Harga Daging Ayam Dikhawatirkan Jatuh - Momen Lebaran Telah Usai

NERACA

Jakarta – Setelah ramai meributkan harga kebutuhan bahan pokok yang naik secara musiman terutama pada hari-hari raya tertentu, kini pemerintah khawatir daging ayam semakin membanjiri pasar dalam negeri dengan jumlah yang berlebihan, sehingga dapat menurunkan harga daging ayam. Tentu dampaknya akan berimbas terhadap pengusaha atau peternak ayam, dimana yang ditakutkan harga jual daging ayam tidak menutupi modal mereka.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengungkapkan kekhawatirannya akan harga daging ayam, terutama pasca Lebaran tahun ini. Sebab, ada tren atau kecenderungan harga daging ayam selalu turun setelah lebaran. “Yang saya khawatirkan adalah anjloknya harga ayam, karena peternakan ayam tidak bisa dihentikan produksinya, seperti halnya produksi produk barang, maka harus dia jual. Sepertinya, habis lebaran ini ayam dan telur ini kita agak khawatir, mudah-mudahan tidak terlalu jatuh drastis, tapi ini situasi yg beresiko,” ujarnya di Kementerian Perdagangan, Jakarta, akhir pekan kemarin.

Menurut dia, produk ayam yang ada pada saat ini merupakan produksi ayam yang diproses pada 21 hingga 30 hari sebelumnya. Untuk mengatasi penurunan harga itu, Bayu mengatakan, Pemerintah akan meminta kepada para peternak untuk mengendalikan jumlah bibit ayam, serta menyarankan pengusaha ayam skala besar untuk tidak menjual ayam afkir atau ayam petelur yang sudah tidak produktif lagi ke pasaran.

Lebih baik dipergunakan untuk program kemanusiaan dan bantuan agar bisa memperbaiki kehidupan masyarakat miskin yang belum bisa mengonsumsi ayam. "Dengan itu mudah-mudahan harga tidak terlalu jatuh. Ke depan kita harus bikin perencanaan yang baik. Produksi ayam kita sudah mendekati 2 miliar ayam per tahun, untuk 15-16 bulan ke depan supaya jangan berlebih," jelasnya.

Perlu diketahui, harga ayam potong per ekor di sejumlah pasar di Jakarta sejak Lebaran hingga saat ini berkisar antara Rp 30.000 per ekor hingga Rp 35.000 per ekor. Harga turun dibanding menjelang Lebaran yang sempat mencapai Rp 40.000 hingga Rp 45.000 per ekor. Dalam kondisi normal, harga ayam di kisaran Rp 25.000 per ekor.

Harga Pakan Naik

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Gunaryo mengatakan, harga pakan ayam yang naik juga membuat para pengusaha ayam resah dalam menentukan harga jual. Padahal diperkirakan penurunan harga daging ayam akan terjadi hingga November 2012 dan kembali normal menjelang Natal dan tahun baru. Dia juga yakin harga daging ayam yang beredar di pasar tidak akan naik lagi pada pekan depan.

"Saya yakin ke depan harga akan stabil. Harga naik ini hanya satu sampai dua hari ke depan dan setelah itu konsumsi saya kira sudah normal seperti biasa," katanya. Menurut dia, harga ayam yang naik di pasaran menjadi Rp35 ribu-Rp45 ribu per ekor lebih disebabkan karena margin keuntungan pedagang yang ditingkatkan untuk mengambil kesempatan permintaan pada hari-hari Raya tertentu.

Sedangkan, sejumlah Rumah Potong Ayam (RPA), kata Gunaryo, di Jakarta mematok harga jual ke pedagang pada kisaran Rp29 ribu-Rp30 ribu per ekor dan karena ada biaya distribusi serta margin keuntungan RPA maka terjadi penyesuaian harga. Selain itu, dia juga menjelaskan adanya alasan psikologis terkait meningkatnya pembelian daging ayam oleh masyarakat.

BERITA TERKAIT

Musim Panen, Harga Beras Masih Mahal di Kabupaten Sukabumi

Musim Panen, Harga Beras Masih Mahal di Kabupaten Sukabumi NERACA Sukabumi - Harga beras di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Sukabumi…

BTN Telah Salurkan Kredit Hingga Rp437 triliun

  NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mengklaim telah menyalurkan kredit sekitar Rp437 triliun selama 68 tahun…

BOSS Patok Harga IPO Rp 400 Per Saham

NERACA Jakarta – Perusahaan tambang batu bara di Kutai Barat Kalimantan Timur, PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) telah…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Sepanjang Januari 2018 - Panen Belum Merata, Harga Gabah Kering dan Beras Tercatat Naik

NERACA Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan harga gabah kering panen dan gabah kering giling selama Januari…

KLHK Optimistis Ekspor Produk Kayu 2018 Meningkat

NERACA Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan optimistis ekspor produk kayu nasional pada 2018 akan meningkat dibandingkan…

Niaga Bilateral - Pakistan-Indonesia Realisasikan Kerjasama Impor Jeruk

NERACA Jakarta – Pakistan dan Indonesia merealisasikan kerja sama impor jeruk jenis kino sebanyak 1.500 kontainer atau 30.000 ton pada…