Pasca Lebaran Rupiah Menguat Tipis

SOROTAN

Jakarta—Pasca lebaran menjadi harapan besar bagi rupiah. Karena itu nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berhasil menguat tipis. Rupiah dibuka di level Rp9.480-Rp9.500, menguat dibanding level pembukaan pekan kamis lalu. "Bank Indonesia (BI) pun masih akan berupaya menenangkan fluktuasi rupiah di tengah kesiagaan pemenuhan suplai USD di pasar guna mengatasi tingginya demand USD oleh importir di setiap akhir bulan," kata Research & Analysis Treasury Planning & Development BNI, Raditya Ariwibowo, di Jakarta,23/8

Menurut Raditya, hasil FOMC meeting semalam memunculkan harapan aksi The Fed untuk meluncurkan kuantitatif easing tahap III (QE3) ikut mengisyaratkan ekskalasi rupiah hari ini. Kurs tengah Bloomberg mencatat rupiah diperdagangkan pada kisaran Rp9.493 per USD, adapun kisaran perdagangan harian rupiah berada pada Rp9.429-Rp9.533 per USD.

Sementara BI mencatat rupiah menguat ke kisaran Rp9.495 per USD, dari sebelumnya USD9.498 per UDS. Rupiah pada perdagangan hari ini bergerak di kisaran Rp9.448-Rp9.542 per USD

Pada awal perdagangan valuta asing setelah libur Lebaran nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belum bergerak nilainya atau stagnan pada Kamis pagi. Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Kamis pagi bergerak belum bergerak nilainya di posisi Rp9.485 per dolar AS. "Tetapi rupiah masih berada di kisaran yang relatif masih stabil," kata pengamat pasar uang Samuel sekuritas Lana Soelistianingsih di Jakarta, Kamis.

Meski demikian, kata Lana, pasar akan positif seiring dengan bank sentral AS yakni The Fed mengirim sinyal stimulus tambahan pada pertemuan 31 Agustus ini. Stimulus tersebut juga diperlukan untuk membawa kembali tingkat pengangguran dari posisi sekarang di 8,3 % menjadi dibawah 8%. "Hasil notulensi the Fed Juli lalu yang dipublikasikan menunjukkan akan disetujui tambahan stimulus moneter dalam waktu dekat untuk memperkuat pemulihan ekonomi AS. Pasar menyambut positif kemungkinan diberikannya 'quantitative easing' (QE) ke tiga," ucapnya

Pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara Rully Nova menambahkan, perdagangan mata uang pagi ini cenderung masih minim transaksi, sentimen di pasar uang juga masih cenderung ke eksternal. "Sentimen pasar uang cenderung condong ke eksternal, frekuensi transaksi juga masih minim," tuturnya

Rully menambahkan, serangkaian spekulasi program pelonggaran kuantitatif (QE) diperkirakan akan dijalankan AS, ekspektasi itu akan mengangkat mata uang berisiko. **cahyo

BERITA TERKAIT

Menilik Pengaruh Eksternal Terhadap Rupiah

Oleh: Calvin Basuki Perekonomian global ketika memasuki tahun 2018 mengalami perubahan yang lebih dinamis dibandingkan beberapa tahun sebelumnya akibat normalisasi…

Hitung Ulang APBN Akibat Ulah Rupiah

Oleh: Sarwani Fluktuasi nilai tukar rupiah yang sangat dinamis menyulitkan pemerintah dalam menetapkan asumsi makro ekonomi dalam APBN 2018. Meski…

Stabilitas Rupiah Topang Penguatan IHSG

NERACA Jakarta - PT Manulife Aset Manajemen Indonesia menilai stabilitas nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor yang dapat menunjang…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

CIMB Group Jaring Talenta Bidang Digital

  NERACA   Jakarta - CIMB Group Holdings Berhad (CIMB Group) menyelenggarakan CIMB 3D Conquest, kompetisi yang bertujuan mendapatkan dan…

Persiapan Pertemuan IMF – World Bank Hampir Matang

      NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhur Binsar Pandjaitan mengatakan persiapan penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-World…

Mandiri Utama Finance Luncurkan Produk Syariah

      NERACA   Jakarta – Melihat potensi pasar yang besar, PT Mandiri Utama Finance (MUF) meluncurkan produk pembiayaan…