Mengembangkan Bisnis Ban Dari Hulu Sampai Hilir - PT Multistrada Arah Sarana Tbk

NERACA

Jakarta – Besarnya kebutuhan karet untuk produki ban cukup besar, seiring dengan tingginya permintaan ban baik dalam dan luar negeri. Maka mensiasati keterbatasan bahan baku, produsen ban Achilles PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) mulai mengembangkan bisnis perkebunan karet melalui anak usaha PT Multistrada Agro Internasional.

Direktur PT Multistrada Arah sarana Tbk Pieter Tanuri mengatakan, bisnis karet ini sendiri digunakan untuk kepentingan perusahaan dalam memproduksi ban yang diperkirakan dapat menurunkan ongkos produksi ban dan meningkatkan margin pendapatan, “Perseroan akan mengembangkan bisnis karet tahap awal di atas seluas lahan 5.000 hektar dengan menyiapkan dana sebesar Rp400 miliar,"katanya.

Namun hasil dari perkebunan karet ini memang baru bisa dinikmati perseroan dalam lima tahun mendatang. Adapun kontrak perkebunan karet ini berlangsung hingga 60 tahun dengan perkiraan investasi sebesar Rp13 triliun.

Menurutnya, dari total investasi tersebut perseroan tidak akan langsung mengeluarkan dana Rp13 triliun. Nanti dilakukan secara bertahap dengan tahap awal sebesar Rp400 miliar. Nantinya, hasil produksi karet tersebut akan digunakan untuk kepentingan perseroan. Namun, dia tidak menutup kemungkinan untuk menjualnya ke pihak lain jika ada kelebihan produksi.

Dalam menjalankan bisnisnya, perseroan memiliki sejumlah merek produk ban yang mencakup Achilles, Corsa dan Strada, di mana segmen ekspor menjadi tulang punggung, yaitu 73% dari penjualan ekspor dan sisanya sebesar 27% merupakan penjualan domestik.

Genjot Produksi

Tercatat hingga kuartal I-2012, penjualan perseroan tercatat mencapai Rp794 miliar atau tumbuh sekitar 20% dibanding periode yang sama 2011 yang senilai Rp657 miliar. Dari sisi pangsa pasar, Asia Pasifik masih menjadi pasar ekspor terbesar dengan proporsi penjualan 19% dari total penjualan ekspor, disusul Amerika 18%, Timur Tengah 17%, Eropa 11% dan Afrika 9%.

Hingga saat ini untuk kapasitas produksi ban perseroan mencapai 28.500 ban mobil per hari dengan sekitar 70-80% nya diekspor ke lebih dari 75 negara tujuan. Sementara untuk ban sepeda motor, kapasitas produksi mencapai 16 ribu ban per hari yang seluruhnya ditujukan untuk konsumsi pasar lokal.

Terkait pengembangan usahanya, perseroan berencana membangun kawasan industri di lahan seluas 210 hektar. Langkah ini dilakukan seiring dengan keinginan pemerintah yang meminta semua perusahaan manufaktur untuk pindah ke kawasan industri sebelum Desember 2014. Dengan pembangunan kawasan industri itu, perseroan akan membentuk anak usaha yang diberi nama PT Kawasan Industri Multistrada.

Research eTrading Securities, Bertrand Raynaldi pernah bilang, langkah produsen ban ini terbilang cukup baik untuk mengembangkan bisnis terutama meningkatkan pendapatan anorganik perseroan. "Kendati demikian, kegiatan organik MASA juga tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan, di mana hal ini dapat dilihat dari seriusnya perseroan mengembangkan lahan perkebunan karet seluas 5 hektar dengan total nilai investasi diperkirakan mencapai Rp13 triliun selama 60 tahun," tuturnya.

Revisi Target

Kemudian dampak dari krisis Eropa, perseroan terpaksa melakukan revisi penurunan target penjualan ban mobil dan motornya menjadi 7,5 unit dan 3,8 juta unit dari target sebelumnya sebesar 10 juta untuk mobil dan 5 juta untuk motor. Pasalnya, penjualan perseroan terpukul atau turun 3% dari krisis yang melanda Eropa danHal tersebut karena adanya penurunan ekspor ban MASA ke pasar Eropa yang turun hingga 3%.

Sementara untuk ekpor ban MASA ke pasar Amerika Serikat relatif lebih stabil. Sedangkan ekspor untuk kawasan ASEAN, Afrika dan Timur Tengan masih mengalami peningkatan. Cenderung mengalami penurunan dalam sepekan terakhir, saat ini MASA berada pada level 495 (5/7). Indikator stochastic memberikan sinyal downtrend setelah mengalami reversal pada titik jenuh beli. Begitu juga dengan MACD, trend tertekan turun oleh histogram positif yang memendek. Untuk trend tahunannya, MASA berada pada kondisi sideways. (bani)

BERITA TERKAIT

Perusahaan Bisa Manfaatkan Pasar Modal - Danai Ekspansi Bisnis

NERACA Jakarta - Besarnya likuiditas di pasar modal, tentunya bisa dimanfaatkan para pelaku bisnis untuk mendanai ekspansi bisnisnya jangka panjang…

GJTL Genjot Produksi Jadi 3.500 Ban Perhari - Permintaan Ban TBR Meningkat

NERACA Jakarta - Mengandalkan pasar ekspor dalam menggenjot pertumbuhan penjualan, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus meningkatkan kapasitas produksi dan…

ADB Dukung Bisnis Inklusif Di Indonesia

  NERACA   Jakarta - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) mendukung bisnis inklusif di Indonesia melalui investasi untuk sektor…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…