Studi Kelayakan Monorel Bandung Mulai Dikerjakan

NERACA

Jakarta---Pemkot Bandung menggandeng Panghegar Grup untuk mengerjakan pra studi kelayakan proyek pembangunan monorail di Bandung yang pembangunannya direncanakan mulai akhir 2013. "Ini baru pra feasibility studies (studi kelayakan), semoga proyek ini benar-benar visible," ujar Presiden Direktur Panghegar Grup, Cecep Rukmana seusai penandatanganan nota kesepahaman pra studi kelayakan dengan Pemerintah Kota Bandung dan China National Machinery Import & Export Corporation di sela-sela pertemuan infrastruktur internasional di Jakarta, Selasa.

Cecep mengatakan pembangunan proyek mass rapid transit ini dibiayai melalui skema kerjasama pemerintah swasta (PPP), sehingga membutuhkan studi kelayakan agar investor swasta yakin akan kepatutan proyek tersebut. "Proyek pembangunan MRT ini dengan pola PPP, disitu ada tahapan persiapan dan sekarang mau proyek pra feasibility studies, nanti akan diajukan ke pemerintah kota, untuk menilai apa proyek ini benar-benar visible," katanya.

Lebih jauh Cecep menambahkan Panghegar Grup akan mengerjakan pra studi kelayakan ini dengan kontraktor asal China yaitu China National Machinery Import & Export Corporation (CMC) yang akan menyediakan sarana teknologi.

Karena itu, Cecep mengharapkan Panghegar Grup mendapatkan tender untuk proyek studi kelayakan monorail yang diperkirakan menghabiskan dana senilai Rp4 miliar, setelah mengerjakan pra studi kelayakan ini. "Kita pun akan mengikuti tender lagi untuk membuat Feasibility Studies dan mudah-mudahan kita akan mendapatkan tender ini dan kita dengan CMC sudah siap melalui pembiayaan dan teknologinya," ujarnya.

Sementara, Walikota Bandung Dada Rosada mengharapkan pembangunan monorail yang menghubungkan kawasan di Bandung Selatan dapat mengurangi kemacetan dalam kota yang makin sering terjadi di seluruh penjuru kota."Pembangunan ini menjadi kebutuhan dan kebetulan kami ingin mempercepat, karena Bandung saat ini sama macetnya dengan Jakarta," terangnya

Namun, Dada belum mau mengungkapkan berapa besar porsi pembiayaan pemerintah daerah dengan investor swasta, termasuk investor swasta yang tertarik untuk membangun monorail tersebut. "Yang sudah datang ke saya banyak termasuk pak Jusuf Kalla, sudah ada tiga-empat yang tertarik. Tapi karena ini kan proyeknya tidak terlalu besar, jadi tidak terlalu banyak (investornya)," imbuhnya

Sedangkan, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, yang ikut menjadi saksi penandatangani nota kesepahaman, mengharapkan proyek pembangunan monorail ini berjalan lancar dengan mempertimbangkan tata ruang kota dan kelestarian lingkungan sekitar. "Proyek seperti ini ada juga hambatannya sana-sini, antisipasi itu terutama terkait dengan hal tata ruang, environment. Saya yakin dengan kesungguhan kita, proyek pembangunan ini bisa berjalan dengan lancar," ujarnya. **bari/cahyo

BERITA TERKAIT

Luhut: Dubes Harus Mampu Berikir “Out of The Box” - EKSPOR MOBIL RI KE VIETNAM MULAI TERANCAM

Jakarta-Menko bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan menilai, Indonesia harus menjalankan politik luar negeri yang lebih ofensif, dengan tetap mengedepankan kepentingan…

NTT Mulai Kembangkan Kampung Cokelat

Kepala Dinas Perindustrian Nusa Tenggara Timur (NTT) Obaldus Toda mengatakan tahun ini pihaknya akan membangun Kampung Cokelat di wilayah Kecamatan…

Jumlah Kantor Bank Mulai Menyusut - MARAKNYA PERUSAHAAN FINTECH DI INDONESIA

Jakarta-Maraknya start-up di bidang finansial mulai menggerus pelayanan di sektor perbankan konvensional. Munculnya Fintech menggaet nasabah secara cepat dengan teknologi…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Proyek Kereta Cepat Diperkirakan Rampung 2020

      NERACA   Jakarta - Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung membutuhkan waktu pengerjaan…

Indonesia Belum Miliki Cadangan BBM Nasional

      NERACA   Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengusulkan harus adanya pengadaan…

CEPA Jangan Batasi Kebijakan Pemerintah Kelola Ekonomi

    NERACA   Jakarta - Perjanjian Kemitraan Komprehensif yang sedang dibahas antara Republik Indonesia dan Uni Eropa, yang kerap…