Terpukul Sentimen Eropa, IHSG Cenderung Melemah

Jakarta- Mengakhiri perdagangan Selasa, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terkoreksi tipis 3,030 poin (0,07%) ke level 4.142,848. Sementara Indeks LQ45 ditutup melemah 1,266 poin (0,18%) ke level 711,942. Sentimen dari krisis utang Uni Eropa memicu aksi jual investor yang sudah terjadi sejak awal perdagangan hingga penuutupan perdagangan.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, investor global tampaknya masih menunggu indikasi bank sentral Amerika akan memberikan stimulus tahap tiga. “Kondisi itu membuat IHSG pada perdagangan Selasa bergerak fluktuatif pada kisaran terbatas," katanya di Jakarta, Selasa (28/8).

Dia menambahkan, Bank sentral Eropa pada bulan depan juga akan merumuskan rencana pembelian surat utang, selain itu perwakilan dari kreditur Yunani akan mengumumkan perkembangan kondisi utang Yunani. Sementara dari dari dalam negeri, anjloknya saham PT Bumi Resources (BUMI) juga menjadi sentimen negatif bagi saham sektor tambang lainnya.

Berikutnya, dia memperkirakan IHSG Rabu akan bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah. IHSG sendiri akan bergerak di kisaran 4.130-4.160 poin. Beberapa saham yang dapat diperhatikan diantaranya, Mitra Adiperkasa (MAPI), Indofood Sukses Makmur (INDF), Adhi Karya (ADHI), Surya Semesta Iternusa (SSIA), Lippo Cikarang (LPCK).

Saham-saham lapis dua yang masih murah menjadi incaran investor sehingga mampu menahan koreksi yag diakibatkan oleh saham-saham unggulan berbasis komoditas. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 97.885 kali pada volume 3,027 miliar lembar saham senilai Rp 3,38 triliun. Sebanyak 94 saham naik, sisanya 139 saham turun, dan 93 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia mengakhiri pergerakan dengan mixed setelah seharian bergerak fluktuatif. Sentimen negatif datang dari Uni Eropa dengan masalah surat utangnya. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 10.000 ke Rp 240.000, Multi Prima (LPIN) naik Rp 900 ke Rp 5.500, Goodyear (GDYR) naik Rp 750 ke Rp 13.750, dan SMART (SMAR) naik Rp 400 ke Rp 6.750.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 650 ke Rp 51.250, Supreme Cable (SCCO) turun Rp 500 ke Rp 5.000, Mitra Adi Perkasa (MAPI) turun Rp 300 ke Rp 6.700, dan Lion Metal (LION) turun Rp 300 ke Rp 9.700.

Perdagangan sesi I, indeks BEI juga ditutup melemah 5,444 poin (0,13%) ke level 4.140,434. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 1,353 poin (0,19%) ke level 711,855. Saham-saham komoditas, terutama sektor tambang, terkena koreksi paling banyak. Kinerja emiten-emiten tambang tergerus oleh turunnya harga komoditas. Sehingga aksi jual banyak terjadi di saham-saham ini.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 53.098 kali pada volume 1,708 miliar lembar saham senilai Rp 1,552 triliun. Sebanyak 70 saham naik, sisanya 127 saham turun, dan 104 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 10.000 ke Rp 240.000, Multi Prima (LPIN) naik Rp 500 ke Rp 5.100, Goodyear (GDYR) naik Rp 500 ke Rp 13.500, dan Indocement (INTP) naik Rp 400 ke Rp 20.850.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lion Metal (LION) turun Rp 400 ke Rp 9.600, Supreme Cable (SCCO) turun Rp 350 ke Rp 5.150, Mandom (TCID) turun Rp 200 ke Rp 8.500, dan Asuransi Dayin (ASDM) turun Rp 200 ke Rp 610.

Sementara diawal perdagangan, indeks BEI di buka naik 4,30 poin atau 0,10% ke posisi 4.150,17. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,09 poin (0,15%) ke level 714,30, “Indeks BEI dibuka naik seiring optimisme pelaku pasar ditengah beberapa valuasi saham yang sudah rendah," kata analis BNI Securities, Viviet S Putri.

Dia menambahkan, kembali normalnya sistem transaksi di Bursa Efek Indonesia membuat pelaku pasar kembali posisi sehingga diperkirakan indeks BEI akan naik. Sementara itu, analis Sinarmas Sekuritas James Wahjudi menambahkan, pada perdagangan Selasa ini secara teknikal indeks BEI bergerak "mixed" di kisaran 4.125-4.165 poin. "Rencana lelang obligasi Italia dan data ekonomi AS yang akan dirilis yakni data manufaktur bulan Agustus memberikan sentimen terhadap indeks," kata James Wahyudi.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 18,67 poin (0,09%) ke level 19.780,00, indeks Nikkei-225 turun 14,67 poin (0,16%) ke level 9.070,91 dan Straits Times menguat 0,27 poin (0,01%) ke level 3.044,77. (bani)

BERITA TERKAIT

Lagi, IHSG Catatkan Rekor Baru 6.113 Poin

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (14/12), indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali mencatatkan…

MAMI Prediksi Kinerja IHSG Tumbuh Signifikan - Momentum Tahun Politik

NERACA Jakarta – Pilkada serentak yang bakal di lakukan tahun depan, membuat kekhawatiran tersendiri bagi pelaku pasar modal. Meskipun keyakinan…

IHSG Selama Sepekan Menguat 1,32%

NERACA Jakarta – Selama sepekan kemarin atau di sepanjang priode 4 hingga 8 Desember 2017, indeks harga saham gabungan (IHSG)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pelindo III Cari Modal di Pasar US$ 1 Miliar

Guna mendanai ekspansi bisnisnya lebih agresif lagi, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III berencana menggalang dana dari pasar modal pada 2018…

Lagi, LPPF Buka Gerai Baru di Surabaya

Perluas penetrasi pasar, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) membuka gerai baru berkonsep specialty store kedua di Pakuwon Mall Surabaya.…

Jasa Armada Pangkas Jumlah IPO Jadi 20%

Pilih cara aman atau konservatif agar saham IPO terserap di pasar, PT Jasa Armada Indonesia menurunkan jumlah saham yang di…