Perbankan Spanyol Cuma Pakai 60% Dana Penyelamatan

NERACA

Madrid--- Pemerintah Spanyol tak mau gegabah menggunakan dana penyelamatan perbankan. Bahkan kemungkinan hanya akan terpakai sekitar 60 % dari 100 miliar euro (125 miliar dolar AS) pinjaman penyelamatan perbankan. “Mitra zona euro Spanyol sepakat pada Juni untuk memperpanjang uang guna menyelamatkan neraca bank-bank Spanyol, yang terpukul kejatuhan properti 2008 yang menciptakan gunung kredit macet,” kata Menteri Ekonomi Luis de Guindos dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Senin.

Dua penelitian oleh pemerintah pada Juni memperkirakan sektor perbankan memerlukan 62 miliar euro dan Madrid kini menunggu rincian audit independen dari bank sebelum memutuskan tentang jumlah yang tepat yang akan digunakan.

Tetapi De Guindos, dalam sebuah wawancara yang diterbitkan di International Herald Tribune, mengatakan pihaknya tidak mengharapkan angka akhir untuk berbeda jauh dari perkiraan yang pertama. "Saya tidak berpikir itu akan menjadi sangat berbeda," katanya seperti dikutip.

Selain masalah perbankan, kata De Guindos, Spanyol bergulat dengan ekonominya yang terjebak dalam resesi dengan tingkat pengangguran hampir 25 %. Pada saat yang sama, pemerintah memangkas pengeluaran untuk mengendalikan sebuah defisit yang menganga dan untuk mendapatkan kembali kepercayaan investor, yang menuntut premium tinggi untuk pinjaman.

Namun demikian, para analis semakin percaya Spanyol akan mencari dana talangan (bailout) karena bunga pinjaman tetap tinggi dan negara itu menghadapi krisis yang pada Oktober dengan lebih dari 30 miliar euro dalam pembayaran utang jatuh tempo.

Pemerintah Spanyol telah meminta Bank Sentral Eropa untuk datang membantunya melalui melanjutkan program pembelian obligasi pemerintah di pasar terbuka. Namun ECB diperkirakan bertindak hanya jika Madrid menerima persyaratan baru dengan secara resmi meminta bantuan dari dana bailout zona euro, yang juga bisa meminjamkan tangan dengan membeli obligasi yang baru dikeluarkan.

De Guindos kepada koran itu mengatakan, dia yakin ECB akan intervensi, mengatakan "aksinya akan meyakinkan pasar dan akan menjadi uluran tangan penting".

Dia juga setuju bahwa Spanyol harus memberikan komitmen. "Pemerintah Spanyol menerima bahwa intervensi ECB di pasar sekunder tidak boleh mengendurkan upaya konsolidasi fiskal dan kami telah memberikan jaminan kepada ECB bahwa kami akan memenuhi komitmen kami." **

BERITA TERKAIT

Darmi Bersaudara Bidik Dana IPO Rp 22 Miliar - Lepas 22,57% Saham Ke Publik

NERACA Jakarta - Perusahaan perdagangan kayu, PT Darmi Bersaudara akan melepas 22,57% sahamnya dalam penawaran umum perdana atau Initial Public…

Merdeka Copper Raup Dana Rp 1,33 Triliun - Terbitkan Saham Baru

NERACA Jakarta – Eksplorasi tambang emas PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) makin lebih leluasa dan agresif seiring dana segar…

Kesadaran Masyarakat dalam Perencanaan Dana Pensiun Masih Rendah

  NERACA   Surabaya - Manulife Indonesia menyebutkan kesadaran masyarakat Indonesia dalam perencanaan dana pensiun masih rendah, karena dari total…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Mandiri Inhealth Tingkatkan Kualitas Layanan - HUT Ke 10

    NERACA   Bogor - Menyambut Hari jadinya yang ke 10 pada 6 Oktober mendatang PT Asuransi Jiwa Inhealth…

BNI Dukung Perhelatan Asian Para Games 2018

  NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali berpartisipasi sebagai Official Prestige Digital Banking Partner…

Industri Asuransi Jiwa Optimistis Pertumbuhan Unit Link

  NERACA   Denpasar - Perusahaan asuransi jiwa Prudential Indonesia optimistis pertumbuhan produk asuransi jiwa yang menggabungkan investasi atau "unit…