Menciptakan Bisnis Berwawasan Lingkungan

Sabtu, 01/09/2012

Satu perhatian kecil mungkin saja akan menjadi langkah besar di kemudian hari, termasuk dalam mengembangkan bisnis berwawasan lingkungan bagi generasi mendatang.

NERACA

Membicarakan seputar lingkungan dan kelestariannya mungkin dipandang sebelah mata. Pemahaman bila setiap generasi memiliki tantangan di setiap masanya dan terlalu futuristik, menjadi alasan masalah lingkungan tak menarik dibahas bahkan dirancang dalam sebuah tindakan nyata.

Padahal perhatian terhadap lingkungan meski terbilang kecil, sangat penting, terutama dalam menjalankan roda bisnis dan usaha. Karena dengan berwawasan lingkungan, aktivitas bisnis tak hanya akan memenuhi kebutuhan saat ini, namun dapat memberi kemampuan kepada generasi selanjutnya untuk memenuhi kebutuhan di masa mendatang.

Pada era global dan pasar bebas, keunggulan produk, kepuasan konsumen dan efisiensi memang menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing bagi dunia usaha. Sementara di sisi lain, ancaman pemanasan global menuntut dunia bisnis untuk mentaati pelbagai peraturan dan standar yang berhubungan dengan lingkungan.

Seiring nafas aktivitas bisnis, sesungguhnya pengelolaan lingkungan merupakan investasi yang sangat bernilai, bahkan sama sekali tidak mengurangi keuntungan bisnis yang dijalankan.

Karena dengan menjaga lingkungan sekitar, justru akan melestarikan eksistensi perusahaan untuk tetap berkiprah memenuhi kebutuhan dengan hasil produknya, tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat dengan membanggakan, berlanjut menyelusuri sang waktu hingga masa-masa mendatang.

Masyarakat konsumen pun menyadari, pemakaian bahan berbahaya dan beracun tanpa dilalui dengan proses yang benar dalam menghasilkan produk akan mendapat reaksi keras.

Tak sedikit para konsumen membatalkan permintaan atas sebuah produk, hanya karena perusahaan tersebut tidak melakukan pengelolaan lingkungan dengan baik. Di mata pihak perbankan, bahkan kelaikan sebuah bisnis harus memenuhi tiga aspek: ekonomi, teknik dan lingkungan. Inilah tantangan yang harus dihadapi dunia usaha.

Demi Masa Depan

Asian Productivity Organisation (APO), sejak tahun 1994, bahkan sudah mencanangkan program Produktivitas Ramah Lingkungan (green productivity), bukan saja sebagai strategi pengelolaan lingkungan tapi sekaligus sebagai strategi bisnis secara total, yang akan memberi manfaat bagi pengembangan sosial ekonomi secara bersamaan.

Langkah nyata dilakukan International Finance Corporation (IFC), di bawah World Bank Group dalam mengembangkan Bank Dunia Strategy Group Kelapa Sawit.

Sejak Mei 2010, IFC memberikan konsultasi kepada 130 peserta, yang berasal dari organisasi masyarakat sipil, masyarakat yang terkena dampak, produsen besar dan skala kecil, mitra usaha, investor, para peneliti maupun Pemerintah Indonesia dalam mengawal rancang bangun keputusan terbaik terkait praktik bisnis yang berwawasan lingkungan.

IFC dan Bank Dunia berupaya mempromosikan praktik-praktik berkelanjutan yang akan menguntungkan kaum miskin dengan tetap bertujuan melestarikan hutan, keanekaragaman hayati dan masyarakat hutan.

Program lain adalah penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup, atau disingkat PROPER, yang menjadi salah satu upaya Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk mendorong penaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui instrumen informasi.

Pada prinsipnya, pelaksanaan Proper akan mendorong penataan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan melalui instrument insentif reputasi/citra bagi perusahaan yang mempunyai kinerja pengelolaan lingkungan yang baik, dan instrumen disinsentif reputasi/citra bagi perusahaan yang mempunyai kinerja pengelolaan lingkungan yang buruk.

Dan dalam implementasinya, pemerintah pun dituntut konsisten dalam tegak dan tegasnya hukum dalam mengusung nilai etika dan moralitas di setiap denyut aktivitas kehidupan masyarakat Indonesia.

Meski nilai moral dan etika, baik dalam organisasi maupun praktik bisnis telah dilakukan pemerintah dengan kewajiban mengimplementasikan prinsip Good Corporate Governance (GCG) di pelbagai bidang bisnis dan usaha. Namun munculnya beberapa kasus korupsi, suap, dan manipulasi di negeri ini, tetap menjadi pekerjaan besar bagi segenap elemen anak bangsa, demi terwujudnya roda perekonomian yang berkelanjutan, berwawasan lingkungan dan berkeadilan menuju masyarakat sejahtera.