Analis : Saatnya Investor Melirik Saham Sektor Komoditas

NERACA

Jakarta – Mensiasati meredupnya saham sektor tambang, saatnya melirik saham sektor komoditas yang berpotensi menguat seiring penguatan harga minyak dan "rally" harga metal dunia dalam sepekan terakhir.

Analis Samuel Sekuritas Yualdo Yudoprawiro, menjelaskan sentimen positif ini datang dari penguatan harga minyak dunia yang naik 1,3 persen pada perdagangan di Asia ke level 97,4 dolar AS per barel, “Naiknya harga minyak akan mendorong penguatan saham sektor komoditas," katanya di Jakarta, Senin (27/8).

Yualdo menambahkan untuk "resistance" indeks diperkirakan berada pada level 4.165. Sementara pada perdagangan Senin yang dimulai pukul 10.00 waktu JATS, IHSG berada pada level 4.144,12, atau melemah 1,27 poin (0,03%). Sedangkan indeks saham unggulan LQ45 merosot 0,41 poin (0,06 %) menjadi 712,84.

Untuk bursa global, bursa Eropa dan Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan lalu memfaktorkan sentimen positif dari rilis data pesanan barang tahan lama Amerika Serikat pada Juli yang tumbuh 4,2% lebih baik dari ekspektasi.

Di sisi lain, katanya, optimisme Uni Eropa akan kembali mendukung "bailout" untuk Yunani. Sementara bursa Asia pada perdagangan Senin pagi ini turut dibuka menguat dengan memfaktorkan penguatan bursa global akhir pekan lalu dan ekspektasi The Fed akan memutuskan QE3 dalam pertemuan Jackson Hole akhir pekan ini.

Meskipun perdagangan bursa sempat sepi disebabkan errornya remote trading, Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, transaksi perdagangan akan kembali ramai seiring mulai masuknya pelaku pasar pasca liburan panjang lebaran Idul Fitri 2012.

Pelaku pasar di bursa Indonesia, kata Edwin diperkirakan berangsur ramai dalam perdagangan awal pekan ini, “Ramainya perdagangan akan membuat indeks kembali berpotensi menguat," katanya.

Meski demikian, lanjutnya, faktor penggerak indeks tetap berada pada faktor eksternal seiring telah selesai rilis laporan keuangan QE3 di tengah investor asing yang terus membukukan pembelian bersih selama lima pekan berturut-turut mencapai Rp6,09 triliun.

Adapun beberapa saham yang direkomendasikan layak dikoleksi di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Semen Gresik Tbk (SMGR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

Sementara Analis Sinarmas Sekuritas James Wahjudi mengatakan secara teknikal indeks akan bergerak "mixed". "Hasil pertemuan pemimpin tiga negara di kawasan Eropa yaitu Jerman, Prancis dan Yunani dalam membahas program dana talangan kedua Yunani dan dirilisnya data pesanan barang tahan lama Amerika Serikat Juli 2012 memberikan sentimen terhadap pergerakan indeks," terangnya.(bani)

BERITA TERKAIT

BEI Bakal Tambah Tiga Sektor Saham Baru - Perbanyak Perusahaan Go Public

NERACA Jakarta – Dalam rangka meningkatkan likuiditas dan transaksi harian di pasar, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menambah tiga…

Kadin: Tak Mungkin Terulang Krisis 1998-2008 - PROSPEK PERTUMBUHAN INDUSTRI DAN SEKTOR PERKEBUNAN

Jakarta-Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani menyatakan sikap optimistis krisis ekonomi 1998 dan 2008 atau…

NH Korindo Rekomendasi Beli Saham PPRO - Harga Wajar Rp 260 Persaham

NERACA Jakarta - Nilai wajar harga saham PT PP Properti Tbk (PPRO) mencapai Rp260 per unit, lebih tinggi sekitar 32%…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

MCAS Bukukan Penjualan Rp 1,1 Triliun

PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) sepanjang sebelas bulan pertama tahun ini mengantongi angka penjualan sebesar Rp1,1 triliun atau meningkat…

Generali Meriahkan Insurance Festival 2017

Sebagai wujud dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan literasi dan inkluasi keuangan, Generali Indonesia turut meramaikan Insurance Festival 2017 yang…

WTON Targetkan Pendapatan Tumbuh 20%

Optimisme tahun depan akan jauh lebih baik kondisi perekonomian dalam negeri, memacu PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menargetkan pertumbuhan…