Sukses dengan Semangat Membaca

Developer, Author dan Motivator : Bong Chandra

Sabtu, 01/09/2012

NERACA

Di usia yang terbilang muda, ia mampu meraih sukses gemilang. Bukan sekedar sebagai motivator handal, Bong Chandra pun sukses menahkodai tiga perusahaan, antara lain; PT Perintis Triniti Property, PT Bong Chandra Success System, dan PT Free Car Wash Indonesia. Sebuah proyek property seluas 5,1 hektar di Wilayah Selatan Jakarta, bahkan tengah digarapnya dengan investasi Rp 180 milyar.

Kisah sukses pria kelahiran 25 Oktober 1987 ini, nyatanya tak lekang dari kerja keras dan semangat usaha yang dilakukannya. “Air mata yang tak terbendung bukanlah lambang kelemahan, terkadang Ia hadir untuk memurnikan masa lalu menuju kehidupan baru,” ujar dia memulai kisahnya.

Anak ke dua dari tiga bersaudara ini, lahir dan dibesarkan dilingkungan keluarga yang sederhana. Keperibadiannya yang pendiam, tanpa banyak teman, dan tanpa prestasi menonjol di sekolah membuat dirinya merasa semakin kecil dan minder, terlebih penyakit asma menyita perhatiannya untuk beraktifitas layaknya anak sebaya. “Tidak ada untungnya disukai, tidak ada ruginya dicaci, selama kita melakukan yang terbaik,” ucapnya.

Saat Bong berusia 11 tahun, krisis moneter tahun 1998 sempat mengguncang bisnis kue sang ayah, Aditya. Rumah tempat berteduh pun nyaris terjual, untuk bertahan hidup. Rasa simpati untuk turut menopang kondisi keluarga merasuk pada diri Bong kecil. Caranya? Ia berusaha mandiri, kebutuhan sekolah diusahakan sendiri.

Ia mencontoh, saat dirinya lebih memilih kertas bekas dan memfotokopi buku pelajaran milik temannya ketimbang membeli baru, atau membuat beberapa alat tulis sendiri, “Saya menggunakan karet (gelang) sebagai penghapus,” tutur mengenang, “Kemalasan terjadi saat keinginan beristirahat datang lebih cepat dari rasa lelah,” ucapnya berfilosofi.

Tak segan sisa potongan kue milik pabrik sang ayah dibawanya ke sekolah. Tak ada lagi Bong yang pemalu, minder bahkan gengsi. Cemooh teman-teman, justru bak hujan membuatnya semakin teguh berpendirian untuk berusaha. Dan bukan hanya kue, ia mulai merintis menjual parfum dan keping VCD.

Menginjak usia 18 tahun, Bong remaja bukan lagi menghabiskan waktu bersenang-senang, ia lebih asik membangun bisnisnya. Saat dibangku SMA Kalam Kudus Jakarta, bersama seorang temannya ia belanja pakaian ke Bandung dan menjualnya di sekitar Senayan dan Pasar Taman Puring, Jakarta Selatan.

Ia juga menjual pakaian seragam kepada rekan dan adik kelasnya. Ia sadar betul, bila motivasi harus dipertahankan karena cemoohan berpotensi mengendurkan semangatnya, termasuk bacaan yang memberinya semangat. “Pecundang berusaha mempertahankan pendapatnya, namun pemenang lebih tertarik utk merealisasikan pendapatnya,” ungkap dia.

Yup membaca memang menjadisalah satu kunci kesuksesan Bong Chandra. “Keinginan sukses makin besar,” ucapnya mengkomentari buku yang mengulas motivator dunia dan pengusaha asal Amerika, Donald Trump. Kegemaran membaca memang telah memudahkannya memotivasi diri. Ia pun mulai menasihati temannya yang patah semangat.

Bagi Saya, kata Bong, gemar membaca bukanlah komitmen yang mudah. “Namun Saya percaya investasi pengetahuan dengan membaca adalah investasi terbaik yang tahan inflasi bahkan krisis.”

Ia berkisah, bila dirinya hampir tertidur saat membaca buku pertama yang ia beli. Namun perlahan ia sadar, bila kesalahan bukan pada buku yang ia baca, melainkan pada cara ia membaca buku.

“Saat itu saya mencoba menghabiskan semua bab dalam satu hari. Renungi dan praktekan dulu bab pertama, baru melangkah ke bab kedua. Dengan cara tersebut, membaca terasa sangat menyenangkan dan efektif,” ujarnya. Ia meyakini bila Indonesia memiliki potensi yang lebih besar dibanding negara maju bila rakyatnya mau memulai untuk membaca.

Kini bersama 100 orang karyawan dari dua perusahaan lainnya yang dimiliki, Bong hadir sebagai pengusaha muda dan motivator bagi 15 ribu orang per tahun. Meski kesuksesan sudah berada dalam genggamannya, ia menilai dirinya sebagai orang yang lambat bertindak. “Saya menuntut sempurna jadi kerap lama berpikir,” ucapnya tersenyum.