Selepas Libur Lebaran, Transaksi Saham Turun 10% - Investor Diminta Aktif Dagang

NERACA

Jakarta– Pasca libur panjang Lebaran, likuditas perdagangan saham melalui volume transaksi harian mengalami penurunan sebanyak 10% dibandingkan tahun lalu. Hal ini lantaran kurang aktifnya investor melakukan perdagangan di pasar modal pada semester I tahun ini.

Direktur Utama BEI Ito Warsito, megajak para pelaku pasar harus lebih aktif lagi dalam melakukan perdagangan. “Secara umum likuiditas perdagangan di bursa turun 10% dari tahun lalu. Untuk itu, pasar harus lebih aktif lagi dalam melakukan perdagangan,” katanya di Jakarta, Kamis (23/8).

Namun Ito melihat hal tersebut juga terjadi di seluruh dunia terutama Amerika Serikat dan Eropa. Jadi, kata dia, hal tersebut masih sangat wajar dengan melihat pasar secara global. Apalagi, lanjut Ito, sebagian besar investor saham di Indonesia juga berasal dari AS dan Eropa. Keadaan seperti itu memang sulit diperdiksi, dalam arti, efek ke Indonesia bisa lebih ringan dan bisa dijadikan kesempatan emas bagi Indonesia untuk jualan.“Karena fund manager asing mencari investasi di Indonesia. Jadi, uang pasti mengalir ke negara kita,” tambah Ito.

Seperti diketahui, nilai transaksi harian saham di BEI pada semester pertama 2012 turun menjadi Rp4,53 triliun dibandingkan periode yang sama 2011 sebesar Rp5,03 triliun. Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen pernah bilang, indeks harga saham gabungan (IHSG) optimis akan membaik selepas libur panjang Lebaran.

Menurutnya, target raihan IHSG di angka 4.500 masih optimis dapat dikejar pada sisa tahun ini, “Mudah-mudahan bisa tercapai, kami yakin karena banyak analis yang mengatakan bursa global punya peluang membaik hingga akhir tahun,"ungkapnya.

Dia juga mengatakan minat perusahaan untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO) pada semester II lebih baik dibandingkan dengan paruh pertama tahun ini. Hingga kini, tercatat 13 emiten baru sudah tercatat di bursa, tujuh diantaranya listing pada Juli lalu.

Pada sisa tahun ini, tercatat ada lima perusahaan berencana untuk melakukan IPO. Diantaranya adalah perusahaan perkebunan PT Provident Agro dan PT Citra Borneo Indah, perusahaan taksi PT Express Transindo Utama dan PT Adi Sarana Armada, serta perusahaan perkapalan PT Pelayaran Nelly Dwi Putri. IHSG pada perdagangan Kamis (16/8) ditutup menguat 18,52 poin atau 0,45% menjadi 4.160,51. (bani)

BERITA TERKAIT

Presiden: Indonesia Negara Paling Aktif Tangani Korupsi

Presiden: Indonesia Negara Paling Aktif Tangani Korupsi NERACA Jakarta - Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa Indonesia adalah salah satu negara…

BEI Bakal Tambah Tiga Sektor Saham Baru - Perbanyak Perusahaan Go Public

NERACA Jakarta – Dalam rangka meningkatkan likuiditas dan transaksi harian di pasar, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menambah tiga…

NH Korindo Rekomendasi Beli Saham PPRO - Harga Wajar Rp 260 Persaham

NERACA Jakarta - Nilai wajar harga saham PT PP Properti Tbk (PPRO) mencapai Rp260 per unit, lebih tinggi sekitar 32%…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

MCAS Bukukan Penjualan Rp 1,1 Triliun

PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) sepanjang sebelas bulan pertama tahun ini mengantongi angka penjualan sebesar Rp1,1 triliun atau meningkat…

Generali Meriahkan Insurance Festival 2017

Sebagai wujud dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan literasi dan inkluasi keuangan, Generali Indonesia turut meramaikan Insurance Festival 2017 yang…

WTON Targetkan Pendapatan Tumbuh 20%

Optimisme tahun depan akan jauh lebih baik kondisi perekonomian dalam negeri, memacu PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menargetkan pertumbuhan…