Investor Wait And See, IHSG Akhir Pekan Bergerak Melemah

NERACA

Jakarta – Mengawali perdagangan pasca libur Lebaran, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (23/8) ditutup naik tipis 2,151 poin (0,05%) ke level 4.162,659. Sementara Indeks LQ45 ditutup menipis 0,451 poin (0,06%) ke level 718,118. Perdagangan pertama pasca Lebaran bejalan stagnan, karena investor masih merasakan suasana liburan dan hasilnya, indeks bergerak fluktuatif dalam rentang yang tipis.

Berikutnya, indeks Jum’at akhir pekan indeks BEI diproyeksikan akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah karena transaksi di pasar masih sepi. Alhasil investor lebih memilih wait and see dengan proyeksi indeks akan bergerak di level 4.100-4.120.

Pada perdagangan kemarin, investor asing memanfaatkan momen untuk membeli saham karena masih dalam suasana libur panjang lebaran. Sementara investor lokal masih banyak yang meliburkan diri.

Tingginya harga komoditas berhasil mengantarkan saham-saham berbasis komoditas naik cukup tinggi. Sedangkan aksi jual masih terjadi di saham-saham berbasis aneka industri. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 116.794 kali pada volume 2,674 miliar lembar saham senilai Rp 4,418 triliun. Sebanyak 126 saham naik, sisanya 92 saham turun, dan 92 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional berhasil ditutup positif setelah seharian bergerak fluktuatif. Bursa saham Hong Kong menguat paling tinggi hari ini. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 600 ke Rp 52.200, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 500 ke Rp 20.000, Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 21.000, dan Eatertainment (SMMT) naik Rp 225 ke Rp 2.975.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Surya Toto (TOTO) turun Rp 650 ke Rp 7.050, Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 9.500, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 450 ke Rp 37.800, dan Surya Citra (SCMA) turun Rp 300 ke Rp 9.950.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik 15,839 poin (0,38%) ke level 4.176,347. Sementara Indeks LQ45 menguat 3,724 poin (0,52%) ke level 722,293. Aksi beli selektif terjadi di saham-saham unggulan berbasis komoditas, didorong tingginya harga-harga komoditas dunia. Sementara saham-saham berbasis aneka industri terkena aksi ambil untung.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 60.099 kali pada volume 1,413 miliar lembar saham senilai Rp 2,225 triliun. Sebanyak 116 saham naik, sisanya 75 saham turun, dan 80 saham stagnan. Pergerakan bursa-bursa di regional masih bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Bursa Singapura berhasil menguat, tapi sayang pasar saham China malah jatuh ke zona merah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Unilever (UNVR) naik Rp 650 ke Rp 26.200, Indocement (INTP) naik Rp 550 ke Rp 21.200, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 500 ke Rp 20.000, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 ke Rp 52.050.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Surya Toto (TOTO) turun Rp 400 ke Rp 7.300, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 400 ke Rp 37.850, Indomobil (IMAS) turun Rp 200 ke Rp 5.300, dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 200 ke Rp 7.100.

Sementara pada awal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 7,48 poin atau 0,18% ke posisi 4.153,03. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 1,90 poin (0,90%) ke level 716,67, “IHSG belum terlalu bergerak banyak seiring bursa global yang masih melemah tipis sepanjang libur panjang kemarin," kata analis Samuel Sekuritas Adrianus Bias.

Namun demikian, lanjut dia, saham-saham sektor komoditas diperkirakan menguat seiring meningkatnya harga komoditas sepanjang libur panjang kemarin. Dia menambahkan, bursa Asia bergerak "mixed" dengan kecenderungan menguat seiring spekulasi The Fed akan meluncurkan "quantitative easing (QE) ke-3 mengkompensasi sentimen negatif dari masih menggantungnya keputusan atas penambahan nilai dana talangan untuk Yunani.

Sementara analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono menambahkan, masih adanya optimisme investor akan kinerja indeks BEI paska libur panjang lebaran akan membuat IHSG berada dalam area positif, “Secara histroris, kinerja IHSG cukup baik paska lebaran hingga akhir tahun. Kami melihat indikasi investor asing memilih melakukan strategi hold portofolio mereka,"ungkapnya.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 182,25 poin (0,42%) ke level 20.070,03, indeks Nikkei-225 turun 4,19 poin (0,05%) ke level 9.128,20 dan Straits Times menguat 4,65 poin (0,61%) ke level 3.067,28. (bani)

BERITA TERKAIT

IHSG di Akhir Tahun Optimis Tembus 6000 - Investor Lokal Lebih Banyak

NERACA Jakarta- Seiring dengan pesatnya pertumbuhan investor lokal di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyakini akan mampu mengerek…

Aksi Profit Taking Invesor Tekan Laju IHSG

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan Senin (24/9) awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI)…

Obligasi Perdana JBL Direspon Antusias Investor - Tercatat di Pasar Modal

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan obligasi perdana milik PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB) di papan perdagangan.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Buana Lintas Lautan Tumbuh 48.5%

PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) berhasil memperoleh laba bersih US$7,44 juta untuk periode Juni 2018, meningkat 48.5% dari periode…

Investor Summit 2018 Berlanjut di Balikpapan

Rangkaian investor summit 2018 berlanjut di kota Balikpapan sebagai kota tujuan ketujuh dengan menghadirkan empat perusahaan tercatat yang menggelar paparan…

Saham DIGI Masuk Dalam Pengawasan BEI

Jakarta - Mengalami kenaikan harga saham di luar kebiasaan atau biasa disebut unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Arkadia…