Dirut BEI Sikapi Wajar Penurunan Volume Transaksi 10%

NERACA

Jakarta – Penurunan volume transaksi saham 10% dibandingkan tahun lalu, disikapi dingin Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito. Pasalnya, kondisi tersebut dinilai normal karena dipicu sentimen global yang tengah bergejolak, “Secara umum likuiditas perdagangan di bursa global turun 10% dari tahun lalu. Jadi itu gejala normal, investor kita sebagian besar dari Eropa dan Amerika," katanya di Jakarta akhir pekan lalu.

Kendati demikian, lanjutnya, belum kondusifnya pasar saham yang dipicu oleh krisis utang di Eropa dan ekonomi AS yang turun dapat dijadikan kesempatan bagi Indonesia untuk menampung dana asing.

Menurutnya, dana asing akan masuk seiring dengan perusahaan pengelola investasi yang tengah mencari tempat berinvestasi pada negara yang masih tumbuh ekonominya. "Indonesia menawarkan pertumbuhan, ini jadi kesempatan bagi Indonesia karena 'fund manager' asing pasti mencari tempat untuk investasi, jadi uang akan mengalir ke Indonesia,"ungkapnya

Kata Ito, dana asing tidak serta merta masuk ke dalam negeri karena harus dilakukan sosialisasi terhadap investor global. "Asing tidak otomatis masuk ke dalam negeri, jadi kita harus aktif juga seperti melakukan 'roadshow'. Tidak hanya pihak bursa, tapi pemerintah dan emiten-emiten juga aktif," katanya.

Sebelumnya, Ito juga megajak para pelaku pasar harus lebih aktif lagi dalam melakukan perdagangan. “Secara umum likuiditas perdagangan di bursa turun 10%. Untuk itu, pasar harus lebih aktif lagi dalam melakukan perdagangan,”paparnya.

Ito menjelaskan, penurunan volume transaksi juga terjadi di seluruh dunia terutama Amerika Serikat dan Eropa. Jadi, kata dia, hal tersebut masih sangat wajar dengan melihat pasar secara global. Keadaan seperti itu memang sulit diperdiksi, dalam arti, efek ke Indonesia bisa lebih ringan dan bisa dijadikan kesempatan emas bagi Indonesia untuk jualan.“Karena fund manager asing mencari investasi di Indonesia. Jadi, uang pasti mengalir ke negara kita,” tambah Ito.

Keyakinan yang sama juga pernah disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen, indeks harga saham gabungan (IHSG) optimis akan membaik selepas libur panjang Lebaran. Menurutnya, target raihan IHSG di angka 4.500 masih optimis dapat dikejar pada sisa tahun ini, “Mudah-mudahan bisa tercapai, kami yakin karena banyak analis yang mengatakan bursa global punya peluang membaik hingga akhir tahun,"tandasnya.

Dia mengatakan minat perusahaan untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO) pada semester II lebih baik dibandingkan dengan paruh pertama tahun ini. Hingga kini, tercatat 13 emiten baru sudah tercatat di bursa, tujuh diantaranya listing pada Juli lalu.

Dalam data BEI, rata-rata nilai transaksi harian saham sepanjang periode Januari-Juli 2012 sebesar Rp4,47 triliun atau turun 11,70% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,06 triliun per hari.

Rata-rata volume transaksi harian Januari-Juli mencapai 4,04 miliar lembar saham atau turun 15,76% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 4,80 miliar saham. Meski demikian, tercatat rata-rata frekuensi transaksi harian saham pada periode Januari-Juli mengalami kenaikan 9,23% mencapai 117.920 kali dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 107.960 kali. (bani)

BERITA TERKAIT

Rifan Financindo Berjangka Optimis Tercapai - Targetkan Transaksi 500 Ribu Lot

NERACA Surabaya - Meskipun Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX) memangkas target transaksi 30% lantaran kondisi ekonomi…

KERJASAMA TRANSAKSI PRODUK PENERBANGAN

KERJASAMA TRANSAKSI PRODUK PENERBANGAN : Pramugari Citilink memperlihatkan replika kartu uang elektronik co branding Bank Mandiri - Citilink usai penandatanganan…

BEI Pertegas Kepemilikan Investor Aman - Ramai Emiten Delisting

NERACA Jakarta – Sikap tegas PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam memberikan sanksi delisting atau penghapusan paksa dari papan pasar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8%

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

Laba Bersih Hartadinata Tumbuh 28,4%

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2017, PT Hartadinata Abadi Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 95 miliar atau naik…

KPEI Sosialisasikan Kualitas Agunan

Demi meningkatkan kehatian-hatian transaksi, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menyelenggarakan sosialisasi kepada para anggota kliring mengenai peningkatan kualitas agunan.…