langkah Penyelamatan Perusahaan Negara

NERACA Jakarta - Rencana pemerintah membentuk induk perusahaan (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mendapat kritik dari sejumlah akademisi…

DIBERLAKUKAN MULAI 1 NOVEMBER 2017 - Kemenhub Rombak Aturan Taksi Online

Jakarta-Kementerian Perhubungan akhirnya merampungkan rancangan peraturan menteri (PM), yang merupakan revisi dari aturan lama Permenhub No 26/2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan…

Menperin Pacu Kolaborasi Pengembangan Sektor Industri - Jelang 60 Tahun RI-Jepang

NERACA Jakarta – Hampir enam dekade, Indonesia dan Jepang menjadi mitra strategis dalam upaya pembangunan ekonomi kedua negara. Oleh karena…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Pembentukan Holding BUMN Sektoral Bisa Picu Masalah Baru

NERACA Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno telah menetapkan setidaknya enam induk usaha (holding) BUMN akan…

Kerjasama Industri - ASEAN Mengharmonisasi Standar Produk Otomotif

NERACA Jakarta – Sebagai salah satu produsen otomotif terbesar di kawasan Asia Tenggara, Indonesia berupaya untuk meningkatkan kerja sama dengan…

Terkait Kunjungan Kerja ke Tiongkok - Pemerintah Fokus Mengembangkan Industri Hijau

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus untuk mengembangkan program industri hijau, di mana setiap sektor manufaktur nasional perlu menerapkan prinsip…