Meratakan Pembangunan Infrastruktur Barat-Timur

Oleh Agus S. Soerono

Wartawan Harian Ekonomi NERACA

Selama ini pembangunan—terutama infrastruktur—lebih diprioritaskan di puilau-pulau Sumatera, Jawa dan Bali. Hal itu dapat dimaklumi, karena di ketiga pulau itulah terdapat konsentrasi penduduk yang terpadat di Indonesia.

Jumlah penduduk di ketiga pulau itu, lebih dari 75% jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 240 juta jiwa. Itulah alasannya, kenapa selama ini pembangunan infrastruktur diarahkan ke ketiga pulau itu.

Namun belakangan ini, pemerintah menyadari bahwa selama ini ternyata terjadi ketidakseimbangan dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Karena selama ini ada kesan bahwa pembangunan infrastruktur lebih diarahkan ke ”Barat” yang diwakili oleh ketiga pulau itu, ketimbang ke ”Timur” bagi daerah lainnya.

Pembangunan infrastrukturmenjadi prioritas utama dalam pembangunan nasional. Infrastruktur selain menjadi pilar utama dari pertumbuhan ekonomi, juga menjadi komponen penting bagi pencapaian pertumbuhan berkelanjutan yang berkeadilan.

Untuk meratakan pembangunan ekonomi, terutama infrastruktur, pemerintah mencanangkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang mencakup pembangunan 135 proyek pembangunan infrastruktur dan sektor riil, dengan investasi sedikitnya Rp 490 triliun.

Namun ternyata tidak pula mudah untuk menggalang dana sebesar itu. Karena tidak mudah menggalang dana sebesar itu, membuat proyek yang dicanangkan pemerintah itu menjadi seperti menggantang asap. Melaksanakan suatu hal yang musykil.

Agar proyek MP3EI tidak sekadar ”proyek angan-angan”, maka pemerintah menggelar Indonesia Internasional Infrastructure Conference dan Exhibition 2012, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, 28-30 Agst.

Melalui MP3EI selain Pulau Jawa-Bali dan Sumatera yang relatif sudah lebih berkembang, kawasan-kawasan di Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Maluku, serta di Kepulauan Nusa Tenggara menjadi perhatian utama dalam pengembangan infrastruktur.

Pembangunan infrastruktur juga memiliki multiplier effects yang dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Pembangunan infrastruktur dapat meningkatkan mobilitas masyarakat, serta meningkatkan keterhubungan dan aktivitas ekonomi.

Pembangunan infrastruktur di Tanah Air menjadi sangat penting dan strategis, karena berperan pula dalam upaya memperkecil kesenjangan pembangunan, baik di antara kelompok masyarakat, di antara kota-kota, dan di antara daerah-daerah.

Di Indonesia bagian Timur misalnya, kita harus bekerja lebih keras untuk menanggulangi tingginya harga-harga barang, serta memperbaiki akses masyarakat terhadap pendidikan dan pelayanan kesehatan yang lebih layak.

BERITA TERKAIT

Berikan Penghasilan Tambahan - Gojek Latih Ratusan Ibu-Ibu Muslimat NU Bogor

Guna meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta memberikan peluang pendapatan tambahan bagi kaum perempuan di Bogor,…

Optimalisasi Dana Bergulir - LPDB KUMKM Rekomendasikan Pembentukan BLUD dan Jamkrida

Optimalisasi Dana Bergulir LPDB KUMKM Rekomendasikan Pembentukan BLUD dan Jamkrida NERACA Tangerang - Lembaga Pengelola Dana Bergulir - Koperasi, Usaha…

Reklamasi teluk, Solusi Jakarta menuju Global city

sukses Uni Emirat Arab  membangun Palm Island di lepas pantai kota dubai dengan gedung al burj, yang menjadi ikonnya. Banyak…

BERITA LAINNYA DI

Perintahkan Gubernur Jakarta Selesaikan Sodetan Ciliwung

Perintahkan Gubernur Jakarta Selesaikan Sodetan Ciliwung Presiden Joko Widodo memerintahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menyelesaikan pembebasan lahan di…

Normalisasi Sungai Butuh Relokasi Yang Tidak Merugikan

Normalisasi Sungai Butuh Relokasi Yang Tidak Merugikan Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Gusti Ayu Surtiari mengatakan…

Wawasan Kultur: - Harus Jadi Pertimbangan Penanganan Banjir

Wawasan Kultur: Harus Jadi Pertimbangan Penanganan Banjir Wawasan kultur harus menjadi pertimbangan dalam usaha untuk menangani banjir yang terjadi di…