Kucuran Kredit Tinggi Ganggu Perekonomian

NERACA

Jakarta – Bank Indonesia (BI) menganggap penyaluran kredit perbankan pada beberapa tahun terakhir ini lebih tinggi dari tren kredit jangka panjang yang sudah ditetapkan, yaitu rata-rata berada di level 25%. Hal ini dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas perekonomian nasional. “Karena pertumbuhan penyaluran kredit yang terlalu tinggi saya khawatirkan dapat mengganggu stabilitas perekonomian nasional, karena itu BI ingin menarik perbankan ke wilayah yang tidak terlalu cepat kenaikannya,” kata Deputi Gubernur Bidang Pengawasan Perbankan BI, Halim Alamsyah, di Jakarta.

Maka dari itu, lanjut Halim, BI berencana menarik tren kredit jangka panjang itu supaya tetap berada di kisaran 20%-24%, agar stabilitas perekonomian bisa tetap terjaga. “Sebenarnya kucuran kredit 25% ini sedikit di atas tren jangka panjang, maksudnya rata-rata bergerak selama berapa tahun terakhir. Jadi kami ingin mengembalikan ke trennya, mungkin bisa di antara kisaran 20%-24%,” ujarnya.

Berdasarkan data, BI sendiri mencatat per Juni 2012, pertumbuhan kredit perbankan Indonesia dalam jangka waktu setahun mencapai 25,8%. Hal ini tentu saja melampaui tren tahunan yang sudah ditetapkan BI yang berada di kisaran 20-24%. Sedangkan selama tahun 2011 pertumbuhan kredit sebesar 24,5%, pada tahun 2010 sebesar 22,8%, dan di tahun 2009 hanya 10% sebagai akibat imbas krisis 2008.

Halim menambahkan prediksi BI tentang realisasi penyaluran kredit perbankan yakni tidak akan terlalu jauh dari sasaran industri perbankan sendiri. Namun dengan berbagai paket kebijakan yang sudah dikeluarkannya, BI masih berharap realisasi penyaluran kredit tersebut akan sedikit di bawah target penyaluran kredit yang tercatat dalam revisi RBB.

Adapun salah satu kebijakan bank sentral untuk mengerem penyaluran kredit adalah melalui penetapan kebijkan rasio agunan minimal terhadap total nilai pendanaan dari perbankan konvensional atau yang dikenal dengan loan to value ratio (LTV). Aturan yang sama rencananya juga akan ditetapkan bagi bank syariah dalam tahun ini. “Penyaluran kredit bisa turun sedikit karena aturan rasio kredit terhadap agunan (LTV) untuk kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB). Selain itu, kenaikan harga di sejumlah barang dan jasa juga bisa mengurangi pertumbuhan kredit perbankan,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Riset Ekonomi dan Moneter BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan penelitian BI yang menunjukkan adanya beberapa peningkatan kredit yang berada di atas pertumbuhan kredit optimal, yang besarannya rata-rata 23%. “Ada potensi overheating di kartu kredit, kredit otomotif, dan kredit properti. Apalagi impor kita meningkat, bisa bahaya,” tuturnya.

Menurut Perry, potensi overheating itu diukur melalui pertumbuhan, kecepatan penyaluran kredit, dan rasio kredit macet (non-performing loan/NPL). Dari sisi NPL, bank sentral melihat apakah dalam 7 bulan ke depan nilainya tumbuh cukup cepat. **ria

BERITA TERKAIT

SMF Sebut Minat Investor Cukup Tinggi - Obligasi Kelebihan Permintaan

NERACA Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) menilai minat investor untuk berivestasi pada surat utang (obligasi) cukup tinggi seiring…

Pulihkan Penyaluran Kredit, BI Andalkan Makroprudensial

      NERACA   Jakarta - Pelonggaran kebijakan makroprudensial pada 2018 menjadi tumpuan untuk memulihkan penyaluran kredit perbankan yang…

Penyaluran Kredit BCA Tumbuh Hingga 12,3%

    NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menumbuhkan penyaluran kredit sebesar 12,3 persen (tahun ke…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Suku Bunga Acuan Diprediksi Naik Kuartal IV

      NERACA   Jakarta - Chief Economist PT Bank UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja memprediksi suku bunga acuan atau…

AAJI Dorong Asuransi Manfaatkan Aplikasi Digital

      NERACA   Bali - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong anggotanya untuk mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi teknologi digital…

Bank Mandiri Bidik Pertumbuhan KPR 15%

    NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri Persero Tbk membidik pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dapat mencapai 15…