Tips Memilih Investasi Reksa Dana

Sabtu, 01/09/2012

NERACA

Berinvestasi melalui Reksa Dana tidaklah sulit. Justru akan memberi kemudahan pengelolaan investasi terutama bagi investor individu. Proses pemilihan reksa dana merupakan suatu proses yang paralel dengan memilih manajer investasi.

Akan tetapi sebelum masuk ke dalam proses pemilihan tersebut kita harus terlebih dahulu memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut:

1. Menentukan tujuan dan batasan investasi

Hal ini berhubungan dengan jangka waktu berinvestasi, jumlah dana yang akan diinvestasikan, profil risiko serta tingkat pengembalian yang diharapkan.

2. Membandingkan Reksa Dana yang sejenis

Hal ini berguna untuk melihat Reksa Dana mana yang memberikan imbal hasil yang tertinggi di jenisnya/hasil investasi riil. Mengetahui biaya pengelolaan yaitu selling fee & redemption fee.

3. Memilih Manajer Investasi

Manajer Investasi dengan reputasi baik dapat dilihat dari pengalaman (track record), kinerja historis (profil risk & return), gaya investasi, besarnya asset yang dikelola, jumlah nasabah, kualitas sumber daya dan pelayanan.

4. Sponsor dari Reksa Dana

Sponsor Reksa Dana menunjukkan bonaviditas dan jaringan kerja dari manajer investasi.

5. Kemudahan Melakukan Transaksi (Pembelian & Penjualan Kembali)

Transaksi yang dapat dilakukan dengan ATM, Phone Banking dan Internet Banking akan menjadi pilihan karena waktu yang dibutuhkan lebih singkat.

6. Jumlah Investor Perorangan

Investor reksa dana terdiri dari korporasi/institusi dan perorangan. Jumlah dana dari investor korporasi biasanya cukup besar sedangkan investor perorangan biasanya kecil. Apabila kepemilikannya dana lebih banyak oleh investor perorangan jika terjadi penjualan kembali (redeem) maka tidak akan mempengaruhi penurunan nilai aktiva secara signifikan.

Sedangkan apabila yang melakukan penjualan kembali (redeem) adalah investor korporasi maka dana yang keluar akan cukup besar sehingga nilai aktiva akan turun drastis. Hal ini disebabkan manajer investasi harus menjual asset dalam portofolionya (biasanya dengan harga lebih murah) untuk memenuhi permintaan investor korporasi tersebut.