MP3EI Buka 9,6 Juta Lapangan Kerja

NERACA

Pembangunan infrastruktur sesuai Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), yang melibatkan BUMN dan swasta diperkirakan akan membuka lapangan kerja baru sebesar 9,6 juta orang.

Sekretariat Kabinet RI dalam rilisnya pada HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus 2012, menyebutkan jumlah lapangan kerja tersebut terbagi atas kegiatan industri sebesar 4,7 juta lapangan kerja,dan kegiatan sektor infrastruktur sebesar 4,9 juta lapangan kerja.

Dengan demikian, MP3EI diharapkan akan menurunkan angka pengangguran sejalan dengan gencarnya pembangunan Program Pro-Rakyat. Angka pengangguran nasional tercatat menurun 7,94 persen pada 2010 menjadi 6,56 persen pada 2011, dan turun lagi menjadi 6,32 persen pada Februari 2012.

Data pada Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2012 mencapai 120,4 juta orang, bertambah sekitar 3,0 juta orang dibandingkan dengan angkatan kerja Agustus 2011 sebesar 117,4 juta orang atau bertambah sebesar 1,0 juta orang dibandingkan dengan Februari 2011.

Sementara jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Februari 2012 mencapai 112,8 juta orang, bertambah sekitar 3,1 juta orang dibanding keadaan pada Agustus 2011 sebesar 109,7 juta orang atau bertambah 1,5 juta orang dibanding keadaan Februari 2011.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Februari 2012 mencapai 6,32 persen, mengalami penurunan dibanding TPT Agustus 2011 sebesar 6,56 persen dan TPT Februari 2011 sebesar 6,80 persen.

Selama setahun terakhir (Februari 2011-Februari 2012), jumlah penduduk yang bekerja mengalami kenaikan, terutama di Sektor Perdagangan sekitar 780 ribu orang (3,36 persen) serta Sektor Keuangan sebesar 720 ribu orang (34,95 persen). Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian 1,3 juta orang (3,01 persen) dan Sektor Transportasi, Pergudangan, dan Komunikasi sebesar 380 ribu orang (6,81 persen).

Berdasarkan jumlah jam kerja pada Februari 2012, sebesar 77,2 juta orang (68,48 persen) bekerja di atas 35 jam per minggu, sedangkan pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 15 per minggu mencapai 6,9 juta orang (6,08 persen).

Pada Februari 2012, pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sebesar 55,5 juta orang (49,21 persen), sedangkan pekerja dengan pendidikan diploma sekitar 3,1 juta orang (2,77 persen) dan pekerja dengan pendidikan universitas hanya sebesar 7,2 juta orang (6,43 persen). (agus)

BERITA TERKAIT

Dari Semarang Ke Banjarmasin dan Palembang - Citilink Buka Rute Penerbangan

NERACA Jakarta -Maskapai berbiaya murah (LCC) Citilink Indonesia kembali membuka dua rute penerbangan langsung Semarang - Palembang dan Semarang -…

Budaya Kerja Ala Jokowi

  Oleh : Indah Rahmawati Salam, Peneliti di Lembaga Kajian Arus Pembangunan  Presiden RI ke-7 yaitu Ir.H.Joko Widodo atau biasa…

Barito Targetkan Akuisisi Star Energy di 2018 - Siapkan Dana US$ 800 Juta

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama tahun 2018, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menargetkan akuisisi Star Energy Group bisa rampung.…

BERITA LAINNYA DI

Wuling Sebut Suku Cadangnya Lebih Murah 20% dari Kompetitor

PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) mengklaim harga suku cadang produk mereka lebih murah 20 persen dibandingkan dengan rata-rata harga…

BMW Rakitan Lokal Mendominasi 80 Persen Penjualan

Sebesar 80 persen penjualan BMW Group Indonesia disumbang dari produk-produk yang mereka hasilkan dari pabrik perakitan BMW di Indonesia. Vice…

Mitsubishi Jamin Suku Cadang Xpander Aman

Laris manis di pasaran sejak diluncurkan pada Agustus, Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI, Irwan Kuncoro, mengatakan saat…