Bapepam-LK Masih Banyak Pertimbangkan Untung Dan Rugi - Penambahan Jam Bursa

NERACA

Jakarta – Wacana PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memajukan jam perdagangan bursa lebih awal 30 menit menjadi pukul 09.00 WIB, kini tengah masuk dalam kajian Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Pasalnya, Bapepam-LK harus mempertimbangkan bergai aspek untuk memajukan jam perdagangan dan termasuk untung dari ruginya bagi pelaku pasar.

Ketua Bapepam-LK Ngalim Sawega mengatakan, pihaknya mengkaji rencana penambahan jam perdagangan tersebut dan termasuk melihat respon pasar, “Kalau penjual dan pembeli banyak yang menginginkan jam perdagangan bursa dirubah ya kami mengikuti saja, pada prinsipnya kami tidak keberatan jam perdagangan dirubah,” katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Oleh karena itu, pihaknya akan mengkaji sekaligus melakukan berbagai masukan-masukan dan data. Dari hasil kajian itu, terlihat suplai dan permintaan pelaku pasar yang menginginkan perubahan jam perdagangan. Salah satu keuntungan penambahan jam perdagangan bursa, supaya investor di Indonesia Timur dapat lebih banyak bertransaksi di bursa.

Selaraskan Zona Waktu

Menurut Ngalim, perubahan jam perdagangan bursa harus mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk untung dan ruginya bagi pelaku pasar, sehingga dalam penerapannya harus berhati-hati. Selain kehati-hatian, Bapepam-LK juga masih menunggu rencana pemerintah yang akan melakukan penyeragaman zona waktu di Indonesia menjadi Waktu Indonesia Tengah (WITA). “Kita kan harus sejalan dengan kebijakan pemerintah,” kata Ngalim.

Pemerintah santer mewacanakan penyeragaman zona waktu. Menurut Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, penyeragaman ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan pelaku industri untuk bertansaksi dengan buyer di luar negeri.

Penyeragaman zona waktu ini juga bisa menyamakan perdagangan jam bursa dengan negara-negara di kawasan regional seperti Malaysia dan Singapura. Hal ini tentu akan berdampak positif terhadap perdagangan internasional.

Sebelumnya disebutkan, alasan otoritas bursa memajukan jam perdagangan 30 menit adalah untuk mendekatkan jam perdagangan bursa domestik dengan bursa saham utama di Asia. Dalam revisi peraturan perdagangan efek tersebut juga akan mengatur pre opening, pre closing dan post closing. “Jam perdagangan akan dimajukan 30 menit sehingga pre opening menjadi pukul 8.45 WIB. Penutupan perdagangan saham pada pukul 16.00, dan post closing pukul 16.00-16.15 WIB,”kata Kepala Biro Transaksi Lembaga Efek Bapepam-LK, Yunita Linda Sari.

Pre closing dan post closing diberlakukan untuk menghindari manipulasi pasar. Selain itu, untuk meningkatkan likuiditas. Selama ini perdagangan saham untuk pre opening dilakukan lima menit sebelum pembukaan perdagangan saham, yaitu pada 9.25 WIB.

Keputusan Pemerintah

Sementara Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan, untuk memajukan jam perdagangan saham masih menunggu kepastian pemerintah terkait penyatuan zona waktu di dalam negeri, “Kita sebenarnya tidak tergantung pada rencana pemerintah, namun akan lebih baik jika dilakukan sekaligus. Misal, saat ini jam pembukaan Bursa 09.30 WIB rencananya akan dimajukan menjadi 09.00 WIB. Tiba-tiba pemerintah menyatukan zona waktu, maka kita harus revisi kembali jam perdagangan bursa, dua kali kerja," ujarnya.

Menurutnya, rencana bursa untuk memajukan waktu perdagangan saham dinilai positif. Hal itu dilakukan untuk menyelaraskan waktu perdagangan dengan Bursa Hongkong dan Singapura. Dengan begitu, bursa Indonesia tidak lagi mengikuti pergerakan bursa regional, "Kalau bursa Singapura awal perdagangan turun, biasanya kita mengikuti karena investor mengambil posisi menahan. Kalau jam perdagangan maju, jam perdagangan akan sama dengan Singapura dan Hongkong,”jelasnya.

Namun demikian, pihak bursa belum dapat menargetkan kapan perubahan waktu perdagangan saham dapat terealisasi seiring dengan proses penataan infrastruktur dan industri agar lebih efektif dan efisien. (bani)

BERITA TERKAIT

Indonesia Defisit 2.500 Tenaga Pialang - Bursa Berjangka Belum Optimal

NERACA Palembang – Mendorong Indonesia menjadi tuan di rumah sendiri dalam acuan harga komoditas dunia dan mensejahterakan para petani, merupakan…

BEI Gelar Roadshow Pasar Modal Ke Tiongkok - Bidik Lebih Banyak Investor Asing

NERACA Jakarta  - Meskipun penetrasi pasar modal di dalam negeri masih rendah, hal tersebut tidak membuat PT Bursa Efek Indonesia…

BI : Kredit Baru Masih Melambat

NERACA Jakarta - Bank Indonesia melalui survei perbankan melihat pertumbuhan kredit baru perbankan pada triwulan III 2017 masih melambat, terutama…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…