Monorel Harus Terealisasi di Jakarta

NERACA

Jakarta—Pembangunan monorel yang direncanakan PT Adhi Karya Persero sepanjang 13 kilometer (km) harus bias direalisasikan di Jakarta. Hal ini karena tuntutan kondisi Jakarta yang semakin parah kemacetannya. "Yang jelas kita berusaha menyampaikan apa yang harus disampaikan," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan di Jakarta, Kamis.

Lebih jauh Dahlan sendiri tidak mempermasalahkan pernyataan Gubernur DKI yang menganggap proyek monorail yang ada di Ibu Kota tidak layak. "Tidak apa-apa. Terserah lah. Yang jelas kita ingin berusaha," tambahnya

Dahlan menambahkan pihaknya sudah menyetujui dan memberikan izin rencana pembangunan monorail oleh Adhi Karya asalkan mendapatkan persetujuan dari Pemerintah DKI.

Sebelumnya, Direktur Utama ADHI Kiswodarmawan pernah menuturkan investasi monorail ini diperkirakan mencapai Rp3,7 triliun. Kebutuhan dana pembangunan monorail ini diperoleh dari kas internal 30 persen atau Rp1,117 triliun dan pinjaman perbankan sebesar 70 persen atau Rp2,608 triliun.

Dalam pengerjaan monorail ini, ADHI akan menggandeng PT Jasa Marga Tbk dan PT PLN Persero. Namun, untuk merealisasikan proyek tersebut perseroan terlebih dahulu mengkomunikasikan dengan Pemda DKI Jakarta. "Nanti, skema bisnis monorail adalah konsorsium BUMN, pemda DKI, dan konsorsium bank BUMN," kata Kiswodarmawan.

Persiapan konstruksi monorail ini diperkirakan membutuhkan waktu 2,5 tahun, dengan masa konsesinya sekitar 30 tahun. Monorel diproyeksikan akan beroperasi penuh pada 2015 mendatang. Untuk tarif, penumpang akan dikenakan biaya Rp9.500 per orang, namun bila ada subsidi pemerintah maka tarifnya menjadi Rp9.000.

Dikatakan Kiswodarmawan, pihaknya sudah menghitung kapasitas angkut gerbong monorail dapat mencapai 200 orang, dengan kapasitas angkut 77.500 orang per arah per hari dan interval setiap empat menit kereta monorail akan datang.

Yang jelas, Kiswodarmawan menegskan PT Adhi Karya Tbk serius melanjutkan proyek monorel yang telah lama terbengkalai. “Kalau secara fisik, pengembangan monorel tidak terlalu aneh namun kita perlu tambahan investasi,” katanya

Bahkan Kiswodarmawan mengaku ide awal melanjutkan proyek monorel sepanjang 13 km ini muncul pada saat forum pertemuan engineering BUMN yang digagas oleh Kementerian BUMN. “Kita kemarin masih mengusulkan dalam forum engineering BUMN di Pertamina. Kita belum tahap kesimpulan,” paparnya.

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Amrozi Hamidi juga menegaskan pihaknya siap membangunan proyek monorel di Jakarta. Namun demikian proyek ini membutuhkan dana segar Rp 3,725 triliun. “Dana yang dibutuhkan Rp 3,725 triliun,” ungkapnya

Menurut Amrozi, pihak Adhi Karya akan menggandeng BUMN lain untuk melakukan sinergi pembangunan kembali proyek monorel yang selama ini terbengkalai. “Strategic partner sesuai arahan Menteri BUMN, sinergi dengan PT INKA untuk teknologi sarana, kemudian PT Len Industri untuk sistem kendali, serta KAI (Kereta Api Indonesia) mungkin nanti untuk operatornya. Namun saat ini baru Len dan INKA yang sudah kami ajak,” terangnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

KABEL OPTIK LAUT JAKARTA-SURABAYA

Pekerja memeriksa gulungan kabel optik sebelum ditanam di bawah laut saat peresmian Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Jakarta-Surabaya (Jayabaya) di…

CIPS: Lindungi Petani, Waktu Impor Beras Harus Tepat

NERACA Jakarta – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman mengatakan, pemerintah perlu mempertimbangkan waktu impor beras…

Jakarta Garden City - Hunian Paling Aman dan Nyaman di Nusantara

Jakarta Garden City Hunian Paling Aman dan Nyaman di Nusantara NERACA Jakarta - Baru baru ini sedang viral di berbagai…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tol JORR Berlakukan Contraflow Sampai 3 Oktober

      NERACA   Bekasi - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melakukan uji coba rekayasa lalu lintas 'contraflow' atau…

Ekspor Kakao Diproyeksikan Tumbuh Hingga 10% - Permintaan Tinggi

      NERACA   Jakarta – Di tengah pesimisme sebagian pengusaha sektor perkebunan akan kinerja ekspor pada penghujung tahun…

PT Lintas Marga Sedaya Raih Pembiayaan Rp8,8 Triliun

    NERACA   Jakarta - PT Lintas Marga Sedaya (LMS), menerima pembiayaan sindikasi sejumlah Rp8,8 triliun. Pembiayaan sindikasi ini…