Anggaran OJK Capai Rp934 Miliar - Dalam RAPBN 2013

NERACA

Jakarta – Pemerintah telah menganggarkan dana melalui RAPBN 2013 untuk operasional lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sekitar Rp 934,1 miliar. "Yang tahun depan akan punya anggaran OJK sendiri," kata Sekretaris Jenderal Kemenkeu Kiagus Ahmad Badaruddin di Jakarta,

Sebelumnya, pada tahun 2012, anggaran untuk lembaga pengawasan keuangan yang baru dibentuk ini masih dimasukkan dalam anggaran belanja Kementerian Keuangan untuk Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK).

Menurut Badaruddin, anggaran ini belum termasuk dengan pembangunan gedung baru untuk OJK. "Belum, belum jadi dia itu masih nyewa, tapi kita bertekad operasional OJK dapat berlangsung dengan baik tanpa masalah dari sarana-sarana pendukung," tambahnya

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan DK OJK terpilih Muliaman Hadad mengungkapkan saat ini untuk sementara OJK masih berkantor di Bank Indonesia. "Ya untuk sementara OJK kantornya di BI, tapi nanti akan pindah ke Bidakara," ungkapnya.

Menurut Muliaman, lembaga itu akan mempertimbangkan dua opsi untuk anggaran operasionalnya. "Berdasarkan undang-undang dimungkinkan dua opsi, yaitu dari APBN atau pungutan dari industri," jelasnya

Undang undang (UU) yang dimaksud Muliaman itu adalah UU Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan yang dalam pasal 34 mencantumkan ketentuan yang mengatur tentang sumber anggaran OJK. Anggaran OJK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat 2 itu akan digunakan untuk membiayai kegiatan operasional, administratif, pengadaan aset, serta pegiatan pendukung lainnya. "Kita masih punya waktu hingga 2014 untuk masalah itu, sementara kita akan lakukan komunikasi dan sosialisasi terkait lembaga OJK-nya sendiri kepada industri," tuturnya

Beberapa waktu lalu, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Iqbal Latanro berharap supaya kebijakan yang dikeluarkan oleh OJK nantinya bisa saling bersinergi dan membawa angin segar untuk industi perbankan. "Jadi saya berharap dengan adanya pelantikan hari ini sistem keuangan di Indonesia dan financial sector menjadi terintegrasi, sehingga kebijakannya menjadi keterkaitan. Tentu setelah dia berfungsi dengan baik," ungkapnya

Iqbal juga berharap, nantinya OJK bisa secara berkala mengajak diskusi pelaku industi keuangan khusus perbankan sehingga bisa mengeluarkan kebijakan yang membawa industri perbankan tumbuh dengan baik dan sehat. "Tentu setelah dia berfungsi dengan baik, kita bisa melihat hasil tentu untuk bisa melihat itu harus ada komunikasi intensif dengan pelaku industri dan OJK," sambungnya.

Terkait rencana OJK yang akan menarik iuran setelah berapa tahun berjalan. Iqbal sebagai salah satu pelaku industri perbankan siap mengikuti kebijakan tersebut asalkan tugas dan fungsi OJK bisa membawa hal yang positif untuk industri perbankan tanah air. "Kalau memang itu menjadi kebijakan pasti itu berdampak terhadap overhead, saya tidak terlalu mempermasalahkan itu yang penting fungsinya berjalan," pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Peran Pers dalam Menangkal Isu SARA

  Oleh : Sulaiman Rahmat, Mahasiswa Lancang Kuning Pekanbaru SARA menjadi permasalahan yang mudah sekali dihembuskan dan menyulut emosi. Pada…

Ekspor Industri Alas Kaki Menapak Hingga US$4,7 Miliar

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian memprioritaskan pengembangan industri alas kaki nasional agar semakin produktif dan berdaya saing, terlebih lagi karena…

Semen Baturaja Terbitkan MTN Rp 400 Miliar

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk atau (SMBR) menerbitkan surat hutang (MTN) senilai Rp400 miliar dengan jangka waktu selama tiga tahun…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Suku Bunga Acuan Diprediksi Naik Kuartal IV

      NERACA   Jakarta - Chief Economist PT Bank UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja memprediksi suku bunga acuan atau…

AAJI Dorong Asuransi Manfaatkan Aplikasi Digital

      NERACA   Bali - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong anggotanya untuk mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi teknologi digital…

Bank Mandiri Bidik Pertumbuhan KPR 15%

    NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri Persero Tbk membidik pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dapat mencapai 15…