Diterpa Banyak Tekanan, IHSG Mulai Tinggalkan Level 4.000

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Rabu sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) di tutup anjlok 49,678 poin (1,20%) ke level 4.093,170. Sementara Indeks LQ45 ambles 9,718 poin (1,37%) ke level 702,224. Aksi jual dilakukan menyusul lambatnya pertumbuhan ekonomi global.

Menurut analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono, indeks BEI mulai meninggalkan level psikologisnya dan ini banyak dipengaruhi sentimen negatif global. Disebutkan, beberapa data ekonomi dari eksternal tidak terlalu bagus seiring dengan pasar yang tengah menunggu pernyataan yang akan dikeluarkan the Fed dalam pidatonya pada 31 Agustus, “Data kepercayan konsumer AS bulan Agustus turun sehingga menandakan pesimis perkembangan dan prospek ekonomi ke depannya,”katanya di Jakarta, Rabu (29/8).

Dari Eropa, kata dia, bursa Eropa turun ke level terendah dalam tiga pekan terakhir seiring dengan kawasan Catalonia meminta dana bantuan kepada pemerintah pusat Spanyol. Sementara dari Asia, lanjut dia, pemerintah Jepang menurunkan outlook konsumsi personal, pembangunan rumah, eksport, import, dan produksi industri untuk negaranya sendiri. Selain itu Jepang juga menurunkan outlook ekonomi global.

Menurutnya, dampak sentimen tersebut diperkirakan akan membawa indeks Kamis akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah di kisaran 4.040-4.105 poin. Proyeksi melemahnya indeks BEI dikarenakan belum adanya sentimen positif yang dapat mengangkat indeks BEI.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 108.872 kali pada volume 3,683 miliar lembar saham senilai Rp 4,26 triliun. Sebanyak 52 saham naik, sisanya 199 saham turun, dan 80 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia masih bergerak mixed sampai penutupan perdagangan. Investor regional belum terlalu semangat dalam berburu saham.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sarana Menara (TOWR) naik Rp 2.200 ke Rp 22.500, Unilever (UNVR) naik Rp 1.150 ke Rp 26.950, Multi Prima (LPIN) naik Rp 900 ke Rp 6.400, dan Century Textile (CNTX) naik Rp 550 ke Rp 6.550.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Taisho (SQBI) turun Rp 8.000 ke Rp 225.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 750 ke Rp 50.500, Indocement (INTP) turun Rp 650 ke Rp 20.200, dan Semen Gresik (SMGR) turun Rp 500 ke Rp 12.400.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup turun 15,532 poin (0,37%) ke level 4.127,316. Sementara Indeks LQ45 melemah 2,756 poin (0,39%) ke level 709,186. Koreksi paling banyak diderita saham-saham lapis dua, terutama di sektor perdagangan dan transaksi di saham-saham unggulan tidak terlalu ramai.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 44.196 kali pada volume 1,378 miliar lembar saham senilai Rp 1,449 triliun. Sebanyak 87 saham naik, sisanya 112 saham turun, dan 96 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sarana Menara (TOWR) naik Rp 2.200 ke Rp 22.500, Multi Prima (LPIN) naik Rp 750 ke Rp 6.250, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 650 ke Rp 37.850, dan Century Textile (CNTX) naik Rp 500 ke Rp 6.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sumber Alfaria (AMRT) turun Rp 1.000 ke Rp 4.750, Goodyear (GDYR) turun Rp 450 ke Rp 13.300, United Tractor (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 21.500, dan Semen Gresik (SMGR) turun Rp 300 ke Rp 12.600.

Sementara mengawali perdagangan, indeks BEI dibuka melemah 11,66 poin atau 0,28% menjadi 4.131,19. Indeks LQ45 turun 2,16 poin atau 0,3% ke 709,78, indeks IDX30 menguat 1,06 poin atau 0,3% ke 359,08, dan Jakarta Islamic Indeks (JII) turun 1,28 poin atau 0,2% ke 578,70.

Hampir semua sektor-sektor melemah dengan sektor tambang merosot 7,29 poin atau 0,4%, sektor keuangan merosot 2,15 poin atau 0,4%, sektor perdagangan anjlok 2,43 poin atau 0,3%. Hanya sektor aneka industri bergerak anomali dengan naik 0,33 poin atau 0,1%.

Sementara di Asia nampak indeks mayoritas menguat. Indeks Straits Times naik 12,05 poin atau 0,40%, indeks Nikkei menguat 28,78 poin atau 032%, indeks Hang Seng menguat 20,97 poin atau 0,11%. Sedangkan indeks Shanghai turun tipis tiga poin atau 0,14%.

e-Trading sekuritas dalam risetnya mengungkapkan, sentimen konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas masih menyelimuti IHSG. Sebanyak 23 saham menguat, dengan 48 saham melemah, dan 71 saham bergerak stagnan. Transaksi diawal perdagangan tercatat sebesar Rp75,082 miliar dari 83,483 juta lembar saham diperdagangkan. Selain itu, investor asing tercatat melakukan aksi jual sebesar Rp4,327 miliar.

Adapun saham-saham yang menguat (top gainers), antara lain PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) naik Rp250 ke Rp5.750, saham PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) naik Rp100 ke Rp2.350, dan saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp100 ke Rp25.900.

Sedangkan saham-saham yang melemah (top losers), antara lain saham PT United Tractor Tbk (UNTR) turun Rp400 menjadi Rp21.400, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun Rp.000 menjadi Rp21.400, dan saham PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) turun Rp150 menjadi Rp20.700. (bani)

BERITA TERKAIT

Kreditcepat.id Realisasikan Donasi 1.000 Buku

  NERACA   Jakarta - Kreditcepat.id mengumumkan kegiatan CSR nya dengan menggelar donasi 1.000 buku untuk anak-anak Indonesia. Pendidikan merupakan…

APBD Lebih Banyak Disedot untuk Gaji PNS

    NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan saat ini sekitar 37 persen dari APBD digunakan untuk…

Dana Kelola Reksadana Syariah Tumbuh Positif - Banyak Produk Investasi

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis dana kelolaan (asset under management/AUM) reksadana syariah di Indonesia akan terus meningkat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Buka Kantor Perwakilan di Mataram

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kantor perwakilan di Mataram, Nusa Tenggara Barat untuk memudahkan penyebarluasan informasi dan edukasi mengenai…

Bank Jateng Terbitkan MTN Rp 1 Triliun

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnis di tahun depan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah alias Bank Jateng menerbitkan surat…

LPKR Bidik Dana Rights Issue Rp 600 Miliar

Butuh modal untuk mendanai ekspansi bisnis di 2018, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana menerbitkan saham baru (rights issue) pada…