OJK "Pinjam" Pejabat Eselon II BI

NERACA

Jakarta – Bank Indonesia (BI) akan memberikan sejumlah 127 orang pegawai level atasnya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan mulai aktif pada 2014.. “Untuk transisi, BI sediakan 127 orang (pegawai). Rata-rata mereka adalah Eselon II dan III," kata Gubernur BI, Darmin Nasution ditemui di Jakarta

Menurut Darmin, OJK sendiri nantinya akan mengambil alih tugas pengawasan terhadap lembaga keuangan bank dan non bank yang biasanya dilakukan oleh BI. “Namun saat ini pengawasan bank masih berada di BI. Sehingga masih banyak tenaga pengawasan, keuangan, sekretariat, hukum semuanya harus ada,” tambahnya

Darmin menambahkan bahwa 127 orang pegawai tersebut akan bekerja di bidang pengaturan dan pengawasan perbankan. Nantinya mereka akan pindah tugas menjadi pegawai OJK. “Akan ada perwakilan pegawai dari Kementerian Keuangan juga. Jumlah tenaga yang diperbantukan hampir sama dengan tenaga dari Bank Indonesia,” terangnya.

Lebih jauh kata mantan Dirjen Pajak ini, sementara ini status pegawai BI tersebut di OJK masih diperbantukan. “Status pegawai yang kini bekerja di bawah komisioner OJK adalah pegawai yang diperbantukan. Mereka masih menerima gaji dari anggaran masing-masing institusi asal,” paparnya.

Soal kemunculan OJK, Darmin mengatakan, BI akan tetap mempunyai hak untuk memeriksa perbankan sesuai dengan undang-undang (UU) yang ada. "Kita mempunyai data yang update tentang bank, hal ini perlu untuk mempelajari dan mengikuti hal-hal yang membuat stabilitas keuangan terganggu,” tandasnya.

Oleh sebab itu, kata Darmin lagi, BI tetap melalukan semacam monitoring terhadap perbankan terkait antisipasi krisis di AS dan Eropa yang belum selesai. Masalanya ini saat berbahaya terhadap industri. keuangan. “Krisis bisa terjadi dari dalam dan luar. Walau BI melepas sisi pengawasan dan pengaturan bank pada OJK, kita tetap akan mengikuti walau tidak secara langsung untuk melihat stabilitas sisi keuangan," tukasnya

Dikatakan Darmin, BI dan OJK harus tetap berkoordinasi sehingga stabilitas sistem keuangan di Indonesia terjaga dengan baik.

Sementara itu, Kepala Departemen Pengawasan Perbankan BI, Endang Kussulanjari Tri Subari ketika ditemui dalam kesempatan lainnya oleh wartawan, menerangkan bahwa pada 2014 seluruh pegawai BI yang ada di bidang pengawasan dan pengaturan perbankan memang harus pindah ke OJK.

“Semua pegawai pengaturan, perijinan, dan pengawasan bank harus pindah mengawasi tahun 2014 di OJK itu harus,” ungkap Endang.

Ia juga menjelaskan bahwa setelah mereka pindah ke OJK, gaji yang diterima masih berasal dari BI. “Gaji masih dibayar BI karena ditugasi oleh BI,” tuturnya.

Selain itu, ketika pegawai BI pindah ke OJK, setelah 2 tahun mereka memiliki pilihan untuk tetap di OJK atau kembali bekerja di BI. “Di UU ada pilihan, kerja dulu disana hingga tahun 2016 setelah itu punya pilihan apa mau di OJK atau balik ke BI,” tutupnya. **ria

BERITA TERKAIT

OJK: Investasi Bitcoin Ilegal di Indonesia - RISIKO MATA UANG DIGITAL JANGAN DIANGGAP RINGAN

Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa investasi mata uang digital seperti bitcoin, altcoin, belum berizin secara resmi di Indonesia. OJK…

OJK: Sumatera Selatan Bidikan Perbankan untuk Ekpansi

OJK: Sumatera Selatan Bidikan Perbankan untuk Ekpansi NERACA Palembang - Kota Palembang, Sumatera Selatan, menjadi bidikan kalangan perusahaan perbankan untuk…

OJK Kedepankan Kepentingan Nasional - Penerapan Basel III

      NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan kerangka Basel III akan diterapkan dengan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps

      NERACA   Washington - Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya…

Amartha Salurkan Pembiayaan Rp200 miliar

      NERACA   Jakarta – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) telah menyalurkan pembiayaan dengan model financial technology (fintech)…

Mahasiswa GenBI Diharapkan jadi Garda Terdepan

      NERACA   Bogor - Bank Indonesia (BI) meminta kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa BI dapat mendedikasikan ilmu…