Jualan Aset Eks BLBI Capai Rp 78,2 Miliar

NERACA

Jakarta - Pemerintah menjual sejumlah aset eks Bank Dalam Likuidasi, baik berupa lahan maupun properti. Adapun aset-aset tersebut sebanyak 11 item yang terdiri dari 8 bidang tanah/bangunan dan 3 aset inventaris peralatan kantor terjual. “Kantor Pelayanan Kekayaan Negara (KPKNL) Jakarta IV melaksanakan lelang atas 13 aset eks Bank Dalam Likuidasi,” kata Direktur Hukum dan Humas, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Tavianto Noegroho di Jakarta,27/8

Beberapa aset itu antara lain, 8 bidang tanah dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dengan total limit nilai sebesar Rp 9,53 miliar dan 2 objek lelang berupa tanah dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) dengan nilai Rp 2,52 miliar dan 3 unit apartemen dengan Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS) di Komplek Apartemen Muara Indah Pluit dengan nilai Rp 2,19 miliar. "Total nilai limit objek lelang tersebut sebesar Rp 14,26 miliar. Dari pelaksanaan yang dilangsungkan pada 9 Agustus 2012 tersebut terjual 2 objek berupa tanah dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang terletak di Jalan Cengkeh seharga Rp 1,82 miliar," tambahnya

Selain itu, pada 13 Agustus 2012 KPKNL Jakarta IV kembali melaksanakan lelang aset BDL dan dari lelang aset ini, KPKNL Jakarta IV mampu menjual aset senilai Rp 73 miliar lebih. Sedangkan aset inventaris kantor yang terjual dari kegiatan lelang tersebut meliputi aset dari PT Sejahtera Bank Umum dan PT South East Asia Bank dengan total nilai penjualan sebesar Rp 251,1 juta.

"KPKNL Bogor dan KPKNL Bekasi juga telah menjual beberapa aset melalui lelang. Total nilai dari penjualan yang dihasilkan dari kegiatan lelang aset eks BDL tahap I yang diadakan ketiga KPKNL tersebut adalah sebesar Rp 78,21 miliar dan untuk pelelangan tahap II DJKN merencanakan akan melaksanakan pada minggu kedua bulan September 2012," imbuhnya.

Sebelumnya, aktifis antikorupsi mendesak Kejaksaan Agung memburu obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) lainnya yang masih buron. Hal ini terkait ditangkapnya salah satu terpidana BLBI, Sherny Kojongian, di San Fransisco, Amerika Serikat, oleh interpol. “Ya, kami menyambut positif penangkapan itu dan kami minta buron BLBI lain juga diburu,” kata Anggota Badan Pekerja ICW, Emerson Yuntho

Dari catatan ICW, ada lebih kurang sepuluh buronan terkait kasus BLBI yang masih menjadi pekerjaan rumah Kejagung. “Mungkin mereka tahu lokasi buronan, tapi harus koordinasi dengan penegak hukum setempat,” ujarnya.

Dengan ditangkapnya Sherny oleh interpol setelah sepuluh tahun buron, maka Kejagung bisa melakukan hal serupa untuk buronan lainnya, yaitu bekerja sama dengan interpol. "Yang terpenting saat ini adalah bagaimana bisa menangkap terpidana dan menjalani proses hukum di dalam negeri, "kata Emerson.

Sherny, yang merupakan mantan Direktur Internasional/ HRD dan Direktur Kredit PT Bank Harapan Sentosa (PT BHS) oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dijatuhi hukuman 20 tahun penjara dalam kasus korupsi BLBI hingga merugikan negara Rp1,950 triliun. **cahyo

BERITA TERKAIT

Unilever Lepas Aset Bisnis Spreads

NERACA Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), para pemegang saham…

Zakat Idul Fitri Warga Depok Bisa Capai Rp8,6 Miliar - Meski Kondisi Ekonomi Prihatin

Zakat Idul Fitri Warga Depok Bisa Capai Rp8,6 Miliar  Meski Kondisi Ekonomi Prihatin NERACA Depok - Asisten Bidang Pemerintah, Hukum…

Tingkat Kehadiran ASN Jabar Capai 99,2 Persen

Tingkat Kehadiran ASN Jabar Capai 99,2 Persen NERACA Bandung - Tingkat kehadiran para Aparatur Sipil Negara (ASN) Setda Pemprov Jawa…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank SulutGo Ajukan Izin Terbitkan Kartu Debit

  NERACA   Manado - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) mengajukan permohonan izin kepada Bank…

Rasio Kredit Macet Di Sulteng Aman

    NERACA   Palu - Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Miyono mengatakan rasio kredit macet atau…

Sinergi Pesantren dengan Pembiayaan Ultra Mikro

      NERACA   Jakarta - Pemerintah mendorong sinergi pondok pesantren dengan program pembiayaan Ultra Mikro yang diyakini dapat…