Imbas Error Remote Trading, IHSG Bergerak Stagnan

NERACA

Jakarta – Dampak dari errornya remote trading memberikan imbas perdagangan saham ditutup lebih awal yaitu pukul 15.30 waktu JATS dan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) berakhir flat. Meskipun demikian, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan berhasil ditutup menguat tipis 0,479 poin (0,01%) ke level 4.145,878. Sementara Indeks LQ45 menipis 0,049 poin (0,01%) ke level 713,208.

Sebagaimana diketahui, indeks tercatat tak bergerak banyak lantaran sepinya transaksi bursa, akibat adanya kendala teknis pada sistem remote trading BEI pagi tadi dan sempat error beberapa kali pada sesi II perdagangan.

Kata analis BNI Securities, Viviet S Putri, terganggunya sistem perdagangan saham di BEI membuat transaksi minim di tengah semangatnya pelaku pasar yang semangat setelah libur panjang, “Beberapa harga saham dinilai rendah, paska liburan minat investor cukup kuat untuk bertransaksi saham, namun sayangnya sistem 'remote trading' BEI mengalami kendala. Kondisi itu membuat IHSG stagnan,"katanya.

Dia menambahkan, potensi kerugian nilai transaksi harian ditaksir sekitar Rp3-Rp4 triliun. Sedangkan potensi kerugian komisi sekuritas diperkirakan Rp200 miliar. Sementara Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada menilai, gangguan yang terjadi di sistem perdagangan BEI menjadi kerugian tersendiri bagi perusahaan efek yang memiliki bisnis brokerage, “Investor menyatakan keluhannya pada broker padahal kesalahan terjadi di BEI,"ungkapnya.

Berikutnya, indeks Selasa diproyeksikan akan bergerak di zona yang sama dengan kecenderungan melemah karena investor masih mengkhatirkan masalah teknis perdagangan bursa berlanjut ditambah sentimen negatif global. Indeks diproyeksikan akan bergerak di level 4.140-4.143.

Pada perdagangan kemarin berjalan sangat sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 26.026 kali pada volume 719,379 juta lembar saham senilai Rp 1 triliun. Sebanyak 92 saham naik, sisanya 94 saham turun, dan 94 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 5.000 ke Rp 230.000, Supreme Cable (SCCO) naik Rp 500 ke Rp 5.500, Indomobil (IMAS) naik Rp 500 ke Rp 6.200, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 300 ke Rp 51.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Century Textille (CNTX) turun Rp 1.000 ke Rp 6.000, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 300 ke Rp 20.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 200 ke Rp 51.900, dan Semen Gresik (SMGR) turun Rp 150 ke Rp 12.950.

Sementara perdagangan sesi I, indeks BEI IHSG naik 5,031 poin (0,12%) ke level 4.150,430. Sementara Indeks LQ45 menguat 1,562 poin (0,22%) ke level 714,819. Posisi terakhir sejak eror pagi tepat pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG berada di level 4.144,125 turun tipis 1,274 poin (0,03%). Sementara Indeks LQ45 melemah tipis 0,415 poin (0,06%) ke level 712,842.

Sebelumnnya perdagangan sempat molor, tidak dibuka seperti biasanya pada pukul 9.35 waktu JATS, karena BEI sedang melakukan aktivasi dengan menggunakan sistem backup atau sistem DRC. Sehingga, pasar saham yang seharusnya dibuka pada pukul 9.30 waktu JATS pagi tadi tidak bergerak normal.

Hingga pada pukul 10.00 waktu JATS, perdagangan bisa berjalan kembali, posisi IHSG berada level 4.144,125 turun tipis 1,274 poin (0,03%). Sementara Indeks LQ45 melemah tipis 0,415 poin (0,06%) ke level 712,842. Namun perdagangan tidak berjalan lama dan akhirnya kembali mengalami gangguan.

Direktur Teknologi Informasi BEI Adikin Basirun mengatakan, terganggunya perdagangan saham terjadi pada sistem penerimaan data yang dimiliki oleh beberapa perusahaan sekuritas. Tidak semua sistem Anggota Bursa dapat menerima perpindahan data ketika mengalami masalah.

Namun, kata dia, BEI memberikan informasi pasar yang akan dikirimkan secara real time kepada Anggota Bursa. Bahkan dia menyakini, perdagangan Selasa akan normal. Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 81,36 poin (0,41%) ke level 19.798,67, indeks Nikkei-225 naik 14,63 poin (0,16%) ke level 9.085,39 dan Straits Times melemah 4,63 poin (0,15%) ke level 3.046,76. (bani)

BERITA TERKAIT

Stabilitas Ekonomi Menopang Laju IHSG

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan Kamis  (12/10), indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 43,41…

Lagi Profit Taking Bikin IHSG Kembali Loyo

NERACA Jakarta – Selang sehari indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat, kini indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut kambali…

Analis : IHSG Bakal Cetak Rekor Baru 6000 - Banyak Sentimen Positif

NERACA Jakarta – Tren penguatan terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) diyakini bakal membawa rekor baru indeks di Bursa Efek…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…