Mendulang Untung Bisnis Hiburan di Luar Jakarta - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk

NERACA

Jakarta – Persaingan bisnis hiburan semakin ketat, berbagai macam usaha banyak dilakukan pengelola untuk meningkatkan pengunjung. Salah satunya PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) yang terus berkenspansi dan terbaru, emiten pengelola hiburan wisata ini tengah ekspansi membangun taman hiburan di Cipularang.

Direktur Utama Pembangunan Jaya Ancol Budi Karya Sumadi mengatakan, pembangunan taman hiburan (taman lalu lintas) di rest area KM 88 tol Cipularang akan bekerjasama dengan PT Jasa Marga Tbj (JSMR), “Dengan hadirnya taman hiburan baru, kita menargetkan 1 juta pengunjung,”katanya.

Tingginya trafik lalu lintas di tol Cipularang, menjadi alasan perseroan mendirikan taman hiburan baru tersebut. Sehingga, lokasi yang strategis dinilai mampu mendatangkan keuntungan besar.

Rencananya, pembangunan taman lalu lintas sekaligus tempat peristirahatan ini terlaksana tahun ini, dengan perkiraan rampung di 2014. Nilai investasinya sekitar Rp 70 miliar dan nantinya, akan ada 10 wahana di pusat rekreasi baru, “Tempatkan 10 wahana, sekitar Rp 5 miliar, jadi total Rp 70 miliar. Dengan akses mudah, itu yang kita harapkan,”tandasnya.

Kembangkan Kawasan Industri

Asal tahu saja, emiten plat merah ini tidak hanya menggeluti bisnis dalam hiburan semata tetapi juga bisnis properti. Pada tahun ini, perseroan berencana membangun sejumlah wahana baru khususnya di Dufan dan Eco Park. Ancol juga tengah menaksir sejumlah lahan di daerah Surabaya, Medan dan Jakarta dengan luas sekitar 100–200 hektare. Produk yang akan dikembangkan di lokasi tersebut adalah properti untuk kelas menengah dan atas.

Selain itu, perseroan melakukan ekspansi ke kawasan industri untuk menambah portofolio bisnis. Badan usaha milik Pemerintah Daerah DKI Jakarta itu bakal mengembangkan sayap bisnis baru itu melalui PT Kawasan Ekonomi Khusus Marunda, Jakarta.

Kata Budi Karya Sumadi, pihaknya bakal mengembangkan kawasan industri dengan jenis industri ringan seperti elektronika. "Ini memang ekspansi pertama kita ke kawasan industri. Dengan lokasi di Marunda, lebih pas untuk industri yang light atau ringan," ujarnya,

Dia mengungkapkan, ekspansi ini merupakan bagian dari rencana perseroan jangka menengah. PJAA bakal memulai proyek ini pada akhir tahun 2013 mendatang. Saat ini, progres proyek sedang melakukan pematangan studi perencanaan. Budi mengungkapkan, di lokasi itu bakal dilengkapi dengan pelabuhan dan pergudangan.

Proyek ini juga diakuinya seiring dengan momentum pertumbuhan ekonomi dan tengah dipacunya pembangunan infrastruktur di Tanah Air. PT Kawasan Ekonomi Khusus Marunda (KEK Marunda) sendiri merupakan perusahaan patungan yang dibentuk PJAA dengan PT Jakarta Propertindo dengan PT Pembangunan Jaya. Dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor dalam PT KEK, perseroan mengambil saham sebesar 25%, PT Jakarta Propertindo 25%, dan PT Pembangunan Jaya 50%.

Nilai investasi proyek tersebut, lanjut Budi mencapai Rp 3 triliun. Pendanaan bakal dibagi sebesar 30% dari ekuitas masing-masing perusahaan dan 70% dari pinjaman. Dengan demikian, porsi ekuitas 600 miliar dan dengan nilai saham Ancol 25%, maka modal yang harus disetor oleh perseroan sebesar 150 miliar rupiah.

Sebelumnya, Ancol menggandeng PT Jaya Real Property untuk mengembangkan kawasan Ancol Barat. Nilai total proyek tersebut mencapai 500 miliar rupiah dan akan dimanfaatkan untuk proyek properti. Berbeda dengan KEK Marunda, penyertaan modal PJAA dilakukan dengan kontribusi lahan seluas 9,74 hektare dengan nilai setara 134,58 miliar rupiah.

Terbitkan Obligasi

Guna memperbaiki wahana dan refinancing utang, Pembangunan Jaya Ancol akan menerbitkan obligasi sebesar Rp 300 miliar sebagai sumber pendanaannya,”Saat ini perseroan membutuhkan dana sekitar Rp 200 miliar-Rp 300 miliar untuk refinancing dan perbaikan wahana ecopark, “kata Budi Karya Sumadi.

Lebih lanjut dia menuturkan, kemungkinan pencarian pendanaan tersebut akan dilakukan pada akhir tahun ini dan paling lambat awal tahun depan. Hingga kuartal pertama 2012, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp202 miliar dari kuartal pertama 2011 senilai Rp190,50 miliar. Laba bersih tahun berjalan mencapai Rp35,97 miliar hingga kuartal pertama 2012 dari kuartal pertama 2011 senilai Rp27,41 miliar.

Asal tahu saja, untuk perbaikan wahana, perseroan menggunakan sekitar 40% belanja modal dari anggaran belanja modal sekitar Rp 900 miliar pada 2012. Belanja modal itu digunakan untuk Dufan, JOR, Ecopark, Atlantis, dan lainnya hingga semester pertama 2012.

Asal tahu saja, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) menganggarkan belanja modal sebesar Rp974,42 miliar ditahun 2012. Belanja modal tersebut naik 50,8% dari Rp646,04 miliar pada 2011 menjadi Rp974,42 miliar pada 2012. Belanja modal tersebut akan digunakan untuk bisnis pariwisata sebesar Rp339,65 miliar, properti sebesar Rp431,87 miliar, dan lainnya sebesar Rp202,89 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Perusahaan Bisa Manfaatkan Pasar Modal - Danai Ekspansi Bisnis

NERACA Jakarta - Besarnya likuiditas di pasar modal, tentunya bisa dimanfaatkan para pelaku bisnis untuk mendanai ekspansi bisnisnya jangka panjang…

BI Dorong Jakarta Tingkatkan Anggaran Sektor Pariwisata

    NERACA   Jakarta - Anggaran pemerintah DKI Jakarta untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dinilai perlu ditingkatkan karena…

Stop Retorika HAM, Saatnya Fokus Pembangunan Papua

  Oleh: M. Aji Pangestu, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta Menjelang peringatan Hari Kebesaran Kelompok Organisasi Papua Merdeka…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…