Berlian Laju Tanker Perpanjangan Restrukturisasi Utang

NERACA

Jakarta – Kasus utang piutang yang meret PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) berjalan alot. Bahkan permintaan perseroan agar adanya perpanjangan pembayaran utang kepada kreditur mendapatkan respon. Pasalnya, kreditur BLTA memberi restu atas perpanjangan waktu restrukturisasi utang.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (23/8). Disebutkan kesepakatan perpanjangan waktu restrukturisasi utang terjadi pada 15 Agustus 2012 dan sudah disahkan oleh pengadilan negeri Jakarta Pusat.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 96% kreditur telah sepakat untuk molornya restrukturisasi utang tersebut. Perseroan punya waktu 90 hari untuk merampungkan restrukturisasi tersebut. Saat ini, BLTA sedang berdiskusi dengan kreditur utama internasional dan lokal dalam rangka restrukturisasi dan hal ini akan terus dilakukan sesegera mungkin.

Pengadilan Tinggi Singapura sebelumnya sudah sepakat memperpanjang waktu penyelesaian utang BLTA selama tiga bulan ke depan atas persetujuan kreditur-kreditur utama. Sebelumnya, salah satu kreditur utamanya, yaitu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), menuntut BLTA segera melunasi utangnya sebesar Rp 250 miliar.

Bank plat merah itu mengajukan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap BLTA di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Asal tahu saja, bukan kali ini saja perseroan meminta perpanjangan untuk restrukturisasi utang. BLTA telah menyampaikan rencana restrukturisasi awal pengadilan dan major secured lenders dan saat ini mulai bekerja bersama-sama dengan kreditur-krediturnya untuk dapat memfinalisasi rencana itu secepat mungkin.

Rencana tersebut mencakup restrukturisasi yang dilakukan dengan hati-hati dengan tujuan jangka pendeknya adalah pembentukan suatu organisasi yang ramping dengan mengoperasikan armada kapal tender kimia stainless steel penuh yang lebih muda bersama dengan delapan kapal tanker gas dan dua kapal tanker minyak.

Sebelumnya, anak usaha PT Berlian Laju Tanker Tbk mencari perlindungan pailit dari krediturnya kepada Pemerintah AS. Salah satu anak usaha yang turut mendaftarkan perlindungan pailit tersebut adalah Chembulk New York Pte Ltd, berdomisili di New York. Perusahaan itu menyertakan pendaftaran ke Pengadilan Pailit AS di Manhattan. Perlindungan itu dimungkinkan melalui Pasal 15 dari Bab Kepailitan AS (bankruptcy code) yang melindungi kepentingan perusahaan yang berafiliasi dengan perusahaan lain di luar yurisdiksi hukum negara itu.

Sebagaimana diketahui, BLTA menyatakan gagal bayar (default) untuk enam seri obligasi senilai US$ 44,13 juta dan Rp 17,51 miliar yang dipinjam perseroan dan anak perusahaan. Lantaran gagal bayar tersebut, PT Pemeringkat Efek Indonesia menurunkan peringkat perusahaan PT Berlian Laju Tanker tbk menjadi D dari CCC. (bani)

BERITA TERKAIT

Utang Luar Negeri Indonesia Naik 10,1%

      NERACA   Jakarta - Jumlah utang luar negeri Indonesia di akhir 2017 meningkat 10,1 persen (tahun ke…

Campina Bayar Utang Rp 269,63 Miliar - Pangkas Beban Utang

NERACA Jakarta – Guna memudahkan langkah ekspansi bisnisnya, PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) terus memangkas beban utang dengan…

Intan Baruparana Finance Bernafas Lega - Penyelesaian Utang Diperpanjang

NERACA Jakarta – Dibalik rencana restrukturusisasi utang, perusahaan jasa keuangan PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN) bisa bernafas lega karena…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Semen Baturaja Terbitkan MTN Rp 400 Miliar

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk atau (SMBR) menerbitkan surat hutang (MTN) senilai Rp400 miliar dengan jangka waktu selama tiga tahun…

Pelanggan Diminta Registrasi Nomor Prabayar

Telkomsel mengimbau pelanggan untuk segera melakukan registrasi nomor prabayar yang divalidasi sesuai dengan data kependudukan yang berlaku. Batas akhir masa…

BEI Resmikan Galeri Investasi di Untan

Direktur Pengembangan Bisnis PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Nicky Hogan meresmikan galeri investasi BEI di Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura (Untan)…