Kredit Bank Ke Industri Pengolahan Naik

NERACA

Manado--Kredit perbankan terhadap industri pengolahan di Provinsi Sulawesi Utara pada semester pertama tahun 2012 meningkat 14,24 % dibanding tahun sebelumnya. "Per akhir Juni 2012 industri pengolahan mampu menghimpun pembiayaan mencapai Rp374,61 miliar, naik 14,24 % dibanding Juni 2011 sebesar Rp327,91 miliar," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulut Suhaedi di Manado

Peningkatan ekspansi kredit ke industri pengolahan merupakan wujud perhatian perbankan di daerah ini terhadap sektor produktif khususnya usaha mikro kecil. "Sebagian industri pengolahan yang ada di Sulut merupakan usaha mikro kecil bergerak di sektor pangan, jumlah mereka terus bertambah dari tahun ke tahun dan ini bisa terwujud karena peran permodalan perbankan," tambahnya

Perbankan yang ada di daerah ini menjadikan industri pengolahan sebagai salah satu target pasar potensial, ini terlihat dari realisasi kredit ke sektor ini menunjukkan tren meningkat sejak tahun lalu hingga tahun ini. "Mei tahun 2011 lalu, kredit industri pengolahan baru sebesar Rp319,56 miliar, tetapi seiring ekspansi kredit perbankan maka pada Mei 2012 meningkat menjadi Rp369,84 miliar dan Juni tahun ini tercatat Rp374,61 miliar, " jelasnya

Kepala Bidang Fasilitasi Indusri Kecil Menengah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Niko Rambitan mengatakan kendati kredit ke sektor industri pengolahan mengalami peningkatan tetapi perlu terus diperbesar. "Masih banyak pelaku industri ini yang belum terjangkau bank, karena itu alokasi kredit ke industri pengolahan perlu terus diperbesar," kata Niko.

Sementara itu, Regional CEO PT BNI Wilayah Manado, Emil Ermindra mendorong kejayaan komoditas rumput laut Sulawesi Utara (Sulut) sehingga dapat kembali menjadi produk ekspor andalan. "Kami ingin rumput laut kembali jadi komoditas andalan ekspor Sulut karena itu BNI membantu pembiayaan dan pemberdayaan pembudidaya," terangnya

Lebih jauh Emil menambahkan guna optimalisasi fasilitasi yang disiapkan BNI maka dibentuk klaster pemberdayaan yang terpadu dalam program Kampung BNI. "Kampung rumput laut BNI mengambil lokasi di Pulau Nain Kabupaten Minahasa Utara, salah satu sentra rumput laut di Sulut," tambahnya

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut, Joy Korah mengatakan, menyambut positif kepedulian perbankan membantu pengembangan rumput laut di Minut. "Bantuan perbankan akan mempercepat program revitalisasi perikanan khususnya rumput laut yang saat ini menjadi agenda utama Pemerintah Provinsi Sulut," kata Joy,

Diakui Joy, rumput laut merupakan salah satu komoditas andalan Sulut beberapa tahun silam yang mampu merambah pasar mancanegara diantaranya Perancis dan China. **cahyo

BERITA TERKAIT

Bank Panin Tambah Porsi Saham Jadi 42,54% - Rights Issue Panin Dubai Syariah

NERACA Jakarta - Jelang rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) alias rights issue, PT Bank Panin…

BEI Bilang Delisting Butuh Proses Panjang - Sikapi Kasus Bank of India

NERACA Jakarta- PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) tengah meminta PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menghapus sahamnya (delisting)…

LABA BERSIH BANK BJB TUMBUH

Komisaris Utama Bank BJB Klemi Subiyantoro (ketiga kiri) berbincang dengan Direktur Utama Ahmad Irfan (kedua kiri), Direktur Komersial merangkap Direktur…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Taspen Raih Laba Bersih Rp721 miliar

      NERACA   Jakarta - PT Taspen (Persero) sepanjang tahun 2017 mencatat laba bersih sebesar Rp721,73 miliar, tumbuh…

Naik 15,5%, BTN Cetak Laba Rp3,02 triliun

      NERACA   Jakarta - Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menunjukan hasil positif sepanjang 2017 dengan…

Penghambat Inklusi Keuangan di Indonesia Menurut Presiden

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo menyebutkan ada dua penghambat perluasan inklusi keuangan di Indonesia, yakni…