Transportasi Udara “Penentu” Industri Pariwisata

NERACA

Jakarta--Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyatakan angkutan udara menjadi kunci utama yang mendukung keberhasilan pariwisata di Indonesia. "Sebagai negara kepulauan, keberadaan angkutan udara memainkan peran sekaligus faktor penting untuk pengembangan pariwisata nusantara," kata Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kemenparekraf, M. Faried, di Jakarta, Senin.

Pihaknya mencatat, kata Faried, angkutan udara kini menempati posisi kedua setelah angkutan darat dalam perannya menggerakkan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air.

Bahkan Faried menambahkan saat ini terdapat sebanyak 36 operator penerbangan nasional rute domestik yang beroperasi di Indonesia. "Operator sebanyak itu memiliki kapasitas sebanyak 108,2 juta kursi," jelasnya

Faried mengungkapkan sebagian besar armada angkutan udara tersebut merupakan pesawat berjenis jet yang memiliki jangkauan penerbangan jauh dengan waktu tempuh pendek. "Selain itu, pesawat jenis ini juga memiliki kapasitas kursi lebih banyak sehingga semakin memudahkan perjalanan wisatawan," ucapnya

Dikatakan Faried, penerbangan langsung juga akan memicu kunjungan wisatawan ke suatu daerah. Kemenparekraf mencatat dari 7,64 juta kunjungan wisatawan mancanegera (wisman) pada 2011, sebanyak 71,20 % di antaranya menggunakan transportasi udara. Pengguna transportasi laut dan darat atau lintas perbatasan masing-masing sebesar 28,08 % dan 0,73 %. Selain itu, penerbangan berbudget rendah atau LCC (Low Cost Carrier) juga menjadi pemicu meningkatkan pergerakan wisatawan melalui jalur udara.

Oleh karena itu, Faried berharap, konektivitas melalui jalur udara di Indonesia semakin luas, sehingga mampu menggerakkan lebih banyak wisatawan di Tanah Air. **cahyo

BERITA TERKAIT

Industri Pariwisata Butuh Revolusi Mental

NERACA Padang –Kekayaan alam pariwisata di Indonesia cukup menjanjikan, namun ironisnya belum dimanfaatkannya secara optimal dan ditambah hambatan yang ada…

Sumbangan Devisa Pariwisata Masih Terbatas

      NERACA   Padang - Bank Indonesia (BI) menilai sumbangan sektor pariwisata terhadap cadangan devisa Indonesia, masih relatif…

BKPM Tawarkan Rp3,9 triliun Proyek Pariwisata

    NERACA   Padang - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian Pariwisata menawarkan proyek pariwisata senilai 2,9 miliar…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Infrastruktur jadi Senjata Pemerintah Atasi Middle Income Trap

      NERACA   Jakarta – Indonesia digadang-gadang akan keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah atau middle income trap.…

Pariwisata Digadang-gadang Bakal jadi Penyumbang Terbesar Devisa

    NERACA   Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sektor pariwisata Indonesia diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar pada…

LTC Glodok Sediakan Layanan SIM dan STNK Keliling

  NERACA   Jakarta – Pusat perbelanjaan Lindeteves Trade Center Glodok (LTC Glodok) bekerjasama dengan Polda Metro Jaya mengadakan pelayanan…